Bulan: Oktober 2013

Hukum Teror dan Bom Bunuh Diri


Islam Bukan Teroris

Untuk kesekian kalinya, negeri ini digemparkan dgn bom bunuh diri. Yang lebih mengenaskan lagi, bom bunuh diri kali ini dilakukan di salah satu masjid Allah, sesaat setelah imam bertakbiratul ihram shalat jum’at!! Peristiwa ini melukai sebagian jamaah masjid yang tak bersalah & menimbulkan kerusakan masjid.
Sulit dipahami jika hal ini dilakukan oleh kaum muslimin yang justru dianggap lebih mengerti tentang agama Islam daripada orang orang kebanyakan (baca : orang awam), atas nama jihad fii sabiilillah, solidaritas muslim, atau yang lainnya. Mereka bertindak melampaui batas menetapkan hukum hukum Islam sesuka hati mereka serta bertindak selayaknya penguasa utk melaksanakan hukum hukum yang ditetapkannya sendiri itu.
Mereka beranggapan bahwa apa yang telah mereka lakukan ini akan jalan menuju syahid & beroleh surga. Sungguh, telah jauh akal sehat mereka dari kebenaran.
Telah terang dalil dalil dari Al Qur’an & hadits hadits yang shahih bahwa tindakan teror dgn peledakkan bom atau hanya sekedar ancaman lewat telpon yang sering terjadi sebenarnya sangat diharamkan oleh agama Islam. Bahkan seluruh dalil ini mudah dimengerti oleh orang orang awam sekalipun karena jelas & gamblangnya bahasanya kecuali terhadap orang orang yang Allah tutup hati mereka terhadap kebenara agama Islam. Wallahul musta’aan
Haramnya tindakan teror tersebut dapat ditinjau dari beberapa sisi yaitu :

Teror adalah tindakan melampaui batas karena banyaknya kematian & besarnya kerusakan yang ditimbulkan.
Allah berfirman :
وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبِّ الْمُعْتَدِينَ
” .. & janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Qs. Al Baqarah: 190)
Dan dlm sebuah hadits Qudsi Allah subhanahu wa ta’aala berfirman yang artimya:
“Wahai hamba hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan diri-Ku berlaku dzalim, & Aku telah menjadikannya diharamkan diantara kalian. Maka janganlah kalian saling menzalimi.” (HR Muslim dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)
Sebagai tindakan pengrusakan mengingat sangat besarnya kerusakan terutama terhadab jiwa manusia, kemudian lingkungan baik berupa gedung, kendaraan & lainnya.
Allah subhanahu wa ta’aala berfirman :
وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيِهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الفَسَادَ
“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi utk mengadakan kerusakan padanya, & merusak tanam-tanaman & binatang ternak, & Allah tak menyukai kebinasaan.” (Qs. Al Baqarah: 205)
Dan firman-Nya juga :
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ قَالُواْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ
“Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi “. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (Qs. Al Baqarah: 11)
Ini jelas jelas tindakan bunuh diri karena pelakunya tahu pasti bahwa ia akan mati dlm aksi itu.
Allah subhanahu wa ta’aala berfirman :
. وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيماً. وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَاناً وَظُلْماً فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَاراً وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللّهِ يَسِيراً
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu ; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dgn melanggar hak & aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dlm neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (Qs. An Nisa’: 29 – 30)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ في نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهَا خَالِدًا مُخَلَّدًا فيهَا اَبَدًا, وَ مَنْ تَحَسَّى سُمَّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمَّهُ في يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ في نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فيهَا أَبَدًا, و مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيْدَةٍ فَحَدِيْدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ في بَطْنِهِ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا أَبَدًا
“Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam dlm keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya & dia menenggaknya di dlm neraka Jahannam dlm keadaan kekal selama lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dgn besi, maka besi itu akan ada ditangannya & dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dlm keadaan kekal selama lamanya.” (HR Bukhari & Muslim dari Abu Hurairah)
Sebagai tindakan membunuh orang lain.
Allah berfirman :
وَلاَ تَقْتُلُواْ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللّهُ إِلاَّ بِالحَقِّ
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dgn suatu (alasan) yang benar..” (Qs. Al Isra’: 33)
Allah subhanahu wa ta’aala juga berfirman :
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ . يَلْقَ أَثَاماً. يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً
“Dan orang-orang yang tak menyembah tuhan yang lain beserta Allah & tak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dgn (alasan) yang benar, & tak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat & dia akan kekal dlm azab itu, dlm keadaan terhina.” (Qs. Al Furqon: 68 – 69)
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda yang artinya :
“Tidak halal ditumpahkan darah seorang muslim yang telah bersaksi bahwa tak ada ilah (yang hak) selain Allah & bahwa saya adalah utusan Allah, kecuali salah satu dari yang tiga ini : orang yang berzina (padahal ia telah berkeluarga), orang yang membunuh orang lain, & orang yang murtad meninggalkan jamaah kaum muslimin.” (HR. Bukhari & Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu)
“Lenyapnya dunia ini lebih ringan di sisi Allah daripada pembunuhan seorang muslim.” (HR An Nasaa’i & At Tirmidzi dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu)
Dan di hadits yang lain :
“Dan janganlah kaliam membunuh anak anak kecil.” (HR Muslim dari Buraidah)
Dan perkataan beliau yang lain :
“Berangkatlah (ke medan perang) dgn nama Allah, dgn (pertolongan) Allah & dgn agama Rasulullah. Janganlah membunuh orang tua jompo, kanak kanak, bayi & perempuan.” (HR Abu Dawud dari Anas radhiyallahu ‘anhu)
Sebagai tindakan membahayakan pihak lain, termasuk jiwa mereka serta harta mereka yang kebanyakan tak tahu menahu sama sekali tentang masalahnya.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya :
“Barangsiapa yang sengaja membahayakan seseorang maka Allah akan mendatangkan bahaya kepadanya, & barangsiapa sengaja menyusahkan seseorang maka Allah akan menurukan kesusahan kepadanya.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi & Ibnu Majah dari Abu Shirmah radhiyallahu ‘anhu; & dihasankan oleh Syaikh Al Albani dlm Shahih Ibnu Majah Jilid II no 1897).
“Tidak boleh (satu pihak) membahayakan (pihak lain), yang tak boleh (keduanya) saling membahayakan.” (HR Ibnu Majah dari Ubadah bin Ash Shamit radhiyallahu ‘anhu & Ibnu Abbas radhiyallahu ‘ahnu & dishahihkan oleh Syaikh al Albani dlm Ghayatil Maram no. 254)
Sebagai tindakan yang mengancam (mengintimidasi) orang lain, termasuk teror dgn telpon yang menyebabkan manusia tak tenteram karenanya.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Tidak halal seorangmuslim menakut nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud & dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dlm Shahih Abu Dawud no. 5004)
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
“Barangsiapa yang membawa senjata utk memerangi kami, maka dia bukan dari kami..” (HR Muslim dari Abu Hurairah & Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma).
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
“Apabila salah seorang dari kalian lewat di masjid atau pasar dgn membawa anak panah, maka hendaknya dia memegangnya pada ujungnya dgn telapak tangannya agar tak melukai seorang pun dari kaum muslimin..” (Mutafaqun ‘alaih)
Dan diantara kaidah Islam adalah ‘mendatangkan kemaslahatan & mencegah kemudharatan’ sedangkan aksi orang orang itu tak mengandung mashlahat & manfaat sedikitpun sementara mudharat yang ditimbulkan tak terhingga.

Pembunuhan Terhadap Orang Kafir
Dalam ajaran Islam, terdapat perintah memelihara kesepakatan & perjanjian & larangan membunuh orang orang yang memiliki perjanjian denga kaum muslimin & orang orang yang mendapat jaminan keamanan Allah subhanahu wa ta’aala. Firman-Nya :
وَأَوْفُواْ بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْؤُولاً
“dan penuhilah janji. sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya” (Qs. Al-Isra’: 34)
dan Firman-Nya di surat yang lain :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَوْفُواْ بِالْعُقُودِ
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu” (Qs. Al Maidah: 1)
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa yang menjamin keamanan seseorang lalu dia membunuhnya, maka aku berlepas diri dari pembunuhan itu, sekalipun yang dibunuh adalah seorang kafir.” (HR. Nasa’i & Bukhari dlm Tqikh Al Kabir dari Amr bin al Hamq radhiyallahu ‘anhu; Lihat Shahihul Jami’ no. 6103)
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam
“Orang orang yang beriman itu setara (kedudukan) darah (jiwa) mereka. Dan perjanjian diantara mereka sampai kepada kalangan bawah mereka…” (HR. Abu Dawud & Imam Ahmad & di shahihkan oleh Syaikh Al Albani dlm Irwa’ul Ghalil no.2208)
Ancaman Dan Adzab Bagi Pelaku
Orang orang yang melampaui batas itu (pelaku teror – red). Sama sekali tak memperhatikan dzimmah (perjanjian) kaum muslimin, serta tak memelihara kesepakatan & perjanjian. Mereka membunuhi orang orang yang telah mendapat jaminan keamanan dari penguasa. Padahal terdapat ancaman azab yang keras terhadap pelaku kejahatan semacam ini, sebagaimana terdapat dlm firman Allah subhanahu wa ta’aala:
وَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةً
“Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dgn kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman” (Qs. An Nisaa: 92)
Jika seorang kafir seorang kafir dzimmi yang mendapatkan jaminan keamanan dibunuh secara tak sengaja & pelakunya harus membayar diat atau kafarat (memerdekakan budak), maka bagaimana halnya jika dia dibunuh dgn sengaja?? tentu kejahatan lebih keji & dosanya lebih besar. Dan ancaman azabnya juga sangat berat sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam
“Barangsiapa yang membunuh seorang mu’ahad (non muslim yang mendapa jaminan keamanan), maka dia tak akan mencium baunya surga, padahal bau surga tercium dari jarak perjalanan 40 tahun.” (HR Bukhari dari Abdullah bin ‘Amr)
Jadi tak boleh mengganggu orang orang kafir yang dijamin keamanannya dgn gangguan apapun, apalagi sampai membunuhnya sebagaimana teror teror yang telah terjadi. Bahkan pelakunya diancam tak akan masuk surga. Kita berlindung kepda Allah dari kehinaan seperti itu.
Jika hukuman atas pembunuhan terhadap orang kafir sudah begitu berat, apalagi hukum atas pembunuhan terhadap kaum muslimin. Perhatikanlah firman Allah :
وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً
“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dgn sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya & Allah murka kepadanya, & mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya” (Qs. An Nisaa: 93)
Ayat ini sungguh terang & jelas.
Penutup
Aksi teror & semacamnya adalah hasil sikap & pemikiran sesat para pelakunya yang menantang kemurkaan Allah, mengakibatkan kemudharatan & kerusakan yang sangat besar. Dosanya akan dipikul mereka sendiri’ serta orang orang yang mendukung terlaksananya aksi aksi tersebut
Tindakan ini merupakan kedzaliman. Kejahatan & penyimpangan dari ajaran Islam yang lurus, bahkan telah jelas keharamannya & ia termasuk dlm dosa besar.
Dengan banyaknya dalil yang berkaitan dgn masalah terorisme & semacamnya sebagaimana telah disebutkan diatas, maka sudah selayaknya jika manusia tak menisbatkan aksi aksi kriminal itu pada agama yang mulia ini atau menganggap aksi aksi itu sebagai sifat dari orang orang yang beragama. Atau karena aksi aksi itu lantas mencela amar ma’ruf nahi munkar yang merupakan tonggak penegak agaman ini.
Adapun terhadap orang yang mengalami kerancuan, hendaknya diberi bantahan dgn cara yang lebih baik, yaitu menyampaikan kepadanya bahwa ayat ini maknanya beginim hadits itu maknanya demikian, Allah berfirman begini, rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda begini, terus demikian sampai hilang kerancuan itu & sampai jelas kebenaran baginya.
Demikianlah kewajiban sesama kaum muslimin utk menempuh jalan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam & para shahabat beliau, yaitu dgn ucapan ucapan yang santundan cara cara yang baik karena kekuasaan tak pada mereka da tak pula pada selain mereka. Sehingga kewajiban mereka hanya menashihati para penguasa & pemegang tanggung jawab dgn cara yang penuh hikmah sehingga semua pihak tolong menolong mencegah kejahatan & melaksanakan yang haq. Billahi taufik wal hidayah
***
artikel muslimah.or.id
Disalin dari Majalah Fatawa No. 07 Tahun II; 1425 H / 2004 M dgn sedikit penambahan
sumber: http://www.muslimah.or.id

http://salafy.web.id/hukum-teror-dan-bom-bunuh-diri-371.htm

Jangan lupa Dateng ke Tabligh Akbar 10 November di Purworejo dengan Pembicara Ustadz Zainal Abidin Syamsudin (penulis buku Jihad Melawan Teror) (https://muslimpurworejo.wordpress.com/2013/09/27/tabligh-akbar-indahnya-nikmat-keamanan-sebuah-negeri/)

jihad melawan teror

 

Iklan

SESUNGGUHNYA AGAMA ITU MUDAH


Agama

SESUNGGUHNYA AGAMA ITU MUDAH

Oleh
Ummu Malik

Kerap kali manusia mengulang-ulang perkataan ini (yaitu ucapan “Sesungguhnya agama itu mudah”), akan tetapi (sebenarnya) mereka (tidak menginginkan) dengan ucapan itu, untuk tujuan memuji Islam, atau melunakkan hati (orang yang belum mengerti Islam) dan semisalnya. Yang diinginkan mereka adalah pembenaran terhadap perbuatan mereka yang menyelisihi syari’at. Bagi mereka kalimat itu adalah kalimat haq, namun yang diinginkan dengannya adalah sebuah kebatilan.

Ketika salah seorang diantara kita ingin memperbaiki perbuatan yang menyalahi syari’at, orang-orang yang menyalahi (syari’at itu) berhujjah dengan perkataan mereka : “Islam adalah agama yang mudah”. Mereka berusaha mengambil keringanan yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, dengan sangkaan bahwa mereka telah menegakkan hujjah bagi orang yang menasehati mereka agar mengikuti syariat yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Orang-orang yang menyelisihi syariat itu hendaknya mengetahui bahwa Islam adalah agama yang mudah. (Akan tetapi maknanya adalah) dengan mengikuti keringanan-keringanan yang diberikan Allah Jalla Jalaluhu dan RasulNya kepada kita.

Allah Jalla Jalaluhu dan RasulNya telah memberi keringanan bagi kita, ketika kita membutuhkan keringanan itu dan ketika adanya kesulitan dalam mengikuti (melaksanakan perintah) yang sebenarnya.

Asal dari ungkapan ” Sesungguhnya agama itu mudah” adalah penggalan kalimat dari hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

“Sesungguhnya agama itu mudah, dan sekali-kali tidaklah seseorang memperberat agama melainkan akan dikalahkan, dan (dalam beramal) hendaklah pertengahan (yaitu tidak melebihi dan tidak mengurangi), bergembiralah kalian, serta mohonlah pertolongan (didalam ketaatan kepada Allah) dengan amal-amal kalian pada waktu kalian bersemangat dan giat”.

Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani menerangkan ungkapan “Sesungguhnya agama itu mudah” dalam kitabnya yang tiada banding (yang bernama) :

فَتْحُ الْبَارِي بِشَرْحِ صَحِيْحِ الْبُخَارِي

Fathul Baariy Syarh Shahih Al-Bukhari 1/116.

Beliau berkata : “Islam itu adalah agama yang mudah, atau dinamakan agama itu mudah sebagai ungkapan lebih (mudah) dibanding dengan agama-agama sebelumnya. Karena Allah Jalla Jalaluhu mengangkat dari umat ini beban (syariat) yang dipikulkan kepada umat-umat sebelumnya. Contoh yang paling jelas tentang hal ini adalah (dalam masalah taubat), taubatnya umat terdahulu adalah dengan membunuh diri mereka sendiri. Sedangkan taubatnya umat ini adalah dengan meninggalkan (perbuatan dosa) dan berazam (berkemauan kuat) untuk tidak mengulangi.

Kalau kita melihat hadits ini secara teliti, dan melihat kalimat sesudah ungkapan “agama itu mudah”, kita dapati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi petunjuk kepada kita bahwa seorang muslim berkewajiban untuk tidak berlebih-lebihan dalam perkara ibadahnya, sehingga (karena berlebih-lebihan) ia akan melampui batas dalam agama, dengan membuat perkara bid’ah yang tidak ada asalnya dalam agama.

Sebagaimana keadaan tiga orang yang ingin membuat perkara baru (dalam agama). Salah seorang di antara mereka berkata : “Saya tidak akan menikahi perempuan”, yang lain berkata : “Saya akan berpuasa sepanjang tahun dan tidak berbuka”, yang ketiga berkata : “Saya akan shalat malam semalam suntuk”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka dari hal itu semua, dan memberi pengarahan kepada mereka agar membaguskan amal mereka semampunya, dan hendaknya dalam mendekatkan diri kepada Allah Jalla Jalaluhu, (beribadah) dengan ibadah yang telah diwajibkan Allah Jalla Jalaluhu kepada mereka.
Lanjutkan membaca “SESUNGGUHNYA AGAMA ITU MUDAH”

KAJIAN RUTIN MALAM AHAD WAGE DEPOKREJO


KAJIAN RUTIN

MALAM AHAD WAGE

Bersama :

Ustadz KH. HADITOYO,S.Ag

Dari Purworejo

 

Mulai Sabtu/Malam Ahad, 26Oktober 2013

PUKUL.19.00 (bakda Isya ) –21.00

DI MASJID BAITURROHMAN DESA DEPOKREJO, KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO

DISELENGGARAKAN OLEH:

Takmir Masjid Baiturrohman

Desa Depokrejo, Ngombol, Purworejo

Kontak informasi: 085702642299

Internet: http://www.muslimpurworejo.wordpress.com

Untuk Umum.. Ikhwan dan Akhwat

Bersama menuntut Ilmu dan ber-Amal

Untuk Bekal Dunia dan Akhirat

 UNTUK UMUM BAPAK BAPAK, IBU-IBU DAN REMAJA ISLAM  –

PERBEDAAN WANITA MUSLIMAH DI TIGA NEGARA


Perbedaan Wanita Muslimah 3 NegaraBELGIA
1. Berlomba-lomba memakai hijab (bahkan bercadar).
2. Berani melanggar ATURAN NEGARA tentang larangan berhijab.
3. Hidup di negara mayoritas Non Muslim.

PERANCIS
1. Berlomba-lomba memakai hijab (bahkan bercadar).
2. Berani melanggar ATURAN NEGARA tentang larangan berhijab.
3. Hidup di negara mayoritas Non Muslim.

INDONESIA
1. Berlomba-lomba BERPAKAIAN tapi hakikatnya TELANJANG.
2. Berani menentang HUKUM ALLAH tentang anjuran berhijab.
3. Hidup di negara mayoritas Muslim.

Copas dari Status FB : Mas :https://www.facebook.com/aryasetyahadi

Gambar : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10200777316544141&set=a.1099049005324.2015678.1499617468&type=1&theater

 

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

59. Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(QS. Al-Ahzab 59)

[1232] Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada

 

 

Hakikat Jilbab


( sebuah kisah yang wajib kamu baca )

JILBAB

Kisah ini saya dapat dari sahabatku yang bekerja di salah satu perusahaan asing. Disini saya kutipkan kisah nyata seorang gadis yang menginjak remaja atau kerennya jaman sekarang (ABG) yang sebelumnya tidak karuan tingkah lakunya, namun setelah sadar akan kekeliruannya dan sudah mengerti “HIKMAH MEMAKAI JILBAB” Allah Ta’ala memanggilnya.

Kisah nyata ini dari kawan saya bekerja. Kisah nyata ini semoga berguna bagi yang membacanya, terutama kaum Hawa, juga bagi yang punya istri, yang punya anak perempuan, adik perempuan, saudara perempuan, kakak perempuan, yang masih punya Ibu, yang punya keponakan perempuan……..

Sahabatku menceritakan: Ini cerita tentang adikku Nur Annisa , gadis yang baru beranjak dewasa namun rada Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku , banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji.

Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran pertengkaran kecil diantara mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang rada keras: “Mama coba lihat deh , tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun kelakuannya ngga beda beda ama kita kita , malah teman teman Ani yang disekolah pake jilbab dibawa om om , sering jalan jalan , masih mending Ani, walaupun begini-gini ani nggak pernah ma kaya gituan ” , bila sudah seperti itu ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis , lirih terdengar doanya: “Ya Allah , kenalkan Ani dengan hukum Engkau ya Allah “.

Pada satu hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri ,(entah nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu di masjid.

Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas desus mengenai istri dari Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah , hingga dijuluki si buta , bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku , dan dia bertanya sama aku: “Kak , memang yang baru pindah itu istrinya buta , bisu dan tuli ? “..hus aku jawab sambil lalu” kalau kamu mau tau datangin aja langsung kerumahnya”.

Eehhh tuuh, anak benar benar datang kerumah tetangga baru. Sekembalinya dari rumah tetanggaku , kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah muram atau lesu mejadi pucat pasi….entah apa yang terjadi.?

Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan Jilbab ..yang panjang, lagi..rok panjang, lengan panjang…aku sendiri jadi bingung….aku tambah bingung campur syukur kepada Allah  karena kulihat perubahan yang ajaib..yah kubilang ajaib karena dia berubah total..tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau teman teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuan…kulihat dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam yang biasanya dia suka beli majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti jadi majalah majalah islam , dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku …tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur’annya, sholat sunat nya…dan yang lebih menakjubkan lagi….bila teman ku datang dia menundukkan pandangan…Segala puji bagi Engkau ya Allah  jerit hatiku..

Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan asing (PMA). Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah (rumahku di Madiun). Di pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah  agar Adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha, ketika aku tiba di rumah, didepan pintu sudah banyak orang, tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis, aku langsung menghampiri dan memeluk ibuku, sambil tersendat sendat ibuku bilang sama aku: “Dhi, adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir hidupnya “..Tak dapat kutahan air mata ini…

Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat Diary diatas mejanya..diary yang selalu dia tulis, Diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu adikku-rahimahullah masih hidup, kemudian kubuka selembar demi selembar…hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hatiku..perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiri…disitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini :

Tanya jawab ( kulihat dilembaran itu banyak bekas tetesan airmata ):

Annisa : Aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari), ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.

Istri tetanggaku : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.

Annisa : Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik.

Istri tetanggaku : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah dan bila Allah  berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya.

Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab, hingga aku nggak pernah mau untuk pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?

Istri tetanggaku : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Ta’ala diakhirat nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita.

Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.

Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.

Annisa : Apa itu hakekat jilbab ?

Istri Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin. Hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu. Hijab lidah kamu dari berghibah (ghosib) dan kesia-siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah . Hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat. Hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk. Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh. Hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat.

Hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu. Hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah , bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu, itulah hakekat jilbab.

Annisa : Ibu aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah mudahan aku bisa pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya.

Istri tetanggaku : Duhai Anisa bila kamu memakai jilbab itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah  yang Maha Pemberi Rahmat, yang Maha Penyayang, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah .

Duhai Anisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.

Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita. Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada dialam ini.

Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah  murka, belum pernah Allah  murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah  dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab.

Lanjutkan membaca “Hakikat Jilbab”

Kajian Spesial Ahad 20 OKtober 2013 di Purworejo


INFO-KAJIAN PURWOREJO

Info Kajian Spesial Ahad  20 OKtober 2013

Materi :”Mendulang Mutiara Hikmah dibalik
                Kisah Nabi Ibrahim dalam berdakwah”
Pemateri : Al ustadz Abu Yahya
                    dari Ma’had Ibnul Qoyyim Muntilan
Tempat : Masjid Al-Hidayah Perum Mranti
                  Kab.Purworejo
                  (Barat Perumahan Raider BTC, Belakang Toko Putri)
Waktu : Pukul 09.00 sd selesai
Contact Person & Info 085729912875
                (Abu Ahmas Husni)
Untuk Umum IKhwan wa Akhwat.
Penyelenggara : Majelis Ta’lim Al-Atsari Purworejo

Zindiq [Madrasah Orientalis Atau Yahudi Gaya Baru]


simbol yahudi

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Ini sebuah tulisan tentang sebuah gerakan orientalis yang berpakaian dengan pakaian Islam dan dari nasab atau keturunan kaum Muslimin. Akan tetapi, hakekatnya ruh, badan, akal dan pikiran mereka seperti Yahudi, atau mengambil istilah saya, Yahudi gaya baru. Mereka telah diasuh dan disusui dengan baik oleh Yahudi di negeri-negeri yang dikuasai oleh Yahudi seperti Amerika dan negeri kafir lainnya. Usai belajar, mereka pun pulang ke negeri masing-masing, seperti Mesir, Syiria, Sudan, Pakistan, Malaysia. Indonesia dan lain-lain. Sekarang mereka menjadi guru di negeri mereka untuk mendidik kaum Muslimin agar mereka menjadi Yahudi walaupun nama dan pakaiannya tetap Islam. Mereka mendirikan dan membuka madrasah–madrasah (pusat kajian) dengan kajian-kajian Islamnya dalam berbagai macam acara seperti diskusi atau seminar dan lain-lain.

Mungkin ada pertanyaan, bukankah yang dimaksud dengan orientalis ialah orang-orang non-Muslim yang mempelajari Islam untuk merusak Islam dan mengajarkan kerusakan itu kepada kaum Muslimin ?! Jawabannya, “Ya, Itu dulu. Sekarang, cara kerja mereka berbeda. Tokoh-tokoh orientalis zaman ini tidak lagi terjun langsung, akan tetapi lewat perantara anak didik mereka yang terdiri dari manusia– manusia munafik yang ada di dalam Islam untuk merusak Islam dan kaum Muslimin dari dalam. Dengan Islam yang demikian menurut para bapak orientalis lebih mengenal dan berhasil merusak aqidah, ibadah, mu’amalat dan ahklak kaum muslimin tanpa dicurigai dan disadari oleh sebagian kaum muslimin. Bahkan sebagian dari kaum pergerakan seperti Ikhwanul Muslimin dalam sebagian manhajnya sangat terpengaruh dengan ajaran ini, meskipun mereka selalu berteriak tentang bahaya Ghazwul fikr (perang intelektual) dan pentingnya Fiqhul Waaqi’ (fiqih realita)!!! Hal ini disebabkan kebodohan dan penyimpangan mereka terhadap manhaj yang haq, manhaj Salafush Shalih. Bagaimana mungkin mereka sanggup menerangi umat dan mengalahkan Yahudi, padahal baru melangkahkan kaki saja, mereka telah terperangkap oleh tipu daya yahudi?!. Tahu atau tidak tahu. Kemudian, sebagian dari ajaran dari Yahudi mereka jadikan asas dalam manhaj mereka, yang mereka perjuangkan dengan sebenar–benarnya jihat kebatilan. Oleh karena itu, menurut pendapat saya bahwa orientalis pada hari ini yang bergentayangan di negeri–negeri Islam ialah mereka yang berpakaian dengan pakaian Islam, akan tetapi ruh, badannya dan akal pikirnya Orientalis Tulen. Mereka inilah salah satu kelompok yang dimaksud oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan predikat para da’i yang berada di pintu-pintu jahannam di dalam Hadits shahih. [Lihat Hadits riwayat al-Bukhari no. 3606, 3607 & 7084 dan Muslim no. 1847]

POKOK-POKOK KESESATAN MEREKA
Kalau saudara bertanya lagi, “Apakah sebenarnya hakekat ajaran mereka, ushul dan furu’nya?

Saya menjawab :
1. Mereka mengajarkan kepada kaum Muslimin wihdatul adyaan (kesatuan agama-agama), bahwa semua agama sama , sama baiknya, satu tujuan kepada-Nya!?
Anehnya mereka ajarkan keyakinan yang kufur ini hanya kepada kaum Muslimin saja, tidak kepada penganut agama–agama yang selain Islam!!!.

2. Mereka memasukkan keraguan (tasykik) ke dalam hati dan pikiran kaum Muslimin akan kebenaran agama Islamnya.

3. Mereka masukan ajaran-ajaran di luar Islam ke dalam Islam agar diyakini dan diamalkan oleh kaum Muslimin.

4. Mereka memberikan tafsiran–tafsiran terhadap Islam yang sesuai dengan tujuan mereka yaitu membatalkan syari’at.

5. Mereka memasukkan sesuatu yang batil (kebatilan) dan hal-hal yang haram bahkan kekufuran dan kesyirikan bersama sejumah bid’ah i’tiqadiyyah (keyakinan) dan amaliyyah ke dalam persoalan khilafiyah atau masalah yang masih di perselisihkan oleh Ulama menyalahi kenyataannya. Tujuannya, agar kaum Muslimin yang awam atau jahil terhadap kaidah–kaidah agama akan mengira dengan persangkaan kebodohan, bahwa masalah tersebut yang dilemparkan dan dimasukkan oleh kaum zindiq adalah masalah–masalah khilafiyyah!? Bukan sebagai suatu masalah yang telah disepakati kebatilannya dan keharamannya!!!

6. Setelah selesai masalah di atas (poin No. 5), kemudian mereka pun memberikan kebebasan sebebas–bebasnya kepada kaum Muslimin untuk menerjemahkan dan menafsirkan Islam sesuai kehendak, tujuan dan masudnya masing–masing dengan alasan toleransi dalam berbeda tafsiran. Inilah hakekat mempermainkan dan mengolok –olok agama Allah Azza wa Jalla.

7. Setelah berhasil dalam masalah di atas (point no. 6), mereka mengatakan pada kaum Muslimin bahwa kebenaran bersifat nisbi (relatif), kita tidak bisa mengatakan bahwa agama kita Islam yang haq sedangkan yang selainnya batil. Demikian juga kita tidak boleh mengatakan bahwa selain dari agama kita Al Islam adalah kufur dan syirik. Oleh karena itu, kebenaran bersifat nisbi (relatif), maka di dunia ini kita belum tahu agama siapa yang benar dan yang salah. Bisa jadi agama kita yang benar dan agama yang lain salah atau sebaliknya. Kita tidak tahu dengan pasti karena nisbinya kebenaran itu sebelum kita sampai pada pengadilan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, menurut pendapat kami (baca: para syaithan) bahwa semua agama itu sama benar dan baiknya (poin no. 1). Tidak perlu kita mengatakan agama kami yang benar dan agamamu yang salah. Dengan demikian kita dapat menyelesaikan perselisihan dan peperangan antar umat beragama. Demikianlah seruan sesat mereka.

Maka katakanlah kepada mereka, “Wahai kaum zindiq, kalau kebenaran itu sifatnya nisbi, yang maknanya bahwa seseorang itu tidak dapat memastikan sesuatu itu benar atau salah, maka berdasarkan kaidahmu wahai zindiq. bahwa para pembunuh, perampok, koruptor dan pencuri dan lain-!ain tidak bisa disalahkan, karena bisa jadi perbuatan mereka yang benar dan kita yang salah atau sebaliknya. Bagaimana menurut pendapatmu wahai kaum zanaadiqoh?

Kalau engkau mengatakan perbuatan mereka itu salah karena telah membunuh dan seterusnya, maka jadilah engkau sedungu–dungu manusia ketika engkau menyalahkan seorang pembunuh atau pencuri, tetapi engkau membenarkan agama– agama yang batil dan kufur yang mengajarkan kesesatan yang maha besar kepada manusia, bukankah engkau tidak menimbang kecuali dengan timbangan iblis!!!

Saya perlu menjelaskan kepada para pembaca yang terhormat agar tidak terjadi kesamaran atau saya menyembunyikan apa yang saya ketahui sejak dua puluh tahun lebih yang lalu. Ketahuilah wahai saudara – saudaraku! Salah satu madrasah mereka di negeri kita ini yaitu kelompok Paramadina dengan ‘kitab suci’nya Fiqih Lintas Agama.

Telah terbit sebuah kitab dengan judul FIQIH LINTAS AGAMA (!?) yang ditulis oleh salah satu sekte dalam Islam yang sangat sesat dan menyesatkan, yaitu kelompok Paramadina, yang diketuai Nurcholish Madjid [1]. Kitab di atas sangatlah sesat dan menyesatkan kaum Muslimin, para penulisnya telah memenuhi kitabnya tersebut dengan berbagai macam kerusakan [2]. Di antara bahayanya:

Kesesatan dan kerusakannya yang dapat saya simpulkan ialah :
1. Mengajak kepada Wihdatul adyaan (kesatuan agama –agama). Bahwa semua agama -apa saja– sama di sisi Allah Azza wa Jalla, semua diterima oleh Allah Azza wa Jalla, meskipun ajaranya dan caranya berbeda.

2. Semua agama baik dan mengajarkan kebaikan kepada umatnya masing-masing. Oleh karena itu, apabila umat manusia menjalankan agamanya dengan baik dan benar -karena semua agama itu baik dan benar- maka mereka akan mendapat pahala dan masuk surga.

3. Orang yang kafir ialah orang yang tidak menjalankan ajaran agamanya atau yang tidak beragama atau yang menentang agama. Selama mereka mengamalkan ajaran agamanya, maka mereka tidak dicap sebagai orang kafir. Orang Yahudi tidak kafir selama mereka mengamalkan agamanya. Orang Nashara tidak kafir selama mereka mengamalkan agamanya. Orang Majusi tidak kafir selama mereka mengamalkan agamanya dan begitulah seterusnya.

4. Dipenuhi dengan berbagai macam kebohongan–kebohongan besar dengan mengatasnamakan Allah Azza wa Jalla, Rasul-Nya , para nabi dan rasul, Islam, al-Qur`an, Taurat dan Injil dan seterusnya.

5. Talbis mereka seperti talbisnya iblis dengan mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan.
6. Tipu muslihat dan kelicikan mereka dalam menulis.
7. Menghilangkan amanah ilmiyyah.
8. Kejahilan mereka terhadap Dinul Islam yang sangat murakkab (berlipat-ganda), walaupun mereka berlagak alim sebagaimana kebiasaan orang-orang munafiqun.
9. Celaan dan penghinaan mereka terhadap para Sahabat, Taabi’in dan Taabi’ut taabi’in sebagai tiga generasi terbaik di dalam umat ini.
10. Mereka telah merubah makna ayat–ayat al-Qur’an sebagaimana yang pernah dilakukan guru besar mereka ketika mereka merubah Taurat dan Inji!
11. Celaan dan penghinaan mereka kepada Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, seorang Sahabat besar.
12. Celaan dan penghinaan mereka kepada Imam -Syafi’i rahimahullah.
13. Menyembunyikan ilmu
14. Memenggal kemudian merubah sabda Nabi yang mulia .
15. Mendahulukan akal dari wahyu aI-Qur’an dan Sunnah.
16. Mereka bermanhaj dengan manhaj filsafat batiniyyah (kebatinan).
17. Mereka menterjemahkan dan menafsirkan Islam sesuai dengan manhaj kaum zindiq.
18. Mereka menyamakan dan mempertemukan Islam dengan agama-agama yang lain yang menjadi ciri-ciri khas kaum zindiq.
19. Mereka memuliakan dan meninggikan agama – agama selain Islam persis seperti kebiasaan kaum munafikun.

Mereka menamakan buku mereka dengan nama yang rancu, “FIQIH LINTAS AGAMA(!?)” Nama yang tidak pernah dipergunakan oleh para Ulama dalam menamakan kitab-kitab mereka. Sebuah nama yang menunjukkan isi dan kesesatan para penulisnya. Antara judul dan isinya sangat bertentangan. Mereka menamakannya Fiqih Lintas Agama, yang dimaksud adalah bertemunya agama-agama dalam satu titik. Anehnya, mereka sodorkan ini kepada Islam dan kaum Muslimin tidak kepada yang lain. Kenapa ?
Lanjutkan membaca “Zindiq [Madrasah Orientalis Atau Yahudi Gaya Baru]”