Hukum Teror dan Bom Bunuh Diri


Islam Bukan Teroris

Untuk kesekian kalinya, negeri ini digemparkan dgn bom bunuh diri. Yang lebih mengenaskan lagi, bom bunuh diri kali ini dilakukan di salah satu masjid Allah, sesaat setelah imam bertakbiratul ihram shalat jum’at!! Peristiwa ini melukai sebagian jamaah masjid yang tak bersalah & menimbulkan kerusakan masjid.
Sulit dipahami jika hal ini dilakukan oleh kaum muslimin yang justru dianggap lebih mengerti tentang agama Islam daripada orang orang kebanyakan (baca : orang awam), atas nama jihad fii sabiilillah, solidaritas muslim, atau yang lainnya. Mereka bertindak melampaui batas menetapkan hukum hukum Islam sesuka hati mereka serta bertindak selayaknya penguasa utk melaksanakan hukum hukum yang ditetapkannya sendiri itu.
Mereka beranggapan bahwa apa yang telah mereka lakukan ini akan jalan menuju syahid & beroleh surga. Sungguh, telah jauh akal sehat mereka dari kebenaran.
Telah terang dalil dalil dari Al Qur’an & hadits hadits yang shahih bahwa tindakan teror dgn peledakkan bom atau hanya sekedar ancaman lewat telpon yang sering terjadi sebenarnya sangat diharamkan oleh agama Islam. Bahkan seluruh dalil ini mudah dimengerti oleh orang orang awam sekalipun karena jelas & gamblangnya bahasanya kecuali terhadap orang orang yang Allah tutup hati mereka terhadap kebenara agama Islam. Wallahul musta’aan
Haramnya tindakan teror tersebut dapat ditinjau dari beberapa sisi yaitu :

Teror adalah tindakan melampaui batas karena banyaknya kematian & besarnya kerusakan yang ditimbulkan.
Allah berfirman :
وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبِّ الْمُعْتَدِينَ
” .. & janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Qs. Al Baqarah: 190)
Dan dlm sebuah hadits Qudsi Allah subhanahu wa ta’aala berfirman yang artimya:
“Wahai hamba hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan diri-Ku berlaku dzalim, & Aku telah menjadikannya diharamkan diantara kalian. Maka janganlah kalian saling menzalimi.” (HR Muslim dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)
Sebagai tindakan pengrusakan mengingat sangat besarnya kerusakan terutama terhadab jiwa manusia, kemudian lingkungan baik berupa gedung, kendaraan & lainnya.
Allah subhanahu wa ta’aala berfirman :
وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيِهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الفَسَادَ
“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi utk mengadakan kerusakan padanya, & merusak tanam-tanaman & binatang ternak, & Allah tak menyukai kebinasaan.” (Qs. Al Baqarah: 205)
Dan firman-Nya juga :
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ قَالُواْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ
“Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi “. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (Qs. Al Baqarah: 11)
Ini jelas jelas tindakan bunuh diri karena pelakunya tahu pasti bahwa ia akan mati dlm aksi itu.
Allah subhanahu wa ta’aala berfirman :
. وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيماً. وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَاناً وَظُلْماً فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَاراً وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللّهِ يَسِيراً
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu ; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dgn melanggar hak & aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dlm neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (Qs. An Nisa’: 29 – 30)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ في نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهَا خَالِدًا مُخَلَّدًا فيهَا اَبَدًا, وَ مَنْ تَحَسَّى سُمَّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمَّهُ في يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ في نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فيهَا أَبَدًا, و مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيْدَةٍ فَحَدِيْدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ في بَطْنِهِ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا أَبَدًا
“Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam dlm keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya & dia menenggaknya di dlm neraka Jahannam dlm keadaan kekal selama lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dgn besi, maka besi itu akan ada ditangannya & dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dlm keadaan kekal selama lamanya.” (HR Bukhari & Muslim dari Abu Hurairah)
Sebagai tindakan membunuh orang lain.
Allah berfirman :
وَلاَ تَقْتُلُواْ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللّهُ إِلاَّ بِالحَقِّ
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dgn suatu (alasan) yang benar..” (Qs. Al Isra’: 33)
Allah subhanahu wa ta’aala juga berfirman :
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ . يَلْقَ أَثَاماً. يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً
“Dan orang-orang yang tak menyembah tuhan yang lain beserta Allah & tak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dgn (alasan) yang benar, & tak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat & dia akan kekal dlm azab itu, dlm keadaan terhina.” (Qs. Al Furqon: 68 – 69)
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda yang artinya :
“Tidak halal ditumpahkan darah seorang muslim yang telah bersaksi bahwa tak ada ilah (yang hak) selain Allah & bahwa saya adalah utusan Allah, kecuali salah satu dari yang tiga ini : orang yang berzina (padahal ia telah berkeluarga), orang yang membunuh orang lain, & orang yang murtad meninggalkan jamaah kaum muslimin.” (HR. Bukhari & Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu)
“Lenyapnya dunia ini lebih ringan di sisi Allah daripada pembunuhan seorang muslim.” (HR An Nasaa’i & At Tirmidzi dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu)
Dan di hadits yang lain :
“Dan janganlah kaliam membunuh anak anak kecil.” (HR Muslim dari Buraidah)
Dan perkataan beliau yang lain :
“Berangkatlah (ke medan perang) dgn nama Allah, dgn (pertolongan) Allah & dgn agama Rasulullah. Janganlah membunuh orang tua jompo, kanak kanak, bayi & perempuan.” (HR Abu Dawud dari Anas radhiyallahu ‘anhu)
Sebagai tindakan membahayakan pihak lain, termasuk jiwa mereka serta harta mereka yang kebanyakan tak tahu menahu sama sekali tentang masalahnya.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya :
“Barangsiapa yang sengaja membahayakan seseorang maka Allah akan mendatangkan bahaya kepadanya, & barangsiapa sengaja menyusahkan seseorang maka Allah akan menurukan kesusahan kepadanya.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi & Ibnu Majah dari Abu Shirmah radhiyallahu ‘anhu; & dihasankan oleh Syaikh Al Albani dlm Shahih Ibnu Majah Jilid II no 1897).
“Tidak boleh (satu pihak) membahayakan (pihak lain), yang tak boleh (keduanya) saling membahayakan.” (HR Ibnu Majah dari Ubadah bin Ash Shamit radhiyallahu ‘anhu & Ibnu Abbas radhiyallahu ‘ahnu & dishahihkan oleh Syaikh al Albani dlm Ghayatil Maram no. 254)
Sebagai tindakan yang mengancam (mengintimidasi) orang lain, termasuk teror dgn telpon yang menyebabkan manusia tak tenteram karenanya.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Tidak halal seorangmuslim menakut nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud & dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dlm Shahih Abu Dawud no. 5004)
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
“Barangsiapa yang membawa senjata utk memerangi kami, maka dia bukan dari kami..” (HR Muslim dari Abu Hurairah & Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma).
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
“Apabila salah seorang dari kalian lewat di masjid atau pasar dgn membawa anak panah, maka hendaknya dia memegangnya pada ujungnya dgn telapak tangannya agar tak melukai seorang pun dari kaum muslimin..” (Mutafaqun ‘alaih)
Dan diantara kaidah Islam adalah ‘mendatangkan kemaslahatan & mencegah kemudharatan’ sedangkan aksi orang orang itu tak mengandung mashlahat & manfaat sedikitpun sementara mudharat yang ditimbulkan tak terhingga.

Pembunuhan Terhadap Orang Kafir
Dalam ajaran Islam, terdapat perintah memelihara kesepakatan & perjanjian & larangan membunuh orang orang yang memiliki perjanjian denga kaum muslimin & orang orang yang mendapat jaminan keamanan Allah subhanahu wa ta’aala. Firman-Nya :
وَأَوْفُواْ بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْؤُولاً
“dan penuhilah janji. sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya” (Qs. Al-Isra’: 34)
dan Firman-Nya di surat yang lain :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَوْفُواْ بِالْعُقُودِ
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu” (Qs. Al Maidah: 1)
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa yang menjamin keamanan seseorang lalu dia membunuhnya, maka aku berlepas diri dari pembunuhan itu, sekalipun yang dibunuh adalah seorang kafir.” (HR. Nasa’i & Bukhari dlm Tqikh Al Kabir dari Amr bin al Hamq radhiyallahu ‘anhu; Lihat Shahihul Jami’ no. 6103)
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam
“Orang orang yang beriman itu setara (kedudukan) darah (jiwa) mereka. Dan perjanjian diantara mereka sampai kepada kalangan bawah mereka…” (HR. Abu Dawud & Imam Ahmad & di shahihkan oleh Syaikh Al Albani dlm Irwa’ul Ghalil no.2208)
Ancaman Dan Adzab Bagi Pelaku
Orang orang yang melampaui batas itu (pelaku teror – red). Sama sekali tak memperhatikan dzimmah (perjanjian) kaum muslimin, serta tak memelihara kesepakatan & perjanjian. Mereka membunuhi orang orang yang telah mendapat jaminan keamanan dari penguasa. Padahal terdapat ancaman azab yang keras terhadap pelaku kejahatan semacam ini, sebagaimana terdapat dlm firman Allah subhanahu wa ta’aala:
وَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةً
“Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dgn kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman” (Qs. An Nisaa: 92)
Jika seorang kafir seorang kafir dzimmi yang mendapatkan jaminan keamanan dibunuh secara tak sengaja & pelakunya harus membayar diat atau kafarat (memerdekakan budak), maka bagaimana halnya jika dia dibunuh dgn sengaja?? tentu kejahatan lebih keji & dosanya lebih besar. Dan ancaman azabnya juga sangat berat sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam
“Barangsiapa yang membunuh seorang mu’ahad (non muslim yang mendapa jaminan keamanan), maka dia tak akan mencium baunya surga, padahal bau surga tercium dari jarak perjalanan 40 tahun.” (HR Bukhari dari Abdullah bin ‘Amr)
Jadi tak boleh mengganggu orang orang kafir yang dijamin keamanannya dgn gangguan apapun, apalagi sampai membunuhnya sebagaimana teror teror yang telah terjadi. Bahkan pelakunya diancam tak akan masuk surga. Kita berlindung kepda Allah dari kehinaan seperti itu.
Jika hukuman atas pembunuhan terhadap orang kafir sudah begitu berat, apalagi hukum atas pembunuhan terhadap kaum muslimin. Perhatikanlah firman Allah :
وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً
“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dgn sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya & Allah murka kepadanya, & mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya” (Qs. An Nisaa: 93)
Ayat ini sungguh terang & jelas.
Penutup
Aksi teror & semacamnya adalah hasil sikap & pemikiran sesat para pelakunya yang menantang kemurkaan Allah, mengakibatkan kemudharatan & kerusakan yang sangat besar. Dosanya akan dipikul mereka sendiri’ serta orang orang yang mendukung terlaksananya aksi aksi tersebut
Tindakan ini merupakan kedzaliman. Kejahatan & penyimpangan dari ajaran Islam yang lurus, bahkan telah jelas keharamannya & ia termasuk dlm dosa besar.
Dengan banyaknya dalil yang berkaitan dgn masalah terorisme & semacamnya sebagaimana telah disebutkan diatas, maka sudah selayaknya jika manusia tak menisbatkan aksi aksi kriminal itu pada agama yang mulia ini atau menganggap aksi aksi itu sebagai sifat dari orang orang yang beragama. Atau karena aksi aksi itu lantas mencela amar ma’ruf nahi munkar yang merupakan tonggak penegak agaman ini.
Adapun terhadap orang yang mengalami kerancuan, hendaknya diberi bantahan dgn cara yang lebih baik, yaitu menyampaikan kepadanya bahwa ayat ini maknanya beginim hadits itu maknanya demikian, Allah berfirman begini, rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda begini, terus demikian sampai hilang kerancuan itu & sampai jelas kebenaran baginya.
Demikianlah kewajiban sesama kaum muslimin utk menempuh jalan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam & para shahabat beliau, yaitu dgn ucapan ucapan yang santundan cara cara yang baik karena kekuasaan tak pada mereka da tak pula pada selain mereka. Sehingga kewajiban mereka hanya menashihati para penguasa & pemegang tanggung jawab dgn cara yang penuh hikmah sehingga semua pihak tolong menolong mencegah kejahatan & melaksanakan yang haq. Billahi taufik wal hidayah
***
artikel muslimah.or.id
Disalin dari Majalah Fatawa No. 07 Tahun II; 1425 H / 2004 M dgn sedikit penambahan
sumber: http://www.muslimah.or.id

http://salafy.web.id/hukum-teror-dan-bom-bunuh-diri-371.htm

Jangan lupa Dateng ke Tabligh Akbar 10 November di Purworejo dengan Pembicara Ustadz Zainal Abidin Syamsudin (penulis buku Jihad Melawan Teror) (https://muslimpurworejo.wordpress.com/2013/09/27/tabligh-akbar-indahnya-nikmat-keamanan-sebuah-negeri/)

jihad melawan teror

 

Iklan

About alfurqoncell

Manusia yg ingin mencari jalan kembali kepada-Nya agar menemukan cinta-Nya yg sejati

Posted on 28 Oktober 2013, in Adab dan Perilaku, Al-Ilmu, Info Kajian, Jihad, Kajian Purworejo, Propaganda Sesat, Renungan, Terorisme and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: