*”Surga atau Neraka Wahai _Pembom_???”*


*”Surga atau Neraka Wahai _Pembom_???”*
โœDitulis oleh:
๐Ÿ‘คDR Firanda Andirja Lc., MA
Ketua Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad

_Di share ulang oleh_ *Yayasan Lajnah Istiqomah* Purworejo

๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จKomunitas Sahabat TNI-POLRI *(KOMBATPOL)* Purworejo

๐Ÿ“– *Majelis Ta’lim Nurus Sunnah* Purworejo

Kejadian pengeboman yang akhir-akhir ini kembali marak terjadi tentu sangat buruk dan menyedihkanโ€ฆtidak perlu dilihat dari kacamata Islam, bahkan dari kacamata kemanusiaan, apalagi dari kacamata Islam agama yang penuh rahmatโ€ฆ.

Mengapa dahulu banyak orang tetap masuk Islam meski Nabi ๏ทบ dan para sahabat berjihad? Karena jihad mereka bukan dengan hawa nafsu, akan tetapi sesuai dengan syariat Islam yang penuh rahmat.

Dahulu tidak ada yang mencela Islam dengan menuduh bahwa Islam sadis, islam agama terorโ€ฆ.kenapa? Karena mereka tahu Islam -bahkan dalam kondisi perang pun- tetap penuh rahmat.
Dalam kondisi perang Nabi ๏ทบ melarang membunuh anak-anak, orang tua, orang yang sedang beribadah di tempat ibadahnyaโ€ฆkenapa? Karena mereka tidak ikut berperang.
Dalam kondisi perang Nabi ๏ทบ melarang merusak tempat ibadah, apalagi dalam kondisi damai?

Mereka -para pengebom- menganggap bahwa seluruh orang kafir boleh dibunuh, bahkan boleh disiksa dan dicincang?

Tidaklah demikianโ€ฆ
Tidakkah mereka mendengar hadits Nabi ๏ทบ :

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ู…ูุนูŽุงู‡ูŽุฏู‹ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูุญู’ ุฑูŽุงุฆูุญูŽุฉูŽ ุงู„ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุง ุชููˆุฌูŽุฏู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณููŠุฑูŽุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‹ุง

โ€œSiapa yang membunuh kafir muโ€™ahad (Orang kafir yang punya perjanjian damai dengan orang islam) ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.โ€ (HR. Bukhari no. 3166)

Tidakkah mereka mendengar sabda Nabi ๏ทบ :

ุฃู„ุง ู…ู† ุธู„ู… ู…ุนุงู‡ุฏุงุŒ ุฃูˆ ุงู†ุชู‚ุตู‡ุŒ ุฃูˆ ูƒู„ูู‡ ููˆู‚ ุทุงู‚ุชู‡ุŒ ุฃูˆ ุฃุฎุฐ ู…ู†ู‡ ุดูŠุฆุง ุจุบูŠุฑ ุทูŠุจ ู†ูุณ ูุฃู†ุง ุญุฌูŠุฌู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ

โ€œIngatlah, siapa yang mendzalimi seorang kafir muโ€™ahad, merendahkannya, membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya, maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamatโ€ (HR. Abu Daud, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jamiโ€™).

Apakah mereka tidak pernah mengetahui bahwa Nabi ๏ทบ pernah punya pembantu seorang yahudi?
Bayangkan seorang Nabi Muhammad ๏ทบ punya pembantu yahudiโ€ฆ bahkan Nabi ๏ทบ menjenguknya tatkala sakit.

ูกูฃูฉูงูง โ€“ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ุณูู„ูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ู ุจู’ู†ู ุญูŽุฑู’ุจูุŒ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ุญูŽู…ูŽู‘ุงุฏู ุจู’ู†ู ุฒูŽูŠู’ุฏูุŒ ุนูŽู†ู’ ุซูŽุงุจูุชูุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒูุŒ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุบูู„ูŽุงู…ู‹ุง ูŠูŽู‡ููˆุฏููŠู‹ู‘ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฎู’ุฏูู…ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽุŒ ููŽู…ูŽุฑูุถูŽุŒ ููŽุฃูŽุชูŽุงู‡ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุนููˆุฏูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุนูŽุฏูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู: โ€ ุฃูŽุณู’ู„ูู…ู’ โ€œุŒ ููŽู†ูŽุธูŽุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุจููŠู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฃูŽุทูุนู’ ุฃูŽุจูŽุง ุงู„ู’ู‚ูŽุงุณูู…ูุŒ ููŽุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽุŒ ููŽุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูู†ู’ุฏูู‡ู(ูฃ) ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: โ€ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฃูŽู†ู’ู‚ูŽุฐูŽู‡ู ุจููŠ (ูค) ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู โ€œ(ูฅ)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu: โ€œSesungguhnya, seorang anak Yahudi yang biasa melayani Nabi shallallahu alaihi wa sallam menderita sakit. Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam membesuknya, kemudian dia duduk di sisi kepalanya. Lalu berkata, โ€˜Masuk Islamlah.โ€ Sang anak memandangi bapaknya yang ada di sisi kepalanya. Maka sang bapak berkata kepadanya, โ€œTaatilah Abal Qasim shallallahu alaihi wa sallam.โ€ Maka anak tersebut masuk Islam. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam keluar seraya berkata, โ€œSegala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka.โ€ (HR. Bukhari, no. 1356)

Bayangkan seorang kepala negara Islam menjenguk pembantunya Yahudi?

Apakah mereka tidak pernah tahu bahwa Nabi ๏ทบ dahulu tinggal bersama kaum Yahudi dalam kota Madinah dan Nabi ๏ทบ sama sekali tidak mendzalimi mereka? Nabi ๏ทบ membiarkan mereka tetap beribadah dalam keyakinan mereka

Apakah mereka tidak pernah dengar bahkan Nabi ๏ทบ ketika meninggal masih punya hutang sama seorang yahudi?

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู‡ุงุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ยซุชููˆูููู‘ูŠูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽุฏูุฑู’ุนูู‡ู ู…ูŽุฑู’ู‡ููˆู†ูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ูŠูŽู‡ููˆุฏููŠูู‘ุŒ ุจูุซูŽู„ุงูŽุซููŠู†ูŽ ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุดูŽุนููŠุฑูยป

Dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata:โ€œRasulullah wafat, sedangkan baju perang beliau masih digadaikan kepada seorang Yahudi dengan nilai tiga puluh shaโ€™ gandum. โ€ (HR Bukhari)

Tidakkah mereka pernah dengar bahwa Nabi ๏ทบ pernah memerintahkan para sahabatnya untuk bernaung di Habasyah sebuah negeri Nashrani?

Wahai para pembom anda ingin surga dengan membunuh? Dengan menteror?
โ€“ Sementara Nabi ๏ทบ bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ู…ูุนูŽุงู‡ูŽุฏู‹ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูุญู’ ุฑูŽุงุฆูุญูŽุฉูŽ ุงู„ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุง ุชููˆุฌูŽุฏู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณููŠุฑูŽุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‹ุง

โ€œSiapa yang membunuh kafir muโ€™ahad ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.โ€ (HR. Bukhari no. 3166)

โ€“ Sementara seorang wanita divonis masuk neraka hanya karena tidak memberi makan kepada seekor kucing hingga mati?

ยซุนูุฐูู‘ุจูŽุชู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŒ ูููŠ ู‡ูุฑูŽู‘ุฉู ุญูŽุจูŽุณูŽุชู’ู‡ูŽุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ู…ูŽุงุชูŽุชู’ ุฌููˆุนู‹ุงุŒ ููŽุฏูŽุฎูŽู„ูŽุชู’ ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑูŽยป

โ€œSeorang perempuan disiksa gara-gara seekor kucing. Dia mengurung kucing itu sampai mati kelaparan. Karena itulah dia masuk neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)

โ€“ Sementara sebagian polisi yang anda bunuh dan anda anggap thogut itu juga seorang muslim yang mengucapkan Laa ilaaha illallah.

Tahukah anda bahwa Nabi ๏ทบ pernah murka kepada Usamah bin Zaid yang membunuh seorang musyrik dalam keadaan perang setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallahu, beliau berkata :

ูŠูŽุง ุฃูุณูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ุฃูŽู‚ูŽุชูŽู„ู’ุชูŽู‡ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ูุŸ

โ€œApakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan Laa ilaaha illallah?โ€ (HR Muslim)

Ini orang musyrik yang hanya sekali mengucapkan Laa ilaaha illallah dan dibunuh dalam kondisi perang.

Lantas bagaimana pembunuhan para polisi atau pun tentara dalam kondisi damai bukan sedang berperang dan mereka sejak kecil selalu mengucapkan Laa ilaaha illallah? yang sholat dan berpuasa karena Allah?

โ€“ Sementara anda telah menjadikan sebagian anak menjadi yatim, sebagian wanita menjadi janda, sebagian orang tua kehilangan anaknya.

โ€“ Sementara anda telah mencoreng citra Islam, betapa banyak orang tidak jadi masuk Islam karena menyangka Islam agama teror? Betapa banyak orang yang mencela Islam karena perbuatan anda?

โ€“ Sementara anda telah membunuh diri sendiri
Padahal Nabi ๏ทบ bersabda:

( ู…ูŽู† ู‚ุชู„ ู†ูุณู‡ ุจุดูŠุก ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุนุฐุจ ุจู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ )

ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ( 5700 ) ูˆู…ุณู„ู… ( 110 )

Barang siapa membunuh dirinya dengan sesuatu, dia akan disiksa dengan sesuatu itu dalam neraka Jahannam (HR. Bukhari dan Muslim)

Islam sampai kepada anda dan orang tua anda di tanah air tercinta ini adalah dengan rahmat dan akhlak mulia para pendakwah di tengah-tengah nenek moyang anda yang notabene beragama non muslim.

Apakah anda mau merusaknya dengan kegiatan teror ?

Betapa banyak non muslim di negeri-negeri Eropa masuk Islam karena melihat akhlak yang indah dari kaum muslimin, apakah anda ingin mencoreng dakwah mereka?

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayahnya dan membimbing kita di atas kebenaran dan menjauhkan kita dari kesesatan.

๐ŸŒhttp://mediaalirsyad.com/masuk-surga-atau-neraka-pembom.html

Info Kajian untuk Umum ๐Ÿ‚ *PURWOREJO* Bersama: ๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)


๐Ÿƒ Info Kajian untuk Umum
๐Ÿ‚ *PURWOREJO*
Majelis Ilmu…Taman Taman Surga…
ุงู ู†ู’ ุดูŽุข ุกูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุชุนุงู„ู‰

Bersama:
๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)

๐Ÿ“– MATERI:
MERAIH KHUSNUL KHATIMAH

๐Ÿ—“Sabtu,25 Syawal 1437/
30 Juli 2016

๐Ÿ•ฐbakda maghrib sd jam 21.00

๐Ÿ•Œ Masjid Sebomenggalan Kota Purworejo
_________________๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด
KAJIAN AKBAR
๐Ÿ“—NASEHAT BUAT SI KAYA DAN SI MISKIN

๐Ÿ“… WAKTU
Hari ahad,26 Syawal 1437 H / 31 Juli 2016
Jam 08.30 – dhuhur

๐ŸšฉTEMPAT
Masjid Jami As Sakinah Prayan Loano purworejo

๐ŸŽ™Sambutan: AKP Markotip,Kapolsek Loano (Mewakili Kapolres Purworejo)

๐Ÿ“ž CP / Info
085729912875

Present by:
๐Ÿš“Komunitas Masyarakat Cinta Polri KOMASCIPOL PURWOREJO
๐Ÿ€Yayasan Lajnah Istiqomah Purworejo
๐ŸŒ™Takmir Masjid Jami’ Sakinah & Sebomenggalan
๐ŸƒGrup Whasctapp Ahlus Sunnah Purworejo-Dakwah dan Bimbingan Islam
didukung oleh:

KEPOLISIAN RESORT PURWOREJO

~~~~~~~~~~~~~~~~~

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

Silakan disebarkan

————
Biodata singkat ustadz Firanda.ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Nama: Firanda Andirja bin Abidin .ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Pendidikan terakhir:

saat ini beliau sedang mengenyam pendidikan jenjang Doktor bidang Aqidah di universitas yang sama.

Menjadi pengajar berbahasa Indonesia di masjid Nabawi Madinah.

Guru-guru beliau:
1. Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad al badr
2. Syaikh Soleh Al-Suhaimi
3. Syaikh Abdurrazzaq bin abdul muhsin al abbad al badr- hafidhahumullahu jamii’an
Dan masyaikh lainnya
ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู…

Kajian Ustadz Firanda di Purworejo

Bahaya Asal-Asalan Sharing Dan Menyebarkan Berita Di Internet


adab menyebarkan berita

 

Beberapa media tidak bertanggung jawab, mereka asal saja memberitakan sesuatu tanpa tahu kebenarannya. Bagi media yang penting โ€œhebohโ€ dulu, โ€œrating viewโ€ mereka yang penting naik dan melonjak dahulu. Masalah klarifikasi, masalah belakangan yang penting โ€œheboh dan meraih keuntunganโ€.

Masih teringat beberapa berita yang ternyata faktanya sangat terbalik dengan kenyataan, akibatnya beberapa pihak dirugikan bahkan nama baiknya tercemar dan yang lebih parahnya beberapa dari mereka yang difitnah bisa di โ€œbullyโ€ dan diolok-olok oleh seantero penduduk dunia maya di internet.

Kita ambil contoh misalnya yang baru saja hangat:

-program pekan kondom nasional, dimana media memberitakan seolah-olah itu adalah program resmi dari kemenkes padahal bukan

-kemudian pernyataan kemenkes bahwa โ€œsemua obat mengandung babi dan tidak ada setifikat halalโ€, padahal kemenkes tidak pernah membuat pernyataan tersebut.

Akibatnya kemenkes di โ€œbullyโ€™, dicerca dan diolok-olok di seantero dunia maya. Dan tidak banyak ini dilakukan oleh saudara kita kaum muslimin.

Dan banya itu saja, masih banyak contoh kasus yang lainnya.

 

Larangan asal-asalan menyebarkan berita sebelum mengeceknya

Islam mengajarkan kita agar jangan setiap ada berita atau isu langsung diekspos ke masyarakat secara luas. Hendaklah kita jangan mudah termakan berita yang kurang jelas atau isu murahan kemudian ikut-kutan menyabarkannya padahal ilmu kita terbatas mengenai hal tersebut. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกู‡ูู…ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูŒ ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽู…ู’ู†ู ุฃูŽูˆู ุงู„ู’ุฎูŽูˆู’ูู ุฃูŽุฐูŽุงุนููˆุงู’ ุจูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฑูŽุฏู‘ููˆู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ูˆูŽุฅูู„ูŽู‰ ุฃููˆู’ู„ููŠ ุงู„ุฃูŽู…ู’ุฑู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูู…ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽู†ุจูุทููˆู†ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ู„ุงูŽ ููŽุถู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู ู„ุงูŽุชู‘ูŽุจูŽุนู’ุชูู…ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู‚ูŽู„ููŠู„ุงู‹

โ€œDan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri) . Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).โ€ (An-Nisa: 83)

 

Syaikh Abdurrahman bin Nasir As-Saโ€™diy rahimahullah menfsirkan ayat ini,

ู‡ุฐุง ุชุฃุฏูŠุจ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ู„ุนุจุงุฏู‡ ุนู† ูุนู„ู‡ู… ู‡ุฐุง ุบูŠุฑ ุงู„ู„ุงุฆู‚. ูˆุฃู†ู‡ ูŠู†ุจุบูŠ ู„ู‡ู… ุฅุฐุง ุฌุงุกู‡ู… ุฃู…ุฑ ู…ู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ุงู„ู…ู‡ู…ุฉ ูˆุงู„ู…ุตุงู„ุญ ุงู„ุนุงู…ุฉ ู…ุง ูŠุชุนู„ู‚ ุจุงู„ุฃู…ู† ูˆุณุฑูˆุฑ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู†ุŒ ุฃูˆ ุจุงู„ุฎูˆู ุงู„ุฐูŠ ููŠู‡ ู…ุตูŠุจุฉ ุนู„ูŠู‡ู… ุฃู† ูŠุชุซุจุชูˆุง ูˆู„ุง ูŠุณุชุนุฌู„ูˆุง ุจุฅุดุงุนุฉ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฎุจุฑุŒ ุจู„ ูŠุฑุฏูˆู†ู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฑุณูˆู„ ูˆุฅู„ู‰ ุฃูˆู„ูŠ ุงู„ุฃู…ุฑ ู…ู†ู‡ู…ุŒ ุฃู‡ู„ู ุงู„ุฑุฃูŠ ูˆุงู„ุนู„ู… ูˆุงู„ู†ุตุญ ูˆุงู„ุนู‚ู„ ูˆุงู„ุฑุฒุงู†ุฉุŒ ุงู„ุฐูŠู† ูŠุนุฑููˆู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ูˆูŠุนุฑููˆู† ุงู„ู…ุตุงู„ุญ ูˆุถุฏู‡ุง. ูุฅู† ุฑุฃูˆุง ููŠ ุฅุฐุงุนุชู‡ ู…ุตู„ุญุฉ ูˆู†ุดุงุทุง ู„ู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูˆุณุฑูˆุฑุง ู„ู‡ู… ูˆุชุญุฑุฒุง ู…ู† ุฃุนุฏุงุฆู‡ู… ูุนู„ูˆุง ุฐู„ูƒ. ูˆุฅู† ุฑุฃูˆุง ุฃู†ู‡ ู„ูŠุณ ููŠู‡ ู…ุตู„ุญุฉ ุฃูˆ ููŠู‡ ู…ุตู„ุญุฉ ูˆู„ูƒู† ู…ุถุฑุชู‡ ุชุฒูŠุฏ ุนู„ู‰ ู…ุตู„ุญุชู‡ุŒ ู„ู… ูŠุฐูŠุนูˆู‡

โ€œini adalah pengajaran dari Allah kepada Hamba-Nya bahwa perbuatan mereka [menyebarkan berita tidak jelas] tidak selayaknya dilakukan. Selayaknya jika datang kepada mereka suatu perkara yang penting, perkara kemaslahatan umum yang berkaitan dengan keamanan dan ketenangan kaum mukminin, atau berkaitan dengan ketakutan akan musibah pada mereka, agar mencari kepastian dan tidak terburu-buru menyebarkan berita tersebut. Bahkan mengembalikanย  perkara tersebut kepada Rasulullah [pemerintah] dan yang berwenang mengurusi perkara tersebut yaitu cendikiawan, ilmuan, peneliti, penasehat dan pembuat kebijaksanan. Merekalah yang mengetahui berbagai perkara dan mengetahui kemaslahatan dan kebalikannya. Jika mereka melihat bahwa dengan menyebarkannya ada kemaslahatan, kegembiraan dan kebahagiaan bagi kaum mukminin serta menjaga dari musuh, maka mereka akan menyebarkannya. Dan jika mereka melihat tidak ada kemaslahatan [menyebarkannya] atau ada kemaslahatan tetapi madharatnya lebih besar, maka mereka tidak menyebarkannya.[1]

 

Sebaiknya kita menyaring dulu berita yang sampai kepada kita dan tidak semua berita yang kita dapat kemudian kita sampaikan semuanya.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ูƒูŽุฐูุจู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญูŽุฏู‘ูุซูŽ ุจููƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ุณูŽู…ูุนูŽ

โ€œCukuplah sebagai bukti kedustaan seseorang bila ia menceritakan segala hal yang ia dengar.โ€[2]

 

Ancaman Hukuman terhadap mereka yang suka asal-asalan menyebarkan berita

Hukuman diakhirat yaitu mulut dan pipinya akan dirobek-robek. Sebagaimana dalam hadits berikut.

Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu โ€˜anhu, bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menceritakan mimpi beliau,

ุฑุฃูŠุช ุงู„ู„ูŠู„ุฉ ุฑุฌู„ูŠู† ุฃุชูŠุงู†ูŠุŒ ูุฃุฎุฐุง ุจูŠุฏูŠุŒ ูุฃุฎุฑุฌุงู†ูŠ ุฅู„ู‰ ุฃุฑุถ ูุถุงุกุŒ ุฃูˆ ุฃุฑุถ ู…ุณุชูˆูŠุฉุŒ ูู…ุฑุง ุจูŠ ุนู„ู‰ ุฑุฌู„ุŒ ูˆุฑุฌู„ ู‚ุงุฆู… ุนู„ู‰ ุฑุฃุณู‡ ุจูŠุฏู‡ ูƒู„ูˆุจ ู…ู† ุญุฏูŠุฏุŒ ููŠุฏุฎู„ู‡ ููŠ ุดุฏู‚ู‡ุŒ ููŠุดู‚ู‡ุŒ ุญุชู‰ ูŠุจู„ุบ ู‚ูุงู‡ุŒ ุซู… ูŠุฎุฑุฌู‡ ููŠุฏุฎู„ู‡ ููŠ ุดุฏู‚ู‡ ุงู„ุขุฎุฑุŒ ูˆูŠู„ุชุฆู… ู‡ุฐุง ุงู„ุดุฏู‚ุŒ ูู‡ูˆ ูŠูุนู„ ุฐู„ูƒ ุจู‡

Tadi malam saya melihat ada dua orang yang mendatangiku, lalu mereka memegang lenganku, kemudian mengajakku keluar ke tanah lapang. Kemudian kami melewati dua orang, yang satu berdiri di dekat kepala temannya dengan membawa gancu besi. Gancu itu dimasukkan ke dalam mulutnya, kemudian ditarik hingga robek pipinya sampai ke tengkuk. Dia tarik, lalu dia masukkan lagi ke dalam mulut dan dia tarik hingga robek pipi sisi satunya. Kemudian bekas pipi robek tadi kembali pulih dan dirobek lagi, dan begitu seterusnya.

Di akhir hadis, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dijelaskan Malaikat, apa maksud kejadian yang beliau lihat

ุฃู…ุง ุงู„ุฑุฌู„ ุงู„ุฃูˆู„ ุงู„ุฐูŠ ุฑุฃูŠุช ูุฅู†ู‡ ุฑุฌู„ ูƒุฐุงุจุŒ ูŠูƒุฐุจ ุงู„ูƒุฐุจุฉ ูุชุญู…ู„ ุนู†ู‡ ููŠ ุงู„ุขูุงู‚ุŒ ูู‡ูˆ ูŠุตู†ุน ุจู‡ ู…ุง ุฑุฃูŠุช ุฅู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉุŒ ุซู… ูŠุตู†ุน ุงู„ู„ู‡ ุจู‡ ู…ุง ุดุงุก

Orang pertama yang kamu lihat, itu adalah seorang pendusta. Dia membuat kedustaan dan dia sebarkan ke seluruh penjuru dunia. Dia dihukum seperti itu sampai kiamat, kemudian Allah sikapi sesuai yang Dia kehendaki.[3]

 

Semoga kita termasuk orang yang bisa selalu mengklarifikasi berita dan tidak termasuk orang yang menyebarkan berita-berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Demikian semoga bermanfaat.

 

Alhamdulillahilladzi bi niโ€™matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu โ€˜ala nabiyyina Muhammad wa โ€˜ala alihi wa shahbihi wa sallam

 

@RS Mitra Sehat, Wates, Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Sumber : Artikel www.muslimafiyah.com

[1] Taisir Karimir Rahmah hal 170, Daru Ibnu Hazm, Beirut, cetakan pertama, 1424 H

[2]ย  HR. Muslim

[3] HR. Ahmad 20165 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth

PUISI POLIGAMI


aku siap dipoligami

Rayuan SUAMI :
Istriku…,
jika engkau bumi, akulah mentari… Aku menyinari kamu
Dan dikau selalu mengharapkan hangatnya sinarku…
Lalu terbesik dlm hatiku… bukankah Tuhan menciptakan aku bukan hanya untuk bumi??
Ternyata ada planet-planet lain yang juga mengharap hangatnya sinarku

JADI…
Relakanlah aku menyinari planet lain, merasakan hangatnya sinarku, merasakan faedah keberadaanku, karena sudah kodrati.. dan Tuhan pun tak marahโ€ฆ

Balasan Puisi sang ISTRI :
Suamiku, bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya, aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yang pernah Tuhan ciptakan, karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran, dan akupun juga tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu

TAPIIIIIIII..

Bila kau hanya sejengkal lilin yang berkekuatan 5 watt,
jangan bermimpi menyinari planet lain!!! Karena kamar kita yang kecil pun belum sanggup kau terangi…

Oleh: Ust. Firanda Andirja

 

Zindiq [Madrasah Orientalis Atau Yahudi Gaya Baru]


simbol yahudi

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Ini sebuah tulisan tentang sebuah gerakan orientalis yang berpakaian dengan pakaian Islam dan dari nasab atau keturunan kaum Muslimin. Akan tetapi, hakekatnya ruh, badan, akal dan pikiran mereka seperti Yahudi, atau mengambil istilah saya, Yahudi gaya baru. Mereka telah diasuh dan disusui dengan baik oleh Yahudi di negeri-negeri yang dikuasai oleh Yahudi seperti Amerika dan negeri kafir lainnya. Usai belajar, mereka pun pulang ke negeri masing-masing, seperti Mesir, Syiria, Sudan, Pakistan, Malaysia. Indonesia dan lain-lain. Sekarang mereka menjadi guru di negeri mereka untuk mendidik kaum Muslimin agar mereka menjadi Yahudi walaupun nama dan pakaiannya tetap Islam. Mereka mendirikan dan membuka madrasahโ€“madrasah (pusat kajian) dengan kajian-kajian Islamnya dalam berbagai macam acara seperti diskusi atau seminar dan lain-lain.

Mungkin ada pertanyaan, bukankah yang dimaksud dengan orientalis ialah orang-orang non-Muslim yang mempelajari Islam untuk merusak Islam dan mengajarkan kerusakan itu kepada kaum Muslimin ?! Jawabannya, “Ya, Itu dulu. Sekarang, cara kerja mereka berbeda. Tokoh-tokoh orientalis zaman ini tidak lagi terjun langsung, akan tetapi lewat perantara anak didik mereka yang terdiri dari manusiaโ€“ manusia munafik yang ada di dalam Islam untuk merusak Islam dan kaum Muslimin dari dalam. Dengan Islam yang demikian menurut para bapak orientalis lebih mengenal dan berhasil merusak aqidah, ibadah, muโ€™amalat dan ahklak kaum muslimin tanpa dicurigai dan disadari oleh sebagian kaum muslimin. Bahkan sebagian dari kaum pergerakan seperti Ikhwanul Muslimin dalam sebagian manhajnya sangat terpengaruh dengan ajaran ini, meskipun mereka selalu berteriak tentang bahaya Ghazwul fikr (perang intelektual) dan pentingnya Fiqhul Waaqiโ€™ (fiqih realita)!!! Hal ini disebabkan kebodohan dan penyimpangan mereka terhadap manhaj yang haq, manhaj Salafush Shalih. Bagaimana mungkin mereka sanggup menerangi umat dan mengalahkan Yahudi, padahal baru melangkahkan kaki saja, mereka telah terperangkap oleh tipu daya yahudi?!. Tahu atau tidak tahu. Kemudian, sebagian dari ajaran dari Yahudi mereka jadikan asas dalam manhaj mereka, yang mereka perjuangkan dengan sebenarโ€“benarnya jihat kebatilan. Oleh karena itu, menurut pendapat saya bahwa orientalis pada hari ini yang bergentayangan di negeriโ€“negeri Islam ialah mereka yang berpakaian dengan pakaian Islam, akan tetapi ruh, badannya dan akal pikirnya Orientalis Tulen. Mereka inilah salah satu kelompok yang dimaksud oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan predikat para daโ€™i yang berada di pintu-pintu jahannam di dalam Hadits shahih. [Lihat Hadits riwayat al-Bukhari no. 3606, 3607 & 7084 dan Muslim no. 1847]

POKOK-POKOK KESESATAN MEREKA
Kalau saudara bertanya lagi, “Apakah sebenarnya hakekat ajaran mereka, ushul dan furuโ€™nya?

Saya menjawab :
1. Mereka mengajarkan kepada kaum Muslimin wihdatul adyaan (kesatuan agama-agama), bahwa semua agama sama , sama baiknya, satu tujuan kepada-Nya!?
Anehnya mereka ajarkan keyakinan yang kufur ini hanya kepada kaum Muslimin saja, tidak kepada penganut agamaโ€“agama yang selain Islam!!!.

2. Mereka memasukkan keraguan (tasykik) ke dalam hati dan pikiran kaum Muslimin akan kebenaran agama Islamnya.

3. Mereka masukan ajaran-ajaran di luar Islam ke dalam Islam agar diyakini dan diamalkan oleh kaum Muslimin.

4. Mereka memberikan tafsiranโ€“tafsiran terhadap Islam yang sesuai dengan tujuan mereka yaitu membatalkan syariโ€™at.

5. Mereka memasukkan sesuatu yang batil (kebatilan) dan hal-hal yang haram bahkan kekufuran dan kesyirikan bersama sejumah bidโ€™ah iโ€™tiqadiyyah (keyakinan) dan amaliyyah ke dalam persoalan khilafiyah atau masalah yang masih di perselisihkan oleh Ulama menyalahi kenyataannya. Tujuannya, agar kaum Muslimin yang awam atau jahil terhadap kaidahโ€“kaidah agama akan mengira dengan persangkaan kebodohan, bahwa masalah tersebut yang dilemparkan dan dimasukkan oleh kaum zindiq adalah masalahโ€“masalah khilafiyyah!? Bukan sebagai suatu masalah yang telah disepakati kebatilannya dan keharamannya!!!

6. Setelah selesai masalah di atas (poin No. 5), kemudian mereka pun memberikan kebebasan sebebasโ€“bebasnya kepada kaum Muslimin untuk menerjemahkan dan menafsirkan Islam sesuai kehendak, tujuan dan masudnya masingโ€“masing dengan alasan toleransi dalam berbeda tafsiran. Inilah hakekat mempermainkan dan mengolok โ€“olok agama Allah Azza wa Jalla.

7. Setelah berhasil dalam masalah di atas (point no. 6), mereka mengatakan pada kaum Muslimin bahwa kebenaran bersifat nisbi (relatif), kita tidak bisa mengatakan bahwa agama kita Islam yang haq sedangkan yang selainnya batil. Demikian juga kita tidak boleh mengatakan bahwa selain dari agama kita Al Islam adalah kufur dan syirik. Oleh karena itu, kebenaran bersifat nisbi (relatif), maka di dunia ini kita belum tahu agama siapa yang benar dan yang salah. Bisa jadi agama kita yang benar dan agama yang lain salah atau sebaliknya. Kita tidak tahu dengan pasti karena nisbinya kebenaran itu sebelum kita sampai pada pengadilan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, menurut pendapat kami (baca: para syaithan) bahwa semua agama itu sama benar dan baiknya (poin no. 1). Tidak perlu kita mengatakan agama kami yang benar dan agamamu yang salah. Dengan demikian kita dapat menyelesaikan perselisihan dan peperangan antar umat beragama. Demikianlah seruan sesat mereka.

Maka katakanlah kepada mereka, “Wahai kaum zindiq, kalau kebenaran itu sifatnya nisbi, yang maknanya bahwa seseorang itu tidak dapat memastikan sesuatu itu benar atau salah, maka berdasarkan kaidahmu wahai zindiq. bahwa para pembunuh, perampok, koruptor dan pencuri dan lain-!ain tidak bisa disalahkan, karena bisa jadi perbuatan mereka yang benar dan kita yang salah atau sebaliknya. Bagaimana menurut pendapatmu wahai kaum zanaadiqoh?

Kalau engkau mengatakan perbuatan mereka itu salah karena telah membunuh dan seterusnya, maka jadilah engkau sedunguโ€“dungu manusia ketika engkau menyalahkan seorang pembunuh atau pencuri, tetapi engkau membenarkan agamaโ€“ agama yang batil dan kufur yang mengajarkan kesesatan yang maha besar kepada manusia, bukankah engkau tidak menimbang kecuali dengan timbangan iblis!!!

Saya perlu menjelaskan kepada para pembaca yang terhormat agar tidak terjadi kesamaran atau saya menyembunyikan apa yang saya ketahui sejak dua puluh tahun lebih yang lalu. Ketahuilah wahai saudara โ€“ saudaraku! Salah satu madrasah mereka di negeri kita ini yaitu kelompok Paramadina dengan โ€˜kitab suciโ€™nya Fiqih Lintas Agama.

Telah terbit sebuah kitab dengan judul FIQIH LINTAS AGAMA (!?) yang ditulis oleh salah satu sekte dalam Islam yang sangat sesat dan menyesatkan, yaitu kelompok Paramadina, yang diketuai Nurcholish Madjid [1]. Kitab di atas sangatlah sesat dan menyesatkan kaum Muslimin, para penulisnya telah memenuhi kitabnya tersebut dengan berbagai macam kerusakan [2]. Di antara bahayanya:

Kesesatan dan kerusakannya yang dapat saya simpulkan ialah :
1. Mengajak kepada Wihdatul adyaan (kesatuan agama โ€“agama). Bahwa semua agama -apa sajaโ€“ sama di sisi Allah Azza wa Jalla, semua diterima oleh Allah Azza wa Jalla, meskipun ajaranya dan caranya berbeda.

2. Semua agama baik dan mengajarkan kebaikan kepada umatnya masing-masing. Oleh karena itu, apabila umat manusia menjalankan agamanya dengan baik dan benar -karena semua agama itu baik dan benar- maka mereka akan mendapat pahala dan masuk surga.

3. Orang yang kafir ialah orang yang tidak menjalankan ajaran agamanya atau yang tidak beragama atau yang menentang agama. Selama mereka mengamalkan ajaran agamanya, maka mereka tidak dicap sebagai orang kafir. Orang Yahudi tidak kafir selama mereka mengamalkan agamanya. Orang Nashara tidak kafir selama mereka mengamalkan agamanya. Orang Majusi tidak kafir selama mereka mengamalkan agamanya dan begitulah seterusnya.

4. Dipenuhi dengan berbagai macam kebohonganโ€“kebohongan besar dengan mengatasnamakan Allah Azza wa Jalla, Rasul-Nya , para nabi dan rasul, Islam, al-Qur`an, Taurat dan Injil dan seterusnya.

5. Talbis mereka seperti talbisnya iblis dengan mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan.
6. Tipu muslihat dan kelicikan mereka dalam menulis.
7. Menghilangkan amanah ilmiyyah.
8. Kejahilan mereka terhadap Dinul Islam yang sangat murakkab (berlipat-ganda), walaupun mereka berlagak alim sebagaimana kebiasaan orang-orang munafiqun.
9. Celaan dan penghinaan mereka terhadap para Sahabat, Taabi’in dan Taabi’ut taabi’in sebagai tiga generasi terbaik di dalam umat ini.
10. Mereka telah merubah makna ayatโ€“ayat al-Qur’an sebagaimana yang pernah dilakukan guru besar mereka ketika mereka merubah Taurat dan Inji!
11. Celaan dan penghinaan mereka kepada Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, seorang Sahabat besar.
12. Celaan dan penghinaan mereka kepada Imam -Syafi’i rahimahullah.
13. Menyembunyikan ilmu
14. Memenggal kemudian merubah sabda Nabi yang mulia .
15. Mendahulukan akal dari wahyu aI-Qur’an dan Sunnah.
16. Mereka bermanhaj dengan manhaj filsafat batiniyyah (kebatinan).
17. Mereka menterjemahkan dan menafsirkan Islam sesuai dengan manhaj kaum zindiq.
18. Mereka menyamakan dan mempertemukan Islam dengan agama-agama yang lain yang menjadi ciri-ciri khas kaum zindiq.
19. Mereka memuliakan dan meninggikan agama – agama selain Islam persis seperti kebiasaan kaum munafikun.

Mereka menamakan buku mereka dengan nama yang rancu, “FIQIH LINTAS AGAMA(!?)” Nama yang tidak pernah dipergunakan oleh para Ulama dalam menamakan kitab-kitab mereka. Sebuah nama yang menunjukkan isi dan kesesatan para penulisnya. Antara judul dan isinya sangat bertentangan. Mereka menamakannya Fiqih Lintas Agama, yang dimaksud adalah bertemunya agama-agama dalam satu titik. Anehnya, mereka sodorkan ini kepada Islam dan kaum Muslimin tidak kepada yang lain. Kenapa ?
Baca lebih lanjut