Info Kajian untuk Umum ๐Ÿ‚ *PURWOREJO* Bersama: ๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)


๐Ÿƒ Info Kajian untuk Umum
๐Ÿ‚ *PURWOREJO*
Majelis Ilmu…Taman Taman Surga…
ุงู ู†ู’ ุดูŽุข ุกูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุชุนุงู„ู‰

Bersama:
๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)

๐Ÿ“– MATERI:
MERAIH KHUSNUL KHATIMAH

๐Ÿ—“Sabtu,25 Syawal 1437/
30 Juli 2016

๐Ÿ•ฐbakda maghrib sd jam 21.00

๐Ÿ•Œ Masjid Sebomenggalan Kota Purworejo
_________________๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด
KAJIAN AKBAR
๐Ÿ“—NASEHAT BUAT SI KAYA DAN SI MISKIN

๐Ÿ“… WAKTU
Hari ahad,26 Syawal 1437 H / 31 Juli 2016
Jam 08.30 – dhuhur

๐ŸšฉTEMPAT
Masjid Jami As Sakinah Prayan Loano purworejo

๐ŸŽ™Sambutan: AKP Markotip,Kapolsek Loano (Mewakili Kapolres Purworejo)

๐Ÿ“ž CP / Info
085729912875

Present by:
๐Ÿš“Komunitas Masyarakat Cinta Polri KOMASCIPOL PURWOREJO
๐Ÿ€Yayasan Lajnah Istiqomah Purworejo
๐ŸŒ™Takmir Masjid Jami’ Sakinah & Sebomenggalan
๐ŸƒGrup Whasctapp Ahlus Sunnah Purworejo-Dakwah dan Bimbingan Islam
didukung oleh:

KEPOLISIAN RESORT PURWOREJO

~~~~~~~~~~~~~~~~~

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

Silakan disebarkan

————
Biodata singkat ustadz Firanda.ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Nama: Firanda Andirja bin Abidin .ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Pendidikan terakhir:

saat ini beliau sedang mengenyam pendidikan jenjang Doktor bidang Aqidah di universitas yang sama.

Menjadi pengajar berbahasa Indonesia di masjid Nabawi Madinah.

Guru-guru beliau:
1. Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad al badr
2. Syaikh Soleh Al-Suhaimi
3. Syaikh Abdurrazzaq bin abdul muhsin al abbad al badr- hafidhahumullahu jamii’an
Dan masyaikh lainnya
ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู…

Kajian Ustadz Firanda di Purworejo

Bahaya Asal-Asalan Sharing Dan Menyebarkan Berita Di Internet


adab menyebarkan berita

 

Beberapa media tidak bertanggung jawab, mereka asal saja memberitakan sesuatu tanpa tahu kebenarannya. Bagi media yang penting โ€œhebohโ€ dulu, โ€œrating viewโ€ mereka yang penting naik dan melonjak dahulu. Masalah klarifikasi, masalah belakangan yang penting โ€œheboh dan meraih keuntunganโ€.

Masih teringat beberapa berita yang ternyata faktanya sangat terbalik dengan kenyataan, akibatnya beberapa pihak dirugikan bahkan nama baiknya tercemar dan yang lebih parahnya beberapa dari mereka yang difitnah bisa di โ€œbullyโ€ dan diolok-olok oleh seantero penduduk dunia maya di internet.

Kita ambil contoh misalnya yang baru saja hangat:

-program pekan kondom nasional, dimana media memberitakan seolah-olah itu adalah program resmi dari kemenkes padahal bukan

-kemudian pernyataan kemenkes bahwa โ€œsemua obat mengandung babi dan tidak ada setifikat halalโ€, padahal kemenkes tidak pernah membuat pernyataan tersebut.

Akibatnya kemenkes di โ€œbullyโ€™, dicerca dan diolok-olok di seantero dunia maya. Dan tidak banyak ini dilakukan oleh saudara kita kaum muslimin.

Dan banya itu saja, masih banyak contoh kasus yang lainnya.

 

Larangan asal-asalan menyebarkan berita sebelum mengeceknya

Islam mengajarkan kita agar jangan setiap ada berita atau isu langsung diekspos ke masyarakat secara luas. Hendaklah kita jangan mudah termakan berita yang kurang jelas atau isu murahan kemudian ikut-kutan menyabarkannya padahal ilmu kita terbatas mengenai hal tersebut. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกู‡ูู…ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูŒ ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽู…ู’ู†ู ุฃูŽูˆู ุงู„ู’ุฎูŽูˆู’ูู ุฃูŽุฐูŽุงุนููˆุงู’ ุจูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฑูŽุฏู‘ููˆู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ูˆูŽุฅูู„ูŽู‰ ุฃููˆู’ู„ููŠ ุงู„ุฃูŽู…ู’ุฑู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูู…ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽู†ุจูุทููˆู†ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ู„ุงูŽ ููŽุถู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู ู„ุงูŽุชู‘ูŽุจูŽุนู’ุชูู…ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู‚ูŽู„ููŠู„ุงู‹

โ€œDan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri) . Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).โ€ (An-Nisa: 83)

 

Syaikh Abdurrahman bin Nasir As-Saโ€™diy rahimahullah menfsirkan ayat ini,

ู‡ุฐุง ุชุฃุฏูŠุจ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ู„ุนุจุงุฏู‡ ุนู† ูุนู„ู‡ู… ู‡ุฐุง ุบูŠุฑ ุงู„ู„ุงุฆู‚. ูˆุฃู†ู‡ ูŠู†ุจุบูŠ ู„ู‡ู… ุฅุฐุง ุฌุงุกู‡ู… ุฃู…ุฑ ู…ู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ุงู„ู…ู‡ู…ุฉ ูˆุงู„ู…ุตุงู„ุญ ุงู„ุนุงู…ุฉ ู…ุง ูŠุชุนู„ู‚ ุจุงู„ุฃู…ู† ูˆุณุฑูˆุฑ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู†ุŒ ุฃูˆ ุจุงู„ุฎูˆู ุงู„ุฐูŠ ููŠู‡ ู…ุตูŠุจุฉ ุนู„ูŠู‡ู… ุฃู† ูŠุชุซุจุชูˆุง ูˆู„ุง ูŠุณุชุนุฌู„ูˆุง ุจุฅุดุงุนุฉ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฎุจุฑุŒ ุจู„ ูŠุฑุฏูˆู†ู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฑุณูˆู„ ูˆุฅู„ู‰ ุฃูˆู„ูŠ ุงู„ุฃู…ุฑ ู…ู†ู‡ู…ุŒ ุฃู‡ู„ู ุงู„ุฑุฃูŠ ูˆุงู„ุนู„ู… ูˆุงู„ู†ุตุญ ูˆุงู„ุนู‚ู„ ูˆุงู„ุฑุฒุงู†ุฉุŒ ุงู„ุฐูŠู† ูŠุนุฑููˆู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ูˆูŠุนุฑููˆู† ุงู„ู…ุตุงู„ุญ ูˆุถุฏู‡ุง. ูุฅู† ุฑุฃูˆุง ููŠ ุฅุฐุงุนุชู‡ ู…ุตู„ุญุฉ ูˆู†ุดุงุทุง ู„ู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูˆุณุฑูˆุฑุง ู„ู‡ู… ูˆุชุญุฑุฒุง ู…ู† ุฃุนุฏุงุฆู‡ู… ูุนู„ูˆุง ุฐู„ูƒ. ูˆุฅู† ุฑุฃูˆุง ุฃู†ู‡ ู„ูŠุณ ููŠู‡ ู…ุตู„ุญุฉ ุฃูˆ ููŠู‡ ู…ุตู„ุญุฉ ูˆู„ูƒู† ู…ุถุฑุชู‡ ุชุฒูŠุฏ ุนู„ู‰ ู…ุตู„ุญุชู‡ุŒ ู„ู… ูŠุฐูŠุนูˆู‡

โ€œini adalah pengajaran dari Allah kepada Hamba-Nya bahwa perbuatan mereka [menyebarkan berita tidak jelas] tidak selayaknya dilakukan. Selayaknya jika datang kepada mereka suatu perkara yang penting, perkara kemaslahatan umum yang berkaitan dengan keamanan dan ketenangan kaum mukminin, atau berkaitan dengan ketakutan akan musibah pada mereka, agar mencari kepastian dan tidak terburu-buru menyebarkan berita tersebut. Bahkan mengembalikanย  perkara tersebut kepada Rasulullah [pemerintah] dan yang berwenang mengurusi perkara tersebut yaitu cendikiawan, ilmuan, peneliti, penasehat dan pembuat kebijaksanan. Merekalah yang mengetahui berbagai perkara dan mengetahui kemaslahatan dan kebalikannya. Jika mereka melihat bahwa dengan menyebarkannya ada kemaslahatan, kegembiraan dan kebahagiaan bagi kaum mukminin serta menjaga dari musuh, maka mereka akan menyebarkannya. Dan jika mereka melihat tidak ada kemaslahatan [menyebarkannya] atau ada kemaslahatan tetapi madharatnya lebih besar, maka mereka tidak menyebarkannya.[1]

 

Sebaiknya kita menyaring dulu berita yang sampai kepada kita dan tidak semua berita yang kita dapat kemudian kita sampaikan semuanya.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ูƒูŽุฐูุจู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญูŽุฏู‘ูุซูŽ ุจููƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ุณูŽู…ูุนูŽ

โ€œCukuplah sebagai bukti kedustaan seseorang bila ia menceritakan segala hal yang ia dengar.โ€[2]

 

Ancaman Hukuman terhadap mereka yang suka asal-asalan menyebarkan berita

Hukuman diakhirat yaitu mulut dan pipinya akan dirobek-robek. Sebagaimana dalam hadits berikut.

Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu โ€˜anhu, bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menceritakan mimpi beliau,

ุฑุฃูŠุช ุงู„ู„ูŠู„ุฉ ุฑุฌู„ูŠู† ุฃุชูŠุงู†ูŠุŒ ูุฃุฎุฐุง ุจูŠุฏูŠุŒ ูุฃุฎุฑุฌุงู†ูŠ ุฅู„ู‰ ุฃุฑุถ ูุถุงุกุŒ ุฃูˆ ุฃุฑุถ ู…ุณุชูˆูŠุฉุŒ ูู…ุฑุง ุจูŠ ุนู„ู‰ ุฑุฌู„ุŒ ูˆุฑุฌู„ ู‚ุงุฆู… ุนู„ู‰ ุฑุฃุณู‡ ุจูŠุฏู‡ ูƒู„ูˆุจ ู…ู† ุญุฏูŠุฏุŒ ููŠุฏุฎู„ู‡ ููŠ ุดุฏู‚ู‡ุŒ ููŠุดู‚ู‡ุŒ ุญุชู‰ ูŠุจู„ุบ ู‚ูุงู‡ุŒ ุซู… ูŠุฎุฑุฌู‡ ููŠุฏุฎู„ู‡ ููŠ ุดุฏู‚ู‡ ุงู„ุขุฎุฑุŒ ูˆูŠู„ุชุฆู… ู‡ุฐุง ุงู„ุดุฏู‚ุŒ ูู‡ูˆ ูŠูุนู„ ุฐู„ูƒ ุจู‡

Tadi malam saya melihat ada dua orang yang mendatangiku, lalu mereka memegang lenganku, kemudian mengajakku keluar ke tanah lapang. Kemudian kami melewati dua orang, yang satu berdiri di dekat kepala temannya dengan membawa gancu besi. Gancu itu dimasukkan ke dalam mulutnya, kemudian ditarik hingga robek pipinya sampai ke tengkuk. Dia tarik, lalu dia masukkan lagi ke dalam mulut dan dia tarik hingga robek pipi sisi satunya. Kemudian bekas pipi robek tadi kembali pulih dan dirobek lagi, dan begitu seterusnya.

Di akhir hadis, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dijelaskan Malaikat, apa maksud kejadian yang beliau lihat

ุฃู…ุง ุงู„ุฑุฌู„ ุงู„ุฃูˆู„ ุงู„ุฐูŠ ุฑุฃูŠุช ูุฅู†ู‡ ุฑุฌู„ ูƒุฐุงุจุŒ ูŠูƒุฐุจ ุงู„ูƒุฐุจุฉ ูุชุญู…ู„ ุนู†ู‡ ููŠ ุงู„ุขูุงู‚ุŒ ูู‡ูˆ ูŠุตู†ุน ุจู‡ ู…ุง ุฑุฃูŠุช ุฅู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉุŒ ุซู… ูŠุตู†ุน ุงู„ู„ู‡ ุจู‡ ู…ุง ุดุงุก

Orang pertama yang kamu lihat, itu adalah seorang pendusta. Dia membuat kedustaan dan dia sebarkan ke seluruh penjuru dunia. Dia dihukum seperti itu sampai kiamat, kemudian Allah sikapi sesuai yang Dia kehendaki.[3]

 

Semoga kita termasuk orang yang bisa selalu mengklarifikasi berita dan tidak termasuk orang yang menyebarkan berita-berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Demikian semoga bermanfaat.

 

Alhamdulillahilladzi bi niโ€™matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu โ€˜ala nabiyyina Muhammad wa โ€˜ala alihi wa shahbihi wa sallam

 

@RS Mitra Sehat, Wates, Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Sumber : Artikel www.muslimafiyah.com

[1] Taisir Karimir Rahmah hal 170, Daru Ibnu Hazm, Beirut, cetakan pertama, 1424 H

[2]ย  HR. Muslim

[3] HR. Ahmad 20165 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth

Hukum Merayakan Tahun Baru


0happy_new_year

Sejarah Tahun Baru Masehi

Beberapa hari lagi kita akan menyaksikan perayaan besar, perayaan yang dilangsungkan secara massif oleh masyarakat di seluruh dunia. Ya, itulah perayaan tahun baru yang secara rutin disambut dan dimeriahkan dengan berbagai acara dan kemeriahan.

Perayaan tahun baru masehi memiliki sejarah panjang. Banyak di antara orang-orang yang ikut merayakan hari itu tidak mengetahui kapan pertama kali acara tersebut diadakan dan latar belakang mengapa hari itu dirayakan. Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama Janus, The God of Gates, Doors, and Beeginnings. Janus adalah seorang dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville โ€œLes รฉpithetes cultuels de Janusโ€ inMรฉlanges de lโ€™รฉcole franรงaise de Rome (Antiquitรฉ), hal.ย 399-400)

Fakta ini menyimpulkan bahwa perayaan tahun baru sama sekali tidak berasal dari budaya kaum muslimin. Pesta tahun baru masehi, pertama kali dirayakan orang kafir, yang notabene masyarakat paganis Romawi.

Acara ini terus dirayakan oleh masyarakt modern dewasa ini, walaupun mereka tidak mengetahui spirit ibadah pagan adalah latar belakang diadakannya acara ini. Mereka menyemarakkan hari ini dengan berbagai macam permainan, menikmati indahnya langit dengan semarak cahaya kembang api, dsb.

Tahun Baru = Hari Raya Orang Kafir

Turut merayakan tahun baru statusnya sama dengan merayakan hari raya orang kafir. Dan ini hukumnya terlarang. Di antara alasan statement ini adalah:

Pertama, turut merayakan tahun baru sama dengan meniru kebiasaan mereka. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarang kita untuk meniru kebiasaan orang jelek, termasuk orang kafir. Beliau bersabda,

ู…ู† ุชุดุจู‡ ุจู‚ูˆู… ูู‡ูˆ ู…ู†ู‡ู…

โ€œSiapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.โ€ (Hadis shahih riwayat Abu Daud)

Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan,

ู…ู† ุจู†ู‰ ุจุฃุฑุถ ุงู„ู…ุดุฑูƒูŠู† ูˆุตู†ุน ู†ูŠุฑูˆุฒู‡ู… ูˆู…ู‡ุฑุฌุงู†ุงุชู‡ู… ูˆุชุดุจู‡ ุจู‡ู… ุญุชู‰ ูŠู…ูˆุช ุฎุณุฑ ููŠ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ

โ€œSiapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majusi), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat.โ€

Kedua, mengikuti hari raya mereka termasuk bentuk loyalitas dan menampakkan rasa cinta kepada mereka. Padahal Allah melarang kita untuk menjadikan mereka sebagai kekasih (baca: memberikan loyalitas) dan menampakkan cinta kasih kepada mereka. Allah berfirman,

ูŠุง ุฃูŠู‡ุง ุงู„ุฐูŠู† ุขู…ู†ูˆุง ู„ุง ุชุชุฎุฐูˆุง ุนุฏูˆูŠ ูˆุนุฏูˆูƒู… ุฃูˆู„ูŠุงุก ุชู„ู‚ูˆู† ุฅู„ูŠู‡ู… ุจุงู„ู…ูˆุฏุฉ ูˆู‚ุฏ ูƒูุฑูˆุง ุจู…ุง ุฌุงุกูƒู… ู…ู† ุงู„ุญู‚ โ€ฆ

โ€œHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (rahasia), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu..โ€ (QS. Al-Mumtahanan: 1)

Ketiga, Hari raya merupakan bagian dari agama dan doktrin keyakinan, bukan semata perkara dunia dan hiburan. Ketika Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam datang di kota Madinah, penduduk kota tersebut merayakan dua hari raya, Nairuz dan Mihrajan. Beliau pernah bersabda di hadapan penduduk madinah,

ู‚ุฏู…ุช ุนู„ูŠูƒู… ูˆู„ูƒู… ูŠูˆู…ุงู† ุชู„ุนุจูˆู† ููŠู‡ู…ุง ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆ ุฌู„ ุฃุจุฏู„ูƒู… ุจู‡ู…ุง ุฎูŠุฑุง ู…ู†ู‡ู…ุง ูŠูˆู… ุงู„ูุทุฑ ูˆูŠูˆู… ุงู„ู†ุญุฑ

โ€œSaya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; idul fitri dan idul adha.โ€ (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasaโ€™i).

Perayaan Nairuz dan Mihrajan yang dirayakan penduduk madinah, isinya hanya bermain-main dan makan-makan. Sama sekali tidak ada unsur ritual sebagaimana yang dilakukan orang majusi, sumber asli dua perayaan ini. Namun mengingat dua hari tersebut adalah perayaan orang kafir, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarangnya. Sebagai gantinya, Allah berikan dua hari raya terbaik: Idul Fitri dan Idul Adha.
Untuk itu, turut bergembira dengan perayaan orang kafir, meskipun hanya bermain-main, tanpa mengikuti ritual keagamaannya, termasuk perbuatan yang telarang, karena termasuk turut mensukseskan acara mereka.

Keempat, Allah berfirman menceritakan keadaan โ€˜ibadur rahman (hamba Allah yang pilihan),

ูˆ ุงู„ุฐูŠู† ู„ุง ูŠุดู‡ุฏูˆู† ุงู„ุฒูˆุฑ โ€ฆ

โ€œDan orang-orang yang tidak turut dalam kegiatan az-Zuurโ€ฆโ€
Sebagian ulama menafsirkan kata โ€˜az-Zuurโ€™ pada ayat di atas dengan hari raya orang kafir. Artinya berlaku sebaliknya, jika ada orang yang turut melibatkan dirinya dalam hari raya orang kafir berarti dia bukan orang baik.

Artikel http://www.KonsultasiSyariah.com

Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal?


Alhamdulillahi robbil โ€˜alamin, wa shalaatu wa salaamu โ€˜ala nabiyyina Muhammad wa โ€˜ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nashrani. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani, sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca: cendekiawan), sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani tidaklah mengapa (alias โ€˜boleh-boleh sajaโ€™). Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan.
Namun untuk mengetahui manakah yang benar, tentu saja kita harus merujuk pada Al Qurโ€™an dan As Sunnah, juga pada ulama yang mumpuni, yang betul-betul memahami agama ini. Ajaran islam ini janganlah kita ambil dari sembarang orang, walaupun mungkin orang-orang yang diambil ilmunya tersebut dikatakan sebagai cendekiawan. Namun sayang seribu sayang, sumber orang-orang semacam ini kebanyakan merujuk pada perkataan orientalis barat yang ingin menghancurkan agama ini. Mereka berusaha mengutak-atik dalil atau perkataan para ulama yang sesuai dengan hawa nafsunya. Mereka bukan karena ingin mencari kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya, namun sekedar mengikuti hawa nafsu. Jika sesuai dengan pikiran mereka yang sudah terkotori dengan paham orientalis, barulah mereka ambil. Namun jika tidak bersesuaian dengan hawa nafsu mereka, mereka akan tolak mentah-mentah. Ya Allah, tunjukilah kami kepada kebenaran dari berbagai jalan yang diperselisihkan โ€“dengan izin-Mu-

Semoga dengan berbagai fatwa dari ulama yang mumpuni, kita mendapat titik terang mengenai permasalahan ini.

Fatwa Pertama: Mengucapkan Selamat Natal dan Merayakan Natal Bersama

Berikut adalah fatwa ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah, dari kumpulan risalah (tulisan) dan fatwa beliau (Majmuโ€™ Fatawa wa Rosail Ibnu โ€˜Utsaimin), 3/28-29, no. 404.

Beliau rahimahullah pernah ditanya,
โ€œApa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmas) pada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi, tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, karena malu, karena kondisi tertekan, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?โ€

Beliau rahimahullah menjawab:
Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijmaโ€™ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah. Beliau rahimahullah mengatakan, โ€œAdapun memberi ucapan selamat pada syiโ€™ar-syiโ€™ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijmaโ€™ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, โ€˜Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimuโ€™, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bidโ€™ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Taโ€™ala.โ€ โ€“Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah-

Dari penjelasan di atas, maka dapat kita tangkap bahwa mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan. Alasannya, ketika mengucapkan seperti ini berarti seseorang itu setuju dan ridho dengan syiar kekufuran yang mereka perbuat. Meskipun mungkin seseorang tidak ridho dengan kekufuran itu sendiri, namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk ridho terhadap syiar kekufuran atau memberi ucapan selamat pada syiar kekafiran lainnya karena Allah Taโ€™ala sendiri tidaklah meridhoi hal tersebut. Allah Taโ€™ala berfirman,

ุฅูู†ู’ ุชูŽูƒู’ููุฑููˆุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุบูŽู†ููŠูŒู‘ ุนูŽู†ู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ุถูŽู‰ ู„ูุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุงู„ู’ูƒููู’ุฑูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุดู’ูƒูุฑููˆุง ูŠูŽุฑู’ุถูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’

โ€œJika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.โ€ (Qs. Az Zumar [39]: 7)

Allah Taโ€™ala juga berfirman,

ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู’ุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุชู’ู…ูŽู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููŠ ูˆูŽุฑูŽุถููŠุชู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ูŽ ุฏููŠู†ู‹ุง

โ€œPada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu niโ€™mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.โ€ (Qs. Al Maidah [5]: 3)

Apakah Perlu Membalas Ucapan Selamat Natal?

Baca lebih lanjut