Category Archives: Zakat

Info Kajian untuk Umum ๐Ÿ‚ *PURWOREJO* Bersama: ๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)


๐Ÿƒ Info Kajian untuk Umum
๐Ÿ‚ *PURWOREJO*
Majelis Ilmu…Taman Taman Surga…
ุงู ู†ู’ ุดูŽุข ุกูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุชุนุงู„ู‰

Bersama:
๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)

๐Ÿ“– MATERI:
MERAIH KHUSNUL KHATIMAH

๐Ÿ—“Sabtu,25 Syawal 1437/
30 Juli 2016

๐Ÿ•ฐbakda maghrib sd jam 21.00

๐Ÿ•Œ Masjid Sebomenggalan Kota Purworejo
_________________๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด
KAJIAN AKBAR
๐Ÿ“—NASEHAT BUAT SI KAYA DAN SI MISKIN

๐Ÿ“… WAKTU
Hari ahad,26 Syawal 1437 H / 31 Juli 2016
Jam 08.30 – dhuhur

๐ŸšฉTEMPAT
Masjid Jami As Sakinah Prayan Loano purworejo

๐ŸŽ™Sambutan: AKP Markotip,Kapolsek Loano (Mewakili Kapolres Purworejo)

๐Ÿ“ž CP / Info
085729912875

Present by:
๐Ÿš“Komunitas Masyarakat Cinta Polri KOMASCIPOL PURWOREJO
๐Ÿ€Yayasan Lajnah Istiqomah Purworejo
๐ŸŒ™Takmir Masjid Jami’ Sakinah & Sebomenggalan
๐ŸƒGrup Whasctapp Ahlus Sunnah Purworejo-Dakwah dan Bimbingan Islam
didukung oleh:

KEPOLISIAN RESORT PURWOREJO

~~~~~~~~~~~~~~~~~

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

Silakan disebarkan

————
Biodata singkat ustadz Firanda.ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Nama: Firanda Andirja bin Abidin .ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Pendidikan terakhir:

saat ini beliau sedang mengenyam pendidikan jenjang Doktor bidang Aqidah di universitas yang sama.

Menjadi pengajar berbahasa Indonesia di masjid Nabawi Madinah.

Guru-guru beliau:
1. Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad al badr
2. Syaikh Soleh Al-Suhaimi
3. Syaikh Abdurrazzaq bin abdul muhsin al abbad al badr- hafidhahumullahu jamii’an
Dan masyaikh lainnya
ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู…

Kajian Ustadz Firanda di Purworejo

Iklan

Panduan Zakat Fithri


 

Zakat secara bahasa berarti an namaaโ€™ (tumbuh), az ziyadah (bertambah), ash sholah (perbaikan), menjernihkan sesuatu dan sesuatu yang dikeluarkan dari pemilik untuk menyucikan dirinya.

Fithri sendiri berasal dari kata ifthor, artinya berbuka (tidak berpuasa). Zakat disandarkan pada kata fithri karena fithri (tidak berpuasa lagi) adalah sebab dikeluarkannya zakat tersebut.[1] Ada pula ulama yang menyebut zakat ini juga dengan sebutan โ€œfithrohโ€, yang berarti fitrah/ naluri. An Nawawi mengatakan bahwa untuk harta yang dikeluarkan sebagai zakat fithri disebut dengan โ€œfithrohโ€[2]. Istilah ini digunakan oleh para pakar fikih.

Sedangkan menurut istilah, zakat fithri berarti zakat yang diwajibkan karena berkaitan dengan waktu ifthor (tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan.[3]

Hikmah Disyariโ€™atkan Zakat Fithri

Hikmah disyariโ€™atkannya zakat fithri adalah: (1) untuk berkasih sayang dengan orang miskin, yaitu mencukupi mereka agar jangan sampai meminta-minta di hari โ€˜ied, (2) memberikan rasa suka cita kepada orang miskin supaya mereka pun dapat merasakan gembira di hari โ€˜ied, dan (3) membersihkan kesalahan orang yang menjalankan puasa akibat kata yang sia-sia dan kata-kata yang kotor yang dilakukan selama berpuasa sebulan.[4]

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, ia berkata,

ููŽุฑูŽุถูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฒูŽูƒูŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุทูู‡ู’ุฑูŽุฉู‹ ู„ูู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽุบู’ูˆู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽููŽุซู ูˆูŽุทูุนู’ู…ูŽุฉู‹ ู„ูู„ู’ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู†ู ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู‘ูŽุงู‡ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ููŽู‡ูู‰ูŽ ุฒูŽูƒูŽุงุฉูŒ ู…ูŽู‚ู’ุจููˆู„ูŽุฉูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู‘ูŽุงู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ููŽู‡ูู‰ูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุงุชู.

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.โ€[5]

Hukum Zakat Fithri

Zakat Fithri adalah shodaqoh yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim pada hari berbuka (tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan. Bahkan Ishaq bin Rohuyah menyatakan bahwa wajibnya zakat fithri seperti ada ijmaโ€™ (kesepakatan ulama) di dalamnya[6]. Bukti dalil dari wajibnya zakat fithri adalah hadits Ibnu Umar radhiyallahu โ€˜anhuma, ia berkata,

ููŽุฑูŽุถูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ุฒูŽูƒูŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุชูŽู…ู’ุฑู ุŒ ุฃูŽูˆู’ ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุดูŽุนููŠุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ูˆูŽุงู„ู’ุญูุฑู‘ู ุŒ ูˆูŽุงู„ุฐู‘ูŽูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู„ุฃูู†ู’ุซูŽู‰ ุŒ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุบููŠุฑู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุจููŠุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูุคูŽุฏู‘ูŽู‰ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฎูุฑููˆุฌู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู

โ€Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu shoโ€™ kurma atau satu shoโ€™ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat โ€˜ied.โ€[7]

Perlu dipehatikan bahwa shogir (anak kecil) dalam hadits ini tidak termasuk di dalamnya janin. Karena ada sebagian ulama seperti Ibnu Hazm yang mengatakan bahwa janin juga wajib dikeluarkan zakatnya. Hal ini kurang tepat karena janin tidaklah disebut shogir dalam bahasa Arab juga secara โ€˜urf (kebiasaan yangg ada). [8]

Yang Berkewajiban Membayar Zakat Fithri

Zakat fithri ini wajib ditunaikan oleh: (1) setiap muslim karena untuk menutupi kekurangan puasa yang diisi dengan perkara sia-sia dan kata-kata kotor, (2) yang mampu mengeluarkan zakat fithri.

Menurut mayoritas ulama, batasan mampu di sini adalah mempunyai kelebihan makanan bagi dirinya dan yang diberi nafkah pada malam dan siang hari โ€˜ied. Jadi apabila keadaan seseorang seperti ini berarti dia dikatakan mampu dan wajib mengeluarkan zakat fithri. Orang seperti ini yang disebut ghoni (berkecukupan) sebagaimana sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ูˆูŽุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ู…ูŽุง ูŠูุบู’ู†ููŠู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุณู’ุชูŽูƒู’ุซูุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ยป ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูุบู’ู†ููŠู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุดูุจูŽุนู ูŠูŽูˆู’ู…ู ูˆูŽู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ู

โ€œBarangsiapa meminta-minta, padahal dia memiliki sesuatu yang mencukupinya, maka sesungguhnya dia telah mengumpulkan bara api.โ€ Mereka berkata, โ€Wahai Rasulullah, bagaimana ukuran mencukupi tersebut?โ€ Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€Seukuran makanan yang mengenyangkan untuk sehari-semalam. [9]โ€[10]

Dari syarat di atas menunjukkan bahwa kepala keluarga wajib membayar zakat fithri orang yang ia tanggung nafkahnya.[11] Menurut Imam Malik, ulama Syafiโ€™iyah dan mayoritas ulama, suami bertanggung jawab terhadap zakat fithri si istri karena istri menjadi tanggungan nafkah suami.[12]

Kapan Seseorang Mulai Terkena Kewajiban Membayar Zakat Fithri?

Seseorang mulai terkena kewajiban membayar zakat fithri jika ia bertemu terbenamnya matahari di malam hari raya Idul Fithri. Jika dia mendapati waktu tersebut, maka wajib baginya membayar zakat fithri. Inilah yang menjadi pendapat Imam Asy Syafiโ€™i.[13] Alasannya, karena zakat fithri berkaitan dengan hari fithri, hari tidak lagi berpuasa. Oleh karena itu, zakat ini dinamakan demikian (disandarkan pada kata fithri) sehingga hukumnya juga disandarkan pada waktu fithri tersebut.[14]

Misalnya, apabila seseorang meninggal satu menit sebelum terbenamnya matahari pada malam hari raya, maka dia tidak punya kewajiban dikeluarkan zakat fithri. Namun, jika ia meninggal satu menit setelah terbenamnya matahari maka wajib baginya untuk mengeluarkan zakat fithri. Begitu juga apabila ada bayi yang lahir setelah tenggelamnya matahari maka tidak wajib dikeluarkan zakat fithri darinya, tetapi dianjurkan sebagaimana terdapat perbuatan dari Utsman bin โ€˜Affan yang mengeluarkan zakat fithri untuk janin. Namun, jika bayi itu terlahir sebelum matahari terbenam, maka zakat fithri wajib untuk dikeluarkan darinya.

Bentuk Zakat Fithri

Bentuk zakat fithri adalah berupa makanan pokok seperti kurma, gandum, beras, kismis, keju dan semacamnya. Inilah pendapat yang benar sebagaimana dipilih oleh ulama Malikiyah, Syafiโ€™iyah, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmuโ€™ Fatawa. Namun hal ini diselisihi oleh ulama Hanabilah yang membatasi macam zakat fithri hanya pada dalil (yaitu kurma dan gandum). Pendapat yang lebih tepat adalah pendapat pertama, tidak dibatasi hanya pada dalil.[15]

Perlu diketahui bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu shoโ€™ kurma atau gandum karena ini adalah makanan pokok penduduk Madinah. Seandainya itu bukan makanan pokok mereka tetapi mereka mengkonsumsi makanan pokok lainnya, tentu beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak akan membebani mereka mengeluarkan zakat fithri yang bukan makanan yang biasa mereka makan. Sebagaimana juga dalam membayar kafaroh diperintahkan seperti ini. Allah Taโ€™ala berfirman,

ููŽูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุชูู‡ู ุฅูุทู’ุนูŽุงู…ู ุนูŽุดูŽุฑูŽุฉู ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู’ุณูŽุทู ู…ูŽุง ุชูุทู’ุนูู…ููˆู†ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ููŠูƒูู…ู’

โ€œMaka kafaroh (melanggar) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu.โ€ (QS. Al Maidah: 89). Zakat fithri pun merupakan bagian dari kafaroh karena di antara tujuan zakat ini adalah untuk menutup kesalahan karena berkata kotor dan sia-sia.[16]

Ukuran Zakat Fithri

Para ulama sepakat bahwa kadar wajib zakat fithri adalah satu shoโ€™ dari semua bentuk zakat fithri kecuali untuk qomh (gandum) dan zabib (kismis) sebagian ulama membolehkan dengan setengah shoโ€™.[17] Dalil dari hal ini adalah hadits Ibnu โ€˜Umar yang telah disebutkan bahwa zakat fithri itu seukuran satu shoโ€™ kurma atau gandum. Dalil lainnya adalah dari Abu Saโ€™id Al Khudri radhiyallahu โ€˜anhu, ia mengatakan,

ูƒูู†ู‘ูŽุง ู†ูุนู’ุทููŠู‡ูŽุง ูููŠ ุฒูŽู…ูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุทูŽุนูŽุงู…ู ุŒ ุฃูŽูˆู’ ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุชูŽู…ู’ุฑู ุŒ ุฃูŽูˆู’ ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุดูŽุนููŠุฑู ุŒ ุฃูŽูˆู’ ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฒูŽุจููŠุจู

โ€œDahulu di zaman Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kami menunaikan zakat fithri berupa 1 shoโ€™ bahan makanan, 1 shoโ€™ kurma, 1 shoโ€™ gandum atau 1 shoโ€™ kismis.โ€[18] Dalam riwayat lain disebutkan,

ุฃูŽูˆู’ ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‚ูุทู

โ€œAtau 1 shoโ€™ keju.โ€[19]

Satu shoโ€™ adalah ukuran takaran yang ada di masa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Para ulama berselisih pendapat bagaimanakah ukuran takaran ini. Lalu mereka berselisih pendapat lagi bagaimanakah ukuran timbangannya.[20] Satu shoโ€™ dari semua jenis ini adalah seukuran empat cakupan penuh telapak tangan yang sedang[21]. Ukuran satu shoโ€™ jika diperkirakan dengan ukuran timbangan adalah sekitar 3 kg.[22] Ulama lainnya mengatakan bahwa satu shoโ€™ kira-kira 2,157 kg.[23] Artinya jika zakat fithri dikeluarkan 2,5 kg, sudah dianggap sah. Wallahu aโ€™lam.

Bolehkah Mengeluarkan Zakat Fithri dengan Uang?

Ulama Malikiyah, Syafiโ€™iyah dan Hanabilah berpendapat bahwa tidak boleh menyalurkan zakat fithri dengan uang yang senilai dengan zakat. Karena tidak ada satu pun dalil yang menyatakan dibolehkannya hal ini. Sedangkan ulama Hanafiyah berpendapat bolehnya zakat fithri diganti dengan uang.

Pendapat yang tepat dalam masalah ini adalah tidak bolehnya zakat fithri dengan uang sebagaimana pendapat mayoritas ulama.

Abu Daud mengatakan,

ู‚ููŠู„ูŽ ู„ูุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุณู’ู…ูŽุนู : ุฃูุนู’ุทููŠ ุฏูŽุฑูŽุงู‡ูู…ูŽ โ€“ ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ูููŠ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุงู„ู’ููุทู’ุฑู โ€“ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฃูŽุฎูŽุงูู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูุฌู’ุฒูุฆูŽู‡ู ุฎูู„ูŽุงูู ุณูู†ู‘ูŽุฉู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ .

โ€œImam Ahmad ditanya dan aku pun menyimaknya. Beliau ditanya oleh seseorang, โ€œBolehkah aku menyerahkan beberapa uang dirham untuk zakat fithri?โ€ Jawaban Imam Ahmad, โ€œAku khawatir seperti itu tidak sah. Mengeluarkan zakat fithri dengan uang berarti menyelisihi perintah Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamโ€.

Abu Tholib berkata berkata bahwa Imam Ahmad berkata padanya,

ู„ูŽุง ูŠูุนู’ุทููŠ ู‚ููŠู…ูŽุชูŽู‡ู

โ€œTidak boleh menyerahkan zakat fithri dengan uang seharga zakat tersebut.โ€

Dalam kisah lainnya masih dari Imam Ahmad,

ู‚ููŠู„ูŽ ู„ูŽู‡ู : ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุŒ ุนูู…ูŽุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠุฒู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฃู’ุฎูุฐู ุจูุงู„ู’ู‚ููŠู…ูŽุฉู ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุฏูŽุนููˆู†ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููู„ูŽุงู†ูŒ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ : ููŽุฑูŽุถูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ

โ€œAda yang berkata pada Imam Ahmad, โ€œSuatu kaum mengatakan bahwa โ€˜Umar bin โ€˜Abdul โ€˜Aziz membolehkan menunaikan zakat fithri dengan uang seharga zakat.โ€ Jawaban Imam Ahmad, โ€œMereka meninggalkan sabda Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, lantas mereka mengatakan bahwa si fulan telah mengatakan demikian?! Padahal Ibnu โ€˜Umar sendiri telah menyatakan, โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri (dengan satu shoโ€™ kurma atau satu shoโ€™ gandum โ€ฆ).[24]โ€ Allah Taโ€™ala berfirman (yang artinya), โ€œTaโ€™atlah kepada Allah dan Rasul-Nya.โ€[25] Sungguh aneh, segolongan orang yang menolak ajaran Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam malah mengatakan, โ€œSi fulan berkata demikian dan demikianโ€.โ€[26]

Syaikh โ€˜Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (pernah menjabat sebagai Ketua Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al โ€˜Ilmiyyah wal Iftaโ€™, Komisi Fatwa Saudi Arabia), memberikan penjelasan:

โ€œTelah kita ketahui bahwa ketika pensyariโ€™atan dan dikeluarkannya zakat fithri ini sudah ada mata uang dinar dan dirham di tengah kaum muslimin โ€“khususnya penduduk Madinah (tempat domisili Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, pen)-. Namun, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak menyebutkan kedua mata uang ini dalam zakat fithri. Seandainya mata uang dianggap sah dalam membayar zakat fithri, tentu beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam akan menjelaskan hal ini. Alasannya, karena tidak boleh bagi beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengakhirkan penjelasan padahal sedang dibutuhkan. Seandainya beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam membayar zakat fithri dengan uang, tentu para sahabat โ€“radhiyallahu โ€˜anhum– akan menukil berita tersebut. Kami juga tidak mengetahui ada seorang sahabat Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam yang membayar zakat fithri dengan uang. Padahal para sahabat adalah manusia yang paling mengetahui sunnah (ajaran) Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan orang yang paling bersemangat dalam menjalankan sunnahnya. Seandainya ada di antara mereka yang membayar zakat fithri dengan uang, tentu hal ini akan dinukil sebagaimana perkataan dan perbuatan mereka yang berkaitan dengan syariโ€™at lainnya dinukil (sampai pada kita.โ€[27]

Penerima Zakat Fithri

Para ulama berselisih pendapat mengenai siapakah yang berhak diberikan zakat fithri. Mayoritas ulama berpendapat bahwa zakat fithri disalurkan pada 8 golongan sebagaimana disebutkan dalam surat At Taubah ayat 60[28]. Sedangkan ulama Malikiyah, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya dan Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa zakat fithri hanyalah khusus untuk fakir miskin saja.[29] Karena dalam hadits disebutkan,

ูˆูŽุทูุนู’ู…ูŽุฉู‹ ู„ูู„ู’ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู†ู

โ€œZakat fithri sebagai makanan untuk orang miskin.โ€

Alasan lainnya dikemukan oleh murid Ibnu Taimiyah, yaitu Ibnu Qayyim Al Jauziyah. Beliau rahimahullah menjelaskan, โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memberi petunjuk bahwa zakat fithri hanya khusus diserahkan pada orang-orang miskin dan beliau sama sekali tidak membagikannya pada 8 golongan penerima zakat satu per satu. Beliau pun tidak memerintahkan untuk menyerahkannya pada 8 golongan tersebut. Juga tidak ada satu orang sahabat pun yang melakukan seperti ini, begitu pula orang-orang setelahnya.โ€[30]

Waktu Pengeluaran Zakat Fithri

Perlu diketahui bahwa waktu pembayaran zakat fithri ada dua macam: (1) waktu afdhol yaitu mulai dari terbit fajar pada hari โ€˜idul fithri hingga dekat waktu pelaksanaan shalat โ€˜ied; (2) waktu yang dibolehkan yaitu satu atau dua hari sebelum โ€˜ied sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Ibnu Umar.[31]

Yang menunjukkan waktu afdhol adalah hadits Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, ia berkata,

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู‘ูŽุงู‡ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ููŽู‡ูู‰ูŽ ุฒูŽูƒูŽุงุฉูŒ ู…ูŽู‚ู’ุจููˆู„ูŽุฉูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู‘ูŽุงู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ููŽู‡ูู‰ูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุงุชู.

โ€œBarangsiapa yang menunaikan zakat fithri sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.โ€[32]

Sedangkan dalil yang menunjukkan waktu dibolehkan yaitu satu atau dua hari sebelum adalah disebutkan dalam shahih Al Bukhari,

ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ โ€“ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง โ€“ ูŠูุนู’ุทููŠู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู‚ู’ุจูŽู„ููˆู†ูŽู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูุนู’ุทููˆู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุจููŠูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽูŠู’ู†ู

โ€œDan Ibnu โ€˜Umar radhiyallahu โ€˜anhuma memberikan zakat fithri kepada orang-orang yang berhak menerimanya dan dia mengeluarkan zakatnya itu sehari atau dua hari sebelum hari Raya โ€˜Idul Fithri.โ€[33]

Ada juga sebagian ulama yang membolehkan zakat fithri ditunaikan tiga hari sebelum โ€˜Idul Fithri. Riwayat yang menunjukkan dibolehkan hal ini adalah dari Nafiโ€™, ia berkata,

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ูŽ ุนูู…ูŽุฑูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุจู’ุนูŽุซู ุจูุฒูŽูƒูŽุงุฉู ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุชูุฌู’ู…ูŽุนู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุจููŠูŽูˆู’ู…ูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽูˆู’ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู

โ€œโ€™Abdullah bin โ€˜Umar memberikan zakat fitrah atas apa yang menjadi tanggungannya dua atau tiga hari sebelum hari raya Idul Fitri.โ€[34]

Sebagian ulama berpendapat bahwa zakat fithri boleh ditunaikan sejak awal Ramadhan. Ada pula yang berpendapat boleh ditunaikan satu atau dua tahun sebelumnya.[35] Namun pendapat yang lebih tepat dalam masalah ini, dikarenakan zakat fithri berkaitan dengan waktu fithri (Idul Fithri), maka tidak semestinya diserahkan jauh hari sebelum hari fithri. Sebagaimana pula telah dijelaskan bahwa zakat fithri ditunaikan untuk memenuhi kebutuhan orang miskin agar mereka bisa bersuka ria di hari fithri. Jika ingin ditunaikan lebih awal, maka sebaiknya ditunaikan dua atau tiga hari sebelum hari โ€˜ied.

Ibnu Qudamah Al Maqdisi mengatakan, โ€œSeandainya zakat fithri jauh-jauh hari sebelum โ€˜Idul Fithri telah diserahkan, maka tentu saja hal ini tidak mencapai maksud disyariโ€™atkannya zakat fithri yaitu untuk memenuhi kebutuhan si miskin di hari โ€˜ied. Ingatlah bahwa sebab diwajibkannya zakat fithri adalah hari fithri, hari tidak lagi berpuasa. Sehingga zakat ini pun disebut zakat fithri. โ€ฆ Karena maksud zakat fithri adalah untuk mencukupi si miskin di waktu yang khusus (yaitu hari fithri), maka tidak boleh didahulukan jauh hari sebelum waktunya.โ€[36]

Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri Setelah Shalat โ€˜Ied?

Barangsiapa menunaikan zakat fithri setelah shalat โ€˜ied tanpa ada udzur, maka ia berdosa. Inilah yang menjadi pendapat ulama Malikiyah, Syafiโ€™iyah dan Hanabilah. Namun seluruh ulama pakar fikih sepakat bahwa zakat fithri tidaklah gugur setelah selesai waktunya, karena zakat ini masih harus dikeluarkan. Zakat tersebut masih menjadi utangan dan tidaklah gugur kecuali dengan menunaikannya. Zakat ini adalah hak sesama hamba yang mesti ditunaikan.[37]

Oleh karena itu, bagi siapa saja yang menyerahkan zakat fithri kepada suatu lembaga zakat, maka sudah seharusnya memperhatikan hal ini. Sudah seharusnya lembaga zakat tersebut diberi pemahaman bahwa zakat fithri harus dikeluarkan sebelum shalat โ€˜ied, bukan sesudahnya. Bahkan jika zakat fithri diserahkan langsung pada si miskin yang berhak menerimanya, maka itu pun dibolehkan. Hanya Allah yang memberi taufik.

Di Manakah Zakat Fithri Disalurkan?

Zakat fithri disalurkan di negeri tempat seseorang mendapatkan kewajiban zakat fithri yaitu di saat ia mendapati waktu fithri (tidak berpuasa lagi). Karena wajibnya zakat fithri ini berkaitan dengan sebab wajibnya yaitu bertemu dengan waktu fithri.[38]

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id


[1] Al Mawsuโ€™ah Al Fiqhiyah, 2/8278.

[2] Al Majmuโ€™, 6/103.

[3] Mughnil Muhtaj, 1/592.

[4] Lihat Al Mawsuโ€™ah Al Fiqhiyah, 2/8278 dan Minhajul Muslim, 230.

[5] HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[6] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/58.

[7] HR. Bukhari no. 1503 dan Muslim no. 984.

[8] Lihat Shifat Shaum Nabi, 102.

[9] HR. Abu Daud no. 1435 dan Ahmad 4/180. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih

[10] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/80-81.

[11] Mughnil Muhtaj, 1/595.

[12] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/59.

[13] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/58.

[14] Mughnil Muhtaj, 1/592.

[15] Shahih Fiqh Sunnah, 2/82.

[16] Lihat Majmuโ€™ Al Fatawa, 25/69.

[17] Lihat Al Mawsuโ€™ah Al Fiqhiyah, 2/8284.

[18] HR. Bukhari no. 1508 dan Muslim no. 985.

[19] HR. Bukhari no. 1506 dan Muslim no. 985.

[20] Lihat Al Mawsuโ€™ah Al Fiqhiyah, 2/8286.

[21] Lihat Al Qomush Al Muhith, 2/298.

[22] Lihat Majmuโ€™ Fatawa Ibnu Baz, 14/202.

[23] Lihat pendapat Syaikh Abu Malik dalam Shahih Fiqh Sunnah, 2/83.

[24] HR. Bukhari no. 1503 dan Muslim no. 984.

[25] QS. An Nisaโ€™ ayat 59.

[26] Lihat Al Mughni, 4/295.

[27] Majmuโ€™ Fatawa Ibnu Baz, 14/208-211

[28] Allah Taโ€™ala berfirman (yang artinya), โ€œSesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muโ€™allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksanaโ€ (QS. At Taubah: 60).

[29] Lihat Al Mawsuโ€™ah Al Fiqhiyah, 2/8287.

[30] Zaadul Maโ€™ad, 2/17.

[31] Lihat Minhajul Muslim, 231.

[32] HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[33] HR. Bukhari no. 1511.

[34] HR. Malik dalam Muwathoโ€™nya no. 629 (1/285).

[35] Lihat pendapat berbagai ulama dalam Al Mawsuโ€™ah Al Fiqhiyah, 2/8284 dan Al Mughni, 5/494.

[36] Al Mughni, 4/301.

[37] Lihat Al Mawsuโ€™ah Al Fiqhiyah, 2/8284.

[38] Misalnya, seseorang yang kesehariannya biasa di Jakarta, sedangkan ketika malam Idul Fithri ia berada di Yogyakarta, maka zakat fithri tersebut ia keluarkan di Yogyakarta karena di situlah tempat ia mendapati hari fithri. Lihat Al Mawsuโ€™ah Al Fiqhiyah, 2/8287.

Dari artikel ‘Panduan Zakat Fithri โ€” Muslim.Or.Id