Tag: Al-Ilmu

Kajian spesial ramadhan bersama Ustadz Ammi Nur Baits* _Hafidhahullah_ di Purworejo


๐Ÿƒ HADIRI… KJS SPESIAL RAMADHAN 1439
_KAJIAN JUM’AT SORE BALE AL JANNAH_
plus Buka Puasa bareng…

*”Keberkahan harta halal & bahaya harta haram”*

๐Ÿ‘ค bersama *Al Ustadz Ammi Nur Baits* _Hafidhahullah_
Pengasuh Web konsultasisyariah.com dan Yufid TV
Pembina KPMI (Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia)

๐Ÿ“… WAKTU
Hari : Jum’at, 23 Ramadhan 1439H / 08 Juni 2018
Jam : 15. 30 WIB/ bakda ashar – menjelang maghrib

๐Ÿ•ŒTEMPAT:
*Bale al Jannah Baledono*
Kota Purworejo (Belakang Cucian Mobil LA Fina), arah jalan ke magelang sebelum lampu merah kolam renang.

๐Ÿ“https://www.google.com/maps/place/-7.7041938,110.0225521

โ™ปPenyelenggara :
๐Ÿ“’Bale Al Jannah Purworejo / ู…ุฑูƒุฒ ุฑูˆุถุฉ ุงู„ุฌู†ุฉ ุจูˆุฑูˆุงุฑูŠุฌูˆุง

๐Ÿ“ž CP/informasi
Mas Usup +6285228930911
Mas husni 085729912875

*#Kuatkan dan Teguhkan Istiqomah mu diatas Sunnah…* Raih Pahala berlipat ganda di bulan Mulia…

Insya Allah.. LIVE Streaming Facebook:Fanpage Info Kajian Sunnah
~~~~~~~~~~~~~

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

Iklan

*”Surga atau Neraka Wahai _Pembom_???”*


*”Surga atau Neraka Wahai _Pembom_???”*
โœDitulis oleh:
๐Ÿ‘คDR Firanda Andirja Lc., MA
Ketua Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad

_Di share ulang oleh_ *Yayasan Lajnah Istiqomah* Purworejo

๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จKomunitas Sahabat TNI-POLRI *(KOMBATPOL)* Purworejo

๐Ÿ“– *Majelis Ta’lim Nurus Sunnah* Purworejo

Kejadian pengeboman yang akhir-akhir ini kembali marak terjadi tentu sangat buruk dan menyedihkanโ€ฆtidak perlu dilihat dari kacamata Islam, bahkan dari kacamata kemanusiaan, apalagi dari kacamata Islam agama yang penuh rahmatโ€ฆ.

Mengapa dahulu banyak orang tetap masuk Islam meski Nabi ๏ทบ dan para sahabat berjihad? Karena jihad mereka bukan dengan hawa nafsu, akan tetapi sesuai dengan syariat Islam yang penuh rahmat.

Dahulu tidak ada yang mencela Islam dengan menuduh bahwa Islam sadis, islam agama terorโ€ฆ.kenapa? Karena mereka tahu Islam -bahkan dalam kondisi perang pun- tetap penuh rahmat.
Dalam kondisi perang Nabi ๏ทบ melarang membunuh anak-anak, orang tua, orang yang sedang beribadah di tempat ibadahnyaโ€ฆkenapa? Karena mereka tidak ikut berperang.
Dalam kondisi perang Nabi ๏ทบ melarang merusak tempat ibadah, apalagi dalam kondisi damai?

Mereka -para pengebom- menganggap bahwa seluruh orang kafir boleh dibunuh, bahkan boleh disiksa dan dicincang?

Tidaklah demikianโ€ฆ
Tidakkah mereka mendengar hadits Nabi ๏ทบ :

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ู…ูุนูŽุงู‡ูŽุฏู‹ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูุญู’ ุฑูŽุงุฆูุญูŽุฉูŽ ุงู„ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุง ุชููˆุฌูŽุฏู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณููŠุฑูŽุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‹ุง

โ€œSiapa yang membunuh kafir muโ€™ahad (Orang kafir yang punya perjanjian damai dengan orang islam) ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.โ€ (HR. Bukhari no. 3166)

Tidakkah mereka mendengar sabda Nabi ๏ทบ :

ุฃู„ุง ู…ู† ุธู„ู… ู…ุนุงู‡ุฏุงุŒ ุฃูˆ ุงู†ุชู‚ุตู‡ุŒ ุฃูˆ ูƒู„ูู‡ ููˆู‚ ุทุงู‚ุชู‡ุŒ ุฃูˆ ุฃุฎุฐ ู…ู†ู‡ ุดูŠุฆุง ุจุบูŠุฑ ุทูŠุจ ู†ูุณ ูุฃู†ุง ุญุฌูŠุฌู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ

โ€œIngatlah, siapa yang mendzalimi seorang kafir muโ€™ahad, merendahkannya, membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya, maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamatโ€ (HR. Abu Daud, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jamiโ€™).

Apakah mereka tidak pernah mengetahui bahwa Nabi ๏ทบ pernah punya pembantu seorang yahudi?
Bayangkan seorang Nabi Muhammad ๏ทบ punya pembantu yahudiโ€ฆ bahkan Nabi ๏ทบ menjenguknya tatkala sakit.

ูกูฃูฉูงูง โ€“ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ุณูู„ูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ู ุจู’ู†ู ุญูŽุฑู’ุจูุŒ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ุญูŽู…ูŽู‘ุงุฏู ุจู’ู†ู ุฒูŽูŠู’ุฏูุŒ ุนูŽู†ู’ ุซูŽุงุจูุชูุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒูุŒ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุบูู„ูŽุงู…ู‹ุง ูŠูŽู‡ููˆุฏููŠู‹ู‘ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฎู’ุฏูู…ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽุŒ ููŽู…ูŽุฑูุถูŽุŒ ููŽุฃูŽุชูŽุงู‡ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุนููˆุฏูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุนูŽุฏูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู: โ€ ุฃูŽุณู’ู„ูู…ู’ โ€œุŒ ููŽู†ูŽุธูŽุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุจููŠู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฃูŽุทูุนู’ ุฃูŽุจูŽุง ุงู„ู’ู‚ูŽุงุณูู…ูุŒ ููŽุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽุŒ ููŽุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูู†ู’ุฏูู‡ู(ูฃ) ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: โ€ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฃูŽู†ู’ู‚ูŽุฐูŽู‡ู ุจููŠ (ูค) ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู โ€œ(ูฅ)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu: โ€œSesungguhnya, seorang anak Yahudi yang biasa melayani Nabi shallallahu alaihi wa sallam menderita sakit. Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam membesuknya, kemudian dia duduk di sisi kepalanya. Lalu berkata, โ€˜Masuk Islamlah.โ€ Sang anak memandangi bapaknya yang ada di sisi kepalanya. Maka sang bapak berkata kepadanya, โ€œTaatilah Abal Qasim shallallahu alaihi wa sallam.โ€ Maka anak tersebut masuk Islam. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam keluar seraya berkata, โ€œSegala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka.โ€ (HR. Bukhari, no. 1356)

Bayangkan seorang kepala negara Islam menjenguk pembantunya Yahudi?

Apakah mereka tidak pernah tahu bahwa Nabi ๏ทบ dahulu tinggal bersama kaum Yahudi dalam kota Madinah dan Nabi ๏ทบ sama sekali tidak mendzalimi mereka? Nabi ๏ทบ membiarkan mereka tetap beribadah dalam keyakinan mereka

Apakah mereka tidak pernah dengar bahkan Nabi ๏ทบ ketika meninggal masih punya hutang sama seorang yahudi?

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู‡ุงุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ยซุชููˆูููู‘ูŠูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽุฏูุฑู’ุนูู‡ู ู…ูŽุฑู’ู‡ููˆู†ูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ูŠูŽู‡ููˆุฏููŠูู‘ุŒ ุจูุซูŽู„ุงูŽุซููŠู†ูŽ ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุดูŽุนููŠุฑูยป

Dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata:โ€œRasulullah wafat, sedangkan baju perang beliau masih digadaikan kepada seorang Yahudi dengan nilai tiga puluh shaโ€™ gandum. โ€ (HR Bukhari)

Tidakkah mereka pernah dengar bahwa Nabi ๏ทบ pernah memerintahkan para sahabatnya untuk bernaung di Habasyah sebuah negeri Nashrani?

Wahai para pembom anda ingin surga dengan membunuh? Dengan menteror?
โ€“ Sementara Nabi ๏ทบ bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ู…ูุนูŽุงู‡ูŽุฏู‹ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูุญู’ ุฑูŽุงุฆูุญูŽุฉูŽ ุงู„ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุง ุชููˆุฌูŽุฏู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณููŠุฑูŽุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‹ุง

โ€œSiapa yang membunuh kafir muโ€™ahad ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.โ€ (HR. Bukhari no. 3166)

โ€“ Sementara seorang wanita divonis masuk neraka hanya karena tidak memberi makan kepada seekor kucing hingga mati?

ยซุนูุฐูู‘ุจูŽุชู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŒ ูููŠ ู‡ูุฑูŽู‘ุฉู ุญูŽุจูŽุณูŽุชู’ู‡ูŽุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ู…ูŽุงุชูŽุชู’ ุฌููˆุนู‹ุงุŒ ููŽุฏูŽุฎูŽู„ูŽุชู’ ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑูŽยป

โ€œSeorang perempuan disiksa gara-gara seekor kucing. Dia mengurung kucing itu sampai mati kelaparan. Karena itulah dia masuk neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)

โ€“ Sementara sebagian polisi yang anda bunuh dan anda anggap thogut itu juga seorang muslim yang mengucapkan Laa ilaaha illallah.

Tahukah anda bahwa Nabi ๏ทบ pernah murka kepada Usamah bin Zaid yang membunuh seorang musyrik dalam keadaan perang setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallahu, beliau berkata :

ูŠูŽุง ุฃูุณูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ุฃูŽู‚ูŽุชูŽู„ู’ุชูŽู‡ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ูุŸ

โ€œApakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan Laa ilaaha illallah?โ€ (HR Muslim)

Ini orang musyrik yang hanya sekali mengucapkan Laa ilaaha illallah dan dibunuh dalam kondisi perang.

Lantas bagaimana pembunuhan para polisi atau pun tentara dalam kondisi damai bukan sedang berperang dan mereka sejak kecil selalu mengucapkan Laa ilaaha illallah? yang sholat dan berpuasa karena Allah?

โ€“ Sementara anda telah menjadikan sebagian anak menjadi yatim, sebagian wanita menjadi janda, sebagian orang tua kehilangan anaknya.

โ€“ Sementara anda telah mencoreng citra Islam, betapa banyak orang tidak jadi masuk Islam karena menyangka Islam agama teror? Betapa banyak orang yang mencela Islam karena perbuatan anda?

โ€“ Sementara anda telah membunuh diri sendiri
Padahal Nabi ๏ทบ bersabda:

( ู…ูŽู† ู‚ุชู„ ู†ูุณู‡ ุจุดูŠุก ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุนุฐุจ ุจู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ )

ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ( 5700 ) ูˆู…ุณู„ู… ( 110 )

Barang siapa membunuh dirinya dengan sesuatu, dia akan disiksa dengan sesuatu itu dalam neraka Jahannam (HR. Bukhari dan Muslim)

Islam sampai kepada anda dan orang tua anda di tanah air tercinta ini adalah dengan rahmat dan akhlak mulia para pendakwah di tengah-tengah nenek moyang anda yang notabene beragama non muslim.

Apakah anda mau merusaknya dengan kegiatan teror ?

Betapa banyak non muslim di negeri-negeri Eropa masuk Islam karena melihat akhlak yang indah dari kaum muslimin, apakah anda ingin mencoreng dakwah mereka?

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayahnya dan membimbing kita di atas kebenaran dan menjauhkan kita dari kesesatan.

๐ŸŒhttp://mediaalirsyad.com/masuk-surga-atau-neraka-pembom.html

Info Kajian untuk Umum ๐Ÿ‚ *PURWOREJO* Bersama: ๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)


๐Ÿƒ Info Kajian untuk Umum
๐Ÿ‚ *PURWOREJO*
Majelis Ilmu…Taman Taman Surga…
ุงู ู†ู’ ุดูŽุข ุกูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุชุนุงู„ู‰

Bersama:
๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)

๐Ÿ“– MATERI:
MERAIH KHUSNUL KHATIMAH

๐Ÿ—“Sabtu,25 Syawal 1437/
30 Juli 2016

๐Ÿ•ฐbakda maghrib sd jam 21.00

๐Ÿ•Œ Masjid Sebomenggalan Kota Purworejo
_________________๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด
KAJIAN AKBAR
๐Ÿ“—NASEHAT BUAT SI KAYA DAN SI MISKIN

๐Ÿ“… WAKTU
Hari ahad,26 Syawal 1437 H / 31 Juli 2016
Jam 08.30 – dhuhur

๐ŸšฉTEMPAT
Masjid Jami As Sakinah Prayan Loano purworejo

๐ŸŽ™Sambutan: AKP Markotip,Kapolsek Loano (Mewakili Kapolres Purworejo)

๐Ÿ“ž CP / Info
085729912875

Present by:
๐Ÿš“Komunitas Masyarakat Cinta Polri KOMASCIPOL PURWOREJO
๐Ÿ€Yayasan Lajnah Istiqomah Purworejo
๐ŸŒ™Takmir Masjid Jami’ Sakinah & Sebomenggalan
๐ŸƒGrup Whasctapp Ahlus Sunnah Purworejo-Dakwah dan Bimbingan Islam
didukung oleh:

KEPOLISIAN RESORT PURWOREJO

~~~~~~~~~~~~~~~~~

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

Silakan disebarkan

————
Biodata singkat ustadz Firanda.ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Nama: Firanda Andirja bin Abidin .ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Pendidikan terakhir:

saat ini beliau sedang mengenyam pendidikan jenjang Doktor bidang Aqidah di universitas yang sama.

Menjadi pengajar berbahasa Indonesia di masjid Nabawi Madinah.

Guru-guru beliau:
1. Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad al badr
2. Syaikh Soleh Al-Suhaimi
3. Syaikh Abdurrazzaq bin abdul muhsin al abbad al badr- hafidhahumullahu jamii’an
Dan masyaikh lainnya
ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู…

Kajian Ustadz Firanda di Purworejo

Safari dakwah Islamiyah ke VII Kab.Purworejo


Simak dan ikuti NGAJI BERSAMA

tabligh akbar ustadz syafiq purworejoustadz syafiq kajian purworejo

Ustadz Dr. Syafiq Riza Hasan Basalamah,MA
( Alumni S 3 Universitas Islam Madinah,Saudi Arabia,Dosen Sekolah Tinggi Dirosah Islam Imam Syafiโ€™i Jember Jawa timur)

Kajian 1 โ€TAK ADA SOFA,TIKARPUN JADIโ€
Jumโ€™at, 4 September 2015 bakda Maghrib sd 21.00 WIB
Di Masjid Sebomenggalan Kota Purworejo
Untuk UMUM Muslim-Muslimah
Diisi sambutan dan himbauan Kamtibmas dari Sat.BinMas Polres Purworejo
Rute: dari alun alun Kota Purworejo/depan masjid Agung ikuti jalan sampai menuju pertigaan stasiun kereta lama purworejo,kmdian ambil kanan masuk jl.Kol.Sugiyono,ada lampu merah lurus sedikit,kmdian parkir di gedung wanita,masjid ada di dekat gedung wanita

Kajian 2 Taushiyah Shubuhโ€Belumkah tiba saatnya Bagimu…?
Sabtu, 5 September 2015 Bakda Shubuh sd jam 05.30 WIB
Di Masjid Muqorrobin Perum KBN, Selatan SMA Negeri 1 Purworejo
Untuk UMUM Muslim-Muslimah

Kajian 3 โ€œKetika Umurku Sudah 40 Tahunโ€
Sabtu, 5 September 2015 jam 06.00 sd 08.00
Di Masjid Al-Mina Perumahan Pagak Indah, Desa Pagak Kec.Banyuurip
Untuk UMUM Muslim-Muslimah

Kajian 4, Kajian Keluarga Brimob dan Polri;โ€BAHAYA RADIKALISME,penyebab dan solusinyaโ€
Sabtu, 5 September 2015 09.30 sd dhuhur

Di Aula Mako Kompi Brimob Kutoarjo
โ€œKhusus Aparat Brimob dan Undanganโ€

Acara ini diselenggarakan atas kerjasama
Yayasan Lajnah Istiqomah Majelis Taklim Nurus Sunnah Purworejo-Komunitas Masyarakat Cinta POLRI (Komascipol) Kab.Purworejo,Kompi Brimob Subden 4/c Pelopor kutoarjo,Takmir Masjid Sebomenggalan,Al-Muqorrobin, Warga RT 01 RW 10 Perum.Pagak Indah. Kontak person :085716544953, 081327041497, Grup WhatsApp Ahlus Sunnah Purworejo 085729912875
โ€œKhusus Aparat Brimob dan Undanganโ€

Acara ini diselenggarakan atas kerjasama
Yayasan Lajnah Istiqomah Majelis Taklim Nurus Sunnah Purworejo-Komunitas Masyarakat Cinta POLRI (Komascipol) Kab.Purworejo,Kompi Brimob Subden 4/c Pelopor kutoarjo,Takmir Masjid Sebomenggalan,Al-Muqorrobin, Warga RT 01 RW 10 Perum.Pagak Indah. Kontak person :085716544953, 081327041497, Grup WhatsApp Ahlus Sunnah Purworejo 085729912875

HUKUM BERHARI RAYA DENGAN PEMERINTAH


FATWA-FATWA SEPUTAR BERHARI RAYA DENGAN PEMERINTAH

Oleh
Ustadz Armen Halim Naro

FATWA SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya : Tentang sebagian penduduk sebuah kota melihat hilal Dzul Hijjah. Tetapi tidak diakui oleh pemerintah kota. Apakah mereka berpuasa yang zhahirnya tanggal 9 (Dzul Hijjah), padahal yang sebenarnya 10 (Dzul Hijjah)?

Syaikhul Islam menjawab :Benar. Mereka harus berpuasa pada (tanggal) 9 yang secara zhahir diketahui mereka, sekalipun hakikatnya pada (hari tersebut) adalah 10 (Dzul Hijjah), jika memang ruโ€™yah mereka benar. Sesungguhnya di dalam Sunnah (disebutkan) dari Abu Hurairah, dari Nabi, Beliau bersabda.

ุตูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุตููˆู’ู…ููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽููุทู’ุฑููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽูุทูุฑููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุถู’ุญูŽุงูƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุถูŽุญู‘ููˆู’ู†ูŽ

โ€œPuasa kalian adalah pada hari kalian berpuasa. Dan berbuka kalian, ialah pada hari kalian berbuka. Dan hari penyembelihan kalian, ialah hari ketika kalian (semua) menyembelih [1] [Dikeluarkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan dishahihkannya]

Dari Aisyah Radhiyallahu โ€˜anha, beliau berkata : Rasulullah telah bersabda, โ€œ(Idul) Fitri, (yaitu) ketika semua manusia berbuka. Dan Idul Adha, (yaitu) ketika semua orang menyembelihโ€ [Diriwayatkan oleh Tirmidzi]

Dan perbuatan ini yang berlaku di semua kalangan imam kaum muslimin [2]

Dalam permasalahan puasa, Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata : Saya berpendapat bahwa masyarakat di setiap negeri berpuasa dengan pemerintahnya, tidak berpecah belah, sebagian berpuasa dengan negaranya dan sebagian (lainnya) berpuasa dengan negara lain โ€“baik puasanya tersebut mendahului yang lainnya atau terlambat- karena akan memperluas perselisihan di masyarakat, sebagaimana yang terjadi di disebagian negara Arab. Wallahull Mustaโ€™an. [3]

FATWA SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ RAHIMAHULLAH
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya dari Asia Tenggara. Tahun Hijriah kami terlambat satu hari dibandingkan dengan Kerajaan Arab Saudi. Dan kami para mahasiswa- akan bersafar pada bulan Ramadhan tahun ini. Rasulullah bersabda : โ€œPuasalah kalian dengan melihatnya (hilal, -pen) dan berbukalah kalian dengan melihatnya โ€ฆ.โ€ Sampai akhir hadits. Kami telah memulai puasa di Kerajaan Arab Saudi, kemudian akan bersafar ke negara kami pada bulan Ramadhan. Dan di penghujung Ramadhan, puasa kami menjadi 31 hari. Pertanyaan kami, bagaimana hukum puasa kami dan berapa hari kami harus berpuasa ?

Beliau (Syaikh) menjawab : Jika anda berpuasa di Saudi atau di tempat lainnya, kemudian sisanya berpuasa di negara anda, maka berbukalah bersama mereka (yaitu berhari raya bersama mereka, pen), sekalipun berlebih dari tiga puluh hari. (Ini) sesuai dengan sabda Rasulullah.

ุตูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุตููˆู’ู…ููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽููุทู’ุฑููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽูุทูุฑููˆู’ู†ูŽ

โ€œPuasa adalah hari semua kalian berpuasa. Dan berbuka adalah ketika semua kalian berbukaโ€

Akan tetapi jika tidak sampai 29 hari, maka hendaklah disempurnakan, karena bulan tidak akan kurang dari 29 hari. Wallahu Waliyyut Taufiq [4]

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Jika telah pasti masuk bulan Ramadhan di salah satu negara Islam, seperti Kerajaan Arab Saudi, dan selanjutnya negara tersebut mengumumkannya, akan tetapi di negara yang saya tempati belum diumumkan masuknya bulan Ramadhan, bagaimanakah hukumnya ? Apakah kami berpuasa cukup dengan terlihatnya di Saudi ? Atau kami berbuka dan berpuasa dengan mereka (negara saya, red), ketika mereka mengumumkan masuknya bulan Ramadhan ? Begitu juga denan permasalahan masuknya bulan Syawal, yaitu hari โ€˜Ied. Bagaimana hukumnya jika dua negara berselisih. Semoga Allah membalas dengan sebaik balasan dari kami dan dari kaum muslimin.

Beliau (Syaikh) menjawab : Setiap muslim, hendaklah berpuasa bersama dengan negara tempat ia tinggal, dan berbuka dengannya, sesuai sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

ุตูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุตููˆู’ู…ููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽููุทู’ุฑููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽูุทูุฑููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุถู’ุญูŽุงูƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุถูŽุญู‘ููˆู’ู†ูŽ

โ€œPuasa kalian adalah pada hari kalian berpuasa. Dan berbuka kalian, ialah pada hari kalian berbuka. Dan hari penyembelihan kalian, ialah hari ketika kalian (semua) menyembelihโ€

Wa Billahi Taufiq [5]

FATWA SYAIKH SHALIH AL-FAUZAN HAFIZHAHULLAH
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan ditanya : Jika telah pasti masuknya bulan Ramadhan di suatu negara Islam, seperti kerajaan Arab Saudi, sedangkan di negara lain belum diumumkan tentang masuknya, bagaimana hukumnya? Apakah kami berpuasa dengan kerajaan ? Bagaimana permasalahan ini. Jika terjadi perbedaan pada dua negara?

Beliau (Syaikh) menjawab : Setiap muslim berpuasa dan berbuka bersama dengan kaum muslimin yang ada di negaranya. Hendaklah kaum muslimin memperhatikan ruโ€™yah hilal di negara tempat mereka tinggal di sana, dan agar tidak berpuasa dengan ruโ€™yah negara yang jauh dari negara mereka, karena mathlaโ€™ berbeda-beda. Jika misalkan sebagian muslimin berada di negara yang bukan Islam dan di sekitar mereka tidak ada yang memperhatikan ruโ€™yah hilal โ€“maka dalam hal ini- tidak mengapa mereka berpuasa dengan kerajaan Arab Saudi.[6]

FATWA LAJNAH DAโ€™IMAH LIL BUHUTS ILMIAH WAL IFTWA ARAB SAUDI
Lajnah Daโ€™imah Lil Buhuts Ilmiah Wal Ifta ditanya : Bagaimana pendapat Islam tentang perselisihan hari raya kaum muslimin, yaitu Idul Fithri dan Iedul Adha ? Perlu diketahui, hal ini dapat menyebabkan berpuasa pada hari yang diharamkan berpuasa, yaitu hari raya Iedul Fithri atau berbuka pada hari diwajibkan berpuasa? Kami mengharapkan jawaban tuntas tentang permasalahan yang penting ini, yang dapat kami jadikan alasan di hadapan Allah. Jika terjadi perselisihan, kemungkinan bisa dua hari, (atau) kemungkinan tiga hari. Seandainya Islam menolak perselisihan, bagaimana jalan yang benar untuk menyatukan hari raya kaum Muslimin ?

Dijawab : Para ulama sepakat bahwa Mathlaโ€™ Hilal berbeda-beda. Dan hal itu diketahui dengan panca indera dan akal. Akan tetapi mereka berselisih dalam memberlakukan atau tidaknya dalam memulai puasa Ramadhan dan mengakhirinya. Ada dua pendapat :

Pertama : Diantara imam fiqih berpendapat, bahwa berbedanya Mathla berlaku dalam menentukan permulaan puasa dan penghabisannya.

Kedua : Diantara mereka tidak memberlakukannya, dan setiap kelompok berdalil dengan Kitab, Sunnah serta Qias. Dan kadang-kadang, kedua kelompok berdalil dengan satu nash, karena ada persamaan dalam beristidlal (berdalil), seperti firman Allah Taโ€™ala. โ€œBarangsiapa diantara kalian yang menyaksikan bulan, maka berpuasalahโ€ (al-Baqarah : 185). FirmanNya. โ€œMereka bertanya tentang hilal. Katakanlah : Sesungguhnya ia adalah penentu waktu bagi manusiaโ€ (al-Baqarah : 189). Dan sabda Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam : โ€œBerpuasalah kalian dengan melihatnya, dan berbukalah dengan melihatnyaโ€

Itu semua karena perbedaan mereka dalam memahami nash dalam mengambil istidlal dengannya.

Kesimpulannya.
Permasalahan yang ditanyakan masuk ke dalam wilayah ijtihad. Oleh karenanya, para ulama -baik yang terdahulu maupun yang sekarang- telah berselisih. Dan tidak mengapa, bagi penduduk negeri manapun, jika tidak melihat hilal pada malam ketiga puluh untuk mengambil hilal yang bukan mathla mereka, jika kiranya mereka benar-benar telah melihatnya.

Jika sesama mereka berselisih juga, maka hendaklah mereka mengambil keputusan pemerintah negaranya โ€“jika seandainya pemerintah mereka Muslim-. Karena, keputusannya dengan mengambil salah satu dari dua pendapat, akan mengangkat perselisihan. Dalam hal ini umat wajib mengamalkannya. Dan jika pemerintahannya tidak muslim, maka mereka mengambil pendapat Majlis Islamic Center yanga ada di Negara mereka, untuk menjaga persatuan dalam berpuasa Ramadhan dan shalat โ€˜Ied.

Semoga Allah memberi taufiq, dan semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi, keluarga dan para sahabatnya.

Tertanda : Wakil Ketua : Abdur Razzaq Afifi. Anngota ; Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Mani. [7]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun VIII/1425H/2004M, Dikutip Dari Fatwa-Fatwa Seputar Hari Raya Dengan Pemerintah, Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah, Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km 8, Selokaton Gondangrejo – Solo]
_______
Footnote
[1]. HR Tirmidzi, Bab Ma Ja-a Annal Fithra Yauma Tafthurun, Sunan dengan Tuhfah (3/382, 383
[2]. Majmu Fatawa (25/202)
[3]. Tamamul Minnah, hal. 398
[4]. Fatawa Ramadhan 1/145
[5]. Fatawa Ramadhan 1/112
[6]. Al-Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih bin Fauzan 3/124
[7]. Fatawa Ramadhan 1/117

sumber : almanhaj.or.id