Kajian spesial ramadhan bersama Ustadz Ammi Nur Baits* _Hafidhahullah_ di Purworejo


๐Ÿƒ HADIRI… KJS SPESIAL RAMADHAN 1439
_KAJIAN JUM’AT SORE BALE AL JANNAH_
plus Buka Puasa bareng…

*”Keberkahan harta halal & bahaya harta haram”*

๐Ÿ‘ค bersama *Al Ustadz Ammi Nur Baits* _Hafidhahullah_
Pengasuh Web konsultasisyariah.com dan Yufid TV
Pembina KPMI (Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia)

๐Ÿ“… WAKTU
Hari : Jum’at, 23 Ramadhan 1439H / 08 Juni 2018
Jam : 15. 30 WIB/ bakda ashar – menjelang maghrib

๐Ÿ•ŒTEMPAT:
*Bale al Jannah Baledono*
Kota Purworejo (Belakang Cucian Mobil LA Fina), arah jalan ke magelang sebelum lampu merah kolam renang.

๐Ÿ“https://www.google.com/maps/place/-7.7041938,110.0225521

โ™ปPenyelenggara :
๐Ÿ“’Bale Al Jannah Purworejo / ู…ุฑูƒุฒ ุฑูˆุถุฉ ุงู„ุฌู†ุฉ ุจูˆุฑูˆุงุฑูŠุฌูˆุง

๐Ÿ“ž CP/informasi
Mas Usup +6285228930911
Mas husni 085729912875

*#Kuatkan dan Teguhkan Istiqomah mu diatas Sunnah…* Raih Pahala berlipat ganda di bulan Mulia…

Insya Allah.. LIVE Streaming Facebook:Fanpage Info Kajian Sunnah
~~~~~~~~~~~~~

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

Iklan

Info Kajian untuk Umum ๐Ÿ‚ *PURWOREJO* Bersama: ๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)


๐Ÿƒ Info Kajian untuk Umum
๐Ÿ‚ *PURWOREJO*
Majelis Ilmu…Taman Taman Surga…
ุงู ู†ู’ ุดูŽุข ุกูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุชุนุงู„ู‰

Bersama:
๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)

๐Ÿ“– MATERI:
MERAIH KHUSNUL KHATIMAH

๐Ÿ—“Sabtu,25 Syawal 1437/
30 Juli 2016

๐Ÿ•ฐbakda maghrib sd jam 21.00

๐Ÿ•Œ Masjid Sebomenggalan Kota Purworejo
_________________๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด
KAJIAN AKBAR
๐Ÿ“—NASEHAT BUAT SI KAYA DAN SI MISKIN

๐Ÿ“… WAKTU
Hari ahad,26 Syawal 1437 H / 31 Juli 2016
Jam 08.30 – dhuhur

๐ŸšฉTEMPAT
Masjid Jami As Sakinah Prayan Loano purworejo

๐ŸŽ™Sambutan: AKP Markotip,Kapolsek Loano (Mewakili Kapolres Purworejo)

๐Ÿ“ž CP / Info
085729912875

Present by:
๐Ÿš“Komunitas Masyarakat Cinta Polri KOMASCIPOL PURWOREJO
๐Ÿ€Yayasan Lajnah Istiqomah Purworejo
๐ŸŒ™Takmir Masjid Jami’ Sakinah & Sebomenggalan
๐ŸƒGrup Whasctapp Ahlus Sunnah Purworejo-Dakwah dan Bimbingan Islam
didukung oleh:

KEPOLISIAN RESORT PURWOREJO

~~~~~~~~~~~~~~~~~

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

Silakan disebarkan

————
Biodata singkat ustadz Firanda.ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Nama: Firanda Andirja bin Abidin .ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Pendidikan terakhir:

saat ini beliau sedang mengenyam pendidikan jenjang Doktor bidang Aqidah di universitas yang sama.

Menjadi pengajar berbahasa Indonesia di masjid Nabawi Madinah.

Guru-guru beliau:
1. Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad al badr
2. Syaikh Soleh Al-Suhaimi
3. Syaikh Abdurrazzaq bin abdul muhsin al abbad al badr- hafidhahumullahu jamii’an
Dan masyaikh lainnya
ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู…

Kajian Ustadz Firanda di Purworejo

HUKUM BERHARI RAYA DENGAN PEMERINTAH


FATWA-FATWA SEPUTAR BERHARI RAYA DENGAN PEMERINTAH

Oleh
Ustadz Armen Halim Naro

FATWA SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya : Tentang sebagian penduduk sebuah kota melihat hilal Dzul Hijjah. Tetapi tidak diakui oleh pemerintah kota. Apakah mereka berpuasa yang zhahirnya tanggal 9 (Dzul Hijjah), padahal yang sebenarnya 10 (Dzul Hijjah)?

Syaikhul Islam menjawab :Benar. Mereka harus berpuasa pada (tanggal) 9 yang secara zhahir diketahui mereka, sekalipun hakikatnya pada (hari tersebut) adalah 10 (Dzul Hijjah), jika memang ruโ€™yah mereka benar. Sesungguhnya di dalam Sunnah (disebutkan) dari Abu Hurairah, dari Nabi, Beliau bersabda.

ุตูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุตููˆู’ู…ููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽููุทู’ุฑููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽูุทูุฑููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุถู’ุญูŽุงูƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุถูŽุญู‘ููˆู’ู†ูŽ

โ€œPuasa kalian adalah pada hari kalian berpuasa. Dan berbuka kalian, ialah pada hari kalian berbuka. Dan hari penyembelihan kalian, ialah hari ketika kalian (semua) menyembelih [1] [Dikeluarkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan dishahihkannya]

Dari Aisyah Radhiyallahu โ€˜anha, beliau berkata : Rasulullah telah bersabda, โ€œ(Idul) Fitri, (yaitu) ketika semua manusia berbuka. Dan Idul Adha, (yaitu) ketika semua orang menyembelihโ€ [Diriwayatkan oleh Tirmidzi]

Dan perbuatan ini yang berlaku di semua kalangan imam kaum muslimin [2]

Dalam permasalahan puasa, Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata : Saya berpendapat bahwa masyarakat di setiap negeri berpuasa dengan pemerintahnya, tidak berpecah belah, sebagian berpuasa dengan negaranya dan sebagian (lainnya) berpuasa dengan negara lain โ€“baik puasanya tersebut mendahului yang lainnya atau terlambat- karena akan memperluas perselisihan di masyarakat, sebagaimana yang terjadi di disebagian negara Arab. Wallahull Mustaโ€™an. [3]

FATWA SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ RAHIMAHULLAH
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya dari Asia Tenggara. Tahun Hijriah kami terlambat satu hari dibandingkan dengan Kerajaan Arab Saudi. Dan kami para mahasiswa- akan bersafar pada bulan Ramadhan tahun ini. Rasulullah bersabda : โ€œPuasalah kalian dengan melihatnya (hilal, -pen) dan berbukalah kalian dengan melihatnya โ€ฆ.โ€ Sampai akhir hadits. Kami telah memulai puasa di Kerajaan Arab Saudi, kemudian akan bersafar ke negara kami pada bulan Ramadhan. Dan di penghujung Ramadhan, puasa kami menjadi 31 hari. Pertanyaan kami, bagaimana hukum puasa kami dan berapa hari kami harus berpuasa ?

Beliau (Syaikh) menjawab : Jika anda berpuasa di Saudi atau di tempat lainnya, kemudian sisanya berpuasa di negara anda, maka berbukalah bersama mereka (yaitu berhari raya bersama mereka, pen), sekalipun berlebih dari tiga puluh hari. (Ini) sesuai dengan sabda Rasulullah.

ุตูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุตููˆู’ู…ููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽููุทู’ุฑููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽูุทูุฑููˆู’ู†ูŽ

โ€œPuasa adalah hari semua kalian berpuasa. Dan berbuka adalah ketika semua kalian berbukaโ€

Akan tetapi jika tidak sampai 29 hari, maka hendaklah disempurnakan, karena bulan tidak akan kurang dari 29 hari. Wallahu Waliyyut Taufiq [4]

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Jika telah pasti masuk bulan Ramadhan di salah satu negara Islam, seperti Kerajaan Arab Saudi, dan selanjutnya negara tersebut mengumumkannya, akan tetapi di negara yang saya tempati belum diumumkan masuknya bulan Ramadhan, bagaimanakah hukumnya ? Apakah kami berpuasa cukup dengan terlihatnya di Saudi ? Atau kami berbuka dan berpuasa dengan mereka (negara saya, red), ketika mereka mengumumkan masuknya bulan Ramadhan ? Begitu juga denan permasalahan masuknya bulan Syawal, yaitu hari โ€˜Ied. Bagaimana hukumnya jika dua negara berselisih. Semoga Allah membalas dengan sebaik balasan dari kami dan dari kaum muslimin.

Beliau (Syaikh) menjawab : Setiap muslim, hendaklah berpuasa bersama dengan negara tempat ia tinggal, dan berbuka dengannya, sesuai sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

ุตูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุตููˆู’ู…ููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽููุทู’ุฑููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽูุทูุฑููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุถู’ุญูŽุงูƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุถูŽุญู‘ููˆู’ู†ูŽ

โ€œPuasa kalian adalah pada hari kalian berpuasa. Dan berbuka kalian, ialah pada hari kalian berbuka. Dan hari penyembelihan kalian, ialah hari ketika kalian (semua) menyembelihโ€

Wa Billahi Taufiq [5]

FATWA SYAIKH SHALIH AL-FAUZAN HAFIZHAHULLAH
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan ditanya : Jika telah pasti masuknya bulan Ramadhan di suatu negara Islam, seperti kerajaan Arab Saudi, sedangkan di negara lain belum diumumkan tentang masuknya, bagaimana hukumnya? Apakah kami berpuasa dengan kerajaan ? Bagaimana permasalahan ini. Jika terjadi perbedaan pada dua negara?

Beliau (Syaikh) menjawab : Setiap muslim berpuasa dan berbuka bersama dengan kaum muslimin yang ada di negaranya. Hendaklah kaum muslimin memperhatikan ruโ€™yah hilal di negara tempat mereka tinggal di sana, dan agar tidak berpuasa dengan ruโ€™yah negara yang jauh dari negara mereka, karena mathlaโ€™ berbeda-beda. Jika misalkan sebagian muslimin berada di negara yang bukan Islam dan di sekitar mereka tidak ada yang memperhatikan ruโ€™yah hilal โ€“maka dalam hal ini- tidak mengapa mereka berpuasa dengan kerajaan Arab Saudi.[6]

FATWA LAJNAH DAโ€™IMAH LIL BUHUTS ILMIAH WAL IFTWA ARAB SAUDI
Lajnah Daโ€™imah Lil Buhuts Ilmiah Wal Ifta ditanya : Bagaimana pendapat Islam tentang perselisihan hari raya kaum muslimin, yaitu Idul Fithri dan Iedul Adha ? Perlu diketahui, hal ini dapat menyebabkan berpuasa pada hari yang diharamkan berpuasa, yaitu hari raya Iedul Fithri atau berbuka pada hari diwajibkan berpuasa? Kami mengharapkan jawaban tuntas tentang permasalahan yang penting ini, yang dapat kami jadikan alasan di hadapan Allah. Jika terjadi perselisihan, kemungkinan bisa dua hari, (atau) kemungkinan tiga hari. Seandainya Islam menolak perselisihan, bagaimana jalan yang benar untuk menyatukan hari raya kaum Muslimin ?

Dijawab : Para ulama sepakat bahwa Mathlaโ€™ Hilal berbeda-beda. Dan hal itu diketahui dengan panca indera dan akal. Akan tetapi mereka berselisih dalam memberlakukan atau tidaknya dalam memulai puasa Ramadhan dan mengakhirinya. Ada dua pendapat :

Pertama : Diantara imam fiqih berpendapat, bahwa berbedanya Mathla berlaku dalam menentukan permulaan puasa dan penghabisannya.

Kedua : Diantara mereka tidak memberlakukannya, dan setiap kelompok berdalil dengan Kitab, Sunnah serta Qias. Dan kadang-kadang, kedua kelompok berdalil dengan satu nash, karena ada persamaan dalam beristidlal (berdalil), seperti firman Allah Taโ€™ala. โ€œBarangsiapa diantara kalian yang menyaksikan bulan, maka berpuasalahโ€ (al-Baqarah : 185). FirmanNya. โ€œMereka bertanya tentang hilal. Katakanlah : Sesungguhnya ia adalah penentu waktu bagi manusiaโ€ (al-Baqarah : 189). Dan sabda Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam : โ€œBerpuasalah kalian dengan melihatnya, dan berbukalah dengan melihatnyaโ€

Itu semua karena perbedaan mereka dalam memahami nash dalam mengambil istidlal dengannya.

Kesimpulannya.
Permasalahan yang ditanyakan masuk ke dalam wilayah ijtihad. Oleh karenanya, para ulama -baik yang terdahulu maupun yang sekarang- telah berselisih. Dan tidak mengapa, bagi penduduk negeri manapun, jika tidak melihat hilal pada malam ketiga puluh untuk mengambil hilal yang bukan mathla mereka, jika kiranya mereka benar-benar telah melihatnya.

Jika sesama mereka berselisih juga, maka hendaklah mereka mengambil keputusan pemerintah negaranya โ€“jika seandainya pemerintah mereka Muslim-. Karena, keputusannya dengan mengambil salah satu dari dua pendapat, akan mengangkat perselisihan. Dalam hal ini umat wajib mengamalkannya. Dan jika pemerintahannya tidak muslim, maka mereka mengambil pendapat Majlis Islamic Center yanga ada di Negara mereka, untuk menjaga persatuan dalam berpuasa Ramadhan dan shalat โ€˜Ied.

Semoga Allah memberi taufiq, dan semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi, keluarga dan para sahabatnya.

Tertanda : Wakil Ketua : Abdur Razzaq Afifi. Anngota ; Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Mani. [7]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun VIII/1425H/2004M, Dikutip Dari Fatwa-Fatwa Seputar Hari Raya Dengan Pemerintah, Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah, Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km 8, Selokaton Gondangrejo – Solo]
_______
Footnote
[1]. HR Tirmidzi, Bab Ma Ja-a Annal Fithra Yauma Tafthurun, Sunan dengan Tuhfah (3/382, 383
[2]. Majmu Fatawa (25/202)
[3]. Tamamul Minnah, hal. 398
[4]. Fatawa Ramadhan 1/145
[5]. Fatawa Ramadhan 1/112
[6]. Al-Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih bin Fauzan 3/124
[7]. Fatawa Ramadhan 1/117

sumber : almanhaj.or.id

Amalan Sunnah di Bulan Sya’ban


perbanyak puasa di bulan sya'ban

Pertanyaan:
Assalamuโ€™alaikum

Apakah ada amalan khusus ketika Syaโ€™ban? Mohon pencerahannya.

Dari: Ariqqa

Jawaban:
Waโ€™alaikumussalam

Ada beberapa hadis shahih yang menunjukkan anjuran amal tertentu di bulan Syaโ€™ban, di antara amalan tersebut adalah:

Pertama, memperbanyak puasa sunnah selama bulan Syaโ€™ban
Ada banyak dalil yang menunjukkan dianjurkannya memperbanyak puasa di bulan Syaโ€™ban. Di antara hadis tersebut adalah:

Dari Aisyah radhiallahu โ€˜anha, beliau mengatakan,

ูŠูŽุตููˆู…ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ู†ูŽู‚ููˆู„ูŽ: ู„ุงูŽ ูŠููู’ุทูุฑูุŒ ูˆูŽูŠููู’ุทูุฑู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ู†ูŽู‚ููˆู„ูŽ: ู„ุงูŽ ูŠูŽุตููˆู…ูุŒ ููŽู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุงุณู’ุชูŽูƒู’ู…ูŽู„ูŽ ุตููŠูŽุงู…ูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู‡ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ุตููŠูŽุงู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ู ูููŠ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ

โ€œTerkadang Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, โ€˜Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Syaโ€™ban.โ€ (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Aisyah mengatakan,

ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ูƒูู„ูŽู‘ู‡ู

โ€œBelum pernah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Syaโ€™ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Syaโ€™ban sebulan penuh.โ€ (H.R. Al Bukhari dan Msulim)

Aisyah mengatakan,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุชูŽุญูŽููŽู‘ุธู ู…ูู†ู’ ู‡ูู„ูŽุงู„ู ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽุญูŽููŽู‘ุธู ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูุŒ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽุตููˆู…ู ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุฉู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุบูู…ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ุนูŽุฏูŽู‘ ุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุงุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุตูŽุงู…ูŽ

โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap hilal bulan Syaโ€™ban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan Syaโ€™ban sampai 30 hari.โ€ (HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasaโ€™i dan sanad-nya disahihkan Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth)

Ummu Salamah radhiallahu โ€˜anha mengatakan,

ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽุŒ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽุตููˆู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู†ูŽุฉู ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ุชูŽุงู…ู‹ู‘ุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุตูู„ู ุจูู‡ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

โ€œBahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Syaโ€™ban, kemudian beliau sambung dengan Ramadhan.โ€ (HR. An Nasaโ€™i dan disahihkan Al Albani)

Hadis-hadis di atas merupakan dalil keutamaan memperbanyak puasa di bulan Syaโ€™ban, melebihi puasa di bulan lainnya.
Apa Hikmahnya?

Ulama berselisih pendapat tentang hikmah dianjurkannya memperbanyak puasa di bulan Syaโ€™ban, mengingat adanya banyak riwayat tentang puasa ini.

Pendapat yang paling kuat adalah keterangan yang sesuai dengan hadis dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya: โ€œWahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Syaโ€™ban. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ุฐูŽู„ููƒูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ูŠูŽุบู’ููู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฑูŽุฌูŽุจู ูˆูŽุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ุชูุฑู’ููŽุนู ูููŠู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽุŒ ููŽุฃูุญูุจูู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฑู’ููŽุนูŽ ุนูŽู…ูŽู„ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุตูŽุงุฆูู…ูŒ

โ€œIni adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.โ€ (HR. An Nasaโ€™i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani)

Kedua, memperbanyak ibadah di malam nishfu Syaโ€™ban
Ulama berselisish pendapat tentang status keutamaan malam nishfu Syaโ€™ban. Setidaknya ada dua pendapat yang saling bertolak belakang dalam masalah ini. Berikut keterangannya:

Pendapat pertama, tidak ada keuatamaan khusus untuk malam nishfu Syaโ€™ban. Statusnya sama dengan malam-malam biasa lainnya. Mereka menyatakan bahwa semua dalil yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Syaโ€™ban adalah hadis lemah. Al Hafidz Abu Syamah mengatakan: Al Hafidz Abul Khithab bin Dihyah โ€“dalam kitabnya tentang bulan Syaโ€™banโ€“ mengatakan, โ€œPara ulama ahli hadis dan kritik perawi mengatakan, โ€˜Tidak terdapat satupun hadis shahih yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Syaโ€™banโ€™.โ€ (Al Baโ€™its โ€˜ala Inkaril Bidaโ€™, Hal. 33).

Syaikh Abdul Aziz bin Baz juga mengingkari adanya keutamaan bulan Syaโ€™ban dan nishfu Syaโ€™ban. Beliau mengatakan, โ€œTerdapat beberapa hadis dhaif tentang keutamaan malam nishfu Syaโ€™ban, yang tidak boleh dijadikan landasan. Adapun hadis yang menyebutkan keutamaan shalat di malam nishfu Syaโ€™ban, semuanya statusnya palsu, sebagaimana keterangan para ulama (pakar hadis).โ€ (At Tahdzir min Al Bidaโ€™, Hal. 11)

Pendapat kedua, terdapat keutamaan khusus untuk malam nishfu Syaโ€™ban. Pendapat ini berdasarkan hadis shahih dari Abu Musa Al Asyโ€™ari radhiallahu โ€˜anhu, dimana Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œSesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaโ€™ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.โ€ (HR. Ibn Majah, At Thabrani, dan dishahihkan Al Albani).

Setelah menyebutkan beberapa waktu yang utama, Syaikhul Islam mengatakan, โ€œโ€ฆpendapat yang dipegangi mayoritas ulama dan kebanyakan ulama dalam Madzhab Hambali adalah meyakini adanya keutamaan malam nishfu Syaโ€™ban. Ini juga sesuai keterangan Imam Ahmad. Mengingat adanya banyak hadis yang terkait masalah ini, serta dibenarkan oleh berbagai riwayat dari para sahabat dan tabiโ€™inโ€ฆโ€ (Majmuโ€™ Fatawa, 23:123)

Ibn Rajab mengatakan, โ€œTerkait malam nishfu Syaโ€™ban, dulu para tabiโ€™in penduduk Syam, seperti Khalid bin Maโ€™dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabiโ€™in lainnya, mereka memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam ituโ€ฆโ€ (Lathaiful Maโ€™arif, Hal. 247).

Keterangan lebih lengkap tentang amalan malam nisfu Syaโ€™ban, bisa anda simak di: Shalat Nishfu Syaโ€™ban

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel http://www.KonsultasiSyariah.com

Download Materi dan Rekaman Kajian Al Qoul AL Mufid, Syarh Kitab Tauhid bersama Ustadz Amir Al Kadiry


Alhamdulillah Kajian islam Ilmiah,..
Al Qoul Al Mufid, Syarh Kitab Tauhid dengan pemateri ustadz Amir Al Kadiry pada Ahad 12 Oktober 2014

di MASJID AL HIDAYAH KOMPLEK PERUMAHAN MRANTI PURWOREJO telah terlaksana dengan baik, bagi teman, saudara, karib kerabat yang membutuhkan materi kajian silahkan download di bawah ini
Kajian Ustadz Amirul Mukminin di Purworejo

Dalam bentuk Pdf silahkan klik : http://www.4shared.com/office/PtG_iV4Lba/Materi_Kajian_dari_Kitab_AlQou.html
Dalam bentuk rekaman amr silahkan klik : http://www.4shared.com/file/mk_8Oi49ba/kajian_ustadz_amir_al_kadiry.html

Saudariku, Hijab Syarโ€™i Itulah Pelindungmu


niqob1

Saudariku, terkadang aku merenung, mengapa akhir-akhir ini banyak sekali kasus yang menjadikan wanita sebagai korbannya, entah itu perkosaan, pelecehan seksual, perzinaan, dan lain sebagainya yangโ€ฆ ah, miris! Sangat-sangat melecehkan dan merendahkan kehormatan wanita. Apakah memang laki-laki zaman sekarang sudah sedemikian bejat dan kurang ajar sehingga menghinakan wanita? Apakah mereka hanya berpikiran bahwa wanita adalah tempat pelampiasan nafsu mereka semata? Apakah mereka mengira wanita itu bagaikan bunga di tepi jalan yang bisa dipetik setiap saat kemudian dicampakkan begitu saja? Atau mereka pikir wanita ibarat rokok yang setelah sarinya habis mereka hisap lantas puntungnya mereka buang dan diinjak-injak dengan kaki mereka? Huh, biadab sekali laki-laki itu!

Tunggu dulu, jangan gegabah menuduh mereka wahai Saudariku.. Pernahkah engkau berpikir dan merenung dalam-dalam mengapa pria-pria itu berbuat demikian? Apakah hal itu murni kesalahan mereka atau jangan-jangan ada faktor lainnya yang mendorong mereka melakukan pelecehan terhadap kita? Renungilah sejenakโ€ฆ

Nah, sudahkah kau temukan jawabannya? Jika belum, baiklah mari kita cari jawabannya. Aku yakin sebagian besar wanita menyukai bunga-bunga mekar yang cantik, mewangi, dan beraneka warna. Lihatlah bebungaan yang indah itu, dia menarik perhatian kumbang untuk menghisap madunya, bahkan menarik perhatian manusia untuk memetiknya. Ketika bunga itu mekar maka tampaklah kecantikannya oleh sang kumbang. Sang kumbang pun tertarik untuk mendekatinya dan merampas madu bunga, lantas setelah puas, sang kumbang akan meninggalkan bunga itu begitu saja. Dan bunga itupun akhirnya layu dengan cepatโ€ฆ Habis manis, sepah dibuang. Lain halnya dengan bunga cantik yang terlindungi dari pandangan kumbang. Bunga itu tidak akan terjamah oleh kumbang-kumbang yang tidak bertanggung jawab.

Ya, wanita ibarat bunga yang cantik itu. Jika seorang wanita menampakkan kecantikan wajah dan kemolekan tubuhnya, sungguh, kebanyakan dari para lelaki akan terpesona karenanya. Hawa nafsunya akan menyuruhnya untuk menikmati sang wanita cantik itu, entah itu dengan memandangi wajah dan tubuh sang wanita terus-menerus, entah dengan menyentuhnya, atauโ€ฆ entah dengan tindakan bejat lainnya. Hanya lelaki hidung belang dan kurang imannya yang akan memuaskan hawa nafsunya dengan hal yang haram tersebut. Duhai Saudariku, apakah engkau mau menjadi korban para lelaki itu? Tentunya sebagai wanita yang berpikiran sehat, jelas kita tidak akan sudi, benar kan?

Lalu mengapa engkau pamerkan bagian tubuhmu? Keuntungan apakah yang engkau dapatkan dari membuka auratmu? Kebebasan? Bahagia karena dipuji orang sebagai wanita seksi? Biar laris jodoh? Gampang dapat pekerjaan? Dapat tawaran jadi model atau artis? Atau seribu satu kenikmatan hidup lainnya? Jika engkau berpikir bahwa engkau akan mendapatkan keuntungan yang besar dari membuka auratmu maka engkau telah salah besar. Kesenangan hidup yang kau peroleh itu hanyalah kesenangan semu. Sungguh, tidaklah akan engkau dapati dari membuka auratmu kecuali kerugian yang besar. Dengan membuka aurat maka turunlah harga diri dan kehormatanmu sebagai muslimah. Hilanglah kemuliaan dan rasa malumu seiring dengan tersingkapnya auratmu. Dan engkau pun rentan menjadi korban pelampiasan nafsu para pria hidung belang dan mata keranjang.. Lalu ke manakah perginya rasa aman ituโ€ฆ?

Hijab, perintah Allah untuk wanita muslimah

Baca lebih lanjut

PUISI POLIGAMI


aku siap dipoligami

Rayuan SUAMI :
Istriku…,
jika engkau bumi, akulah mentari… Aku menyinari kamu
Dan dikau selalu mengharapkan hangatnya sinarku…
Lalu terbesik dlm hatiku… bukankah Tuhan menciptakan aku bukan hanya untuk bumi??
Ternyata ada planet-planet lain yang juga mengharap hangatnya sinarku

JADI…
Relakanlah aku menyinari planet lain, merasakan hangatnya sinarku, merasakan faedah keberadaanku, karena sudah kodrati.. dan Tuhan pun tak marahโ€ฆ

Balasan Puisi sang ISTRI :
Suamiku, bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya, aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yang pernah Tuhan ciptakan, karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran, dan akupun juga tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu

TAPIIIIIIII..

Bila kau hanya sejengkal lilin yang berkekuatan 5 watt,
jangan bermimpi menyinari planet lain!!! Karena kamar kita yang kecil pun belum sanggup kau terangi…

Oleh: Ust. Firanda Andirja