Arsip Blog

Info Kajian untuk Umum ๐Ÿ‚ *PURWOREJO* Bersama: ๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)


๐Ÿƒ Info Kajian untuk Umum
๐Ÿ‚ *PURWOREJO*
Majelis Ilmu…Taman Taman Surga…
ุงู ู†ู’ ุดูŽุข ุกูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุชุนุงู„ู‰

Bersama:
๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)

๐Ÿ“– MATERI:
MERAIH KHUSNUL KHATIMAH

๐Ÿ—“Sabtu,25 Syawal 1437/
30 Juli 2016

๐Ÿ•ฐbakda maghrib sd jam 21.00

๐Ÿ•Œ Masjid Sebomenggalan Kota Purworejo
_________________๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด
KAJIAN AKBAR
๐Ÿ“—NASEHAT BUAT SI KAYA DAN SI MISKIN

๐Ÿ“… WAKTU
Hari ahad,26 Syawal 1437 H / 31 Juli 2016
Jam 08.30 – dhuhur

๐ŸšฉTEMPAT
Masjid Jami As Sakinah Prayan Loano purworejo

๐ŸŽ™Sambutan: AKP Markotip,Kapolsek Loano (Mewakili Kapolres Purworejo)

๐Ÿ“ž CP / Info
085729912875

Present by:
๐Ÿš“Komunitas Masyarakat Cinta Polri KOMASCIPOL PURWOREJO
๐Ÿ€Yayasan Lajnah Istiqomah Purworejo
๐ŸŒ™Takmir Masjid Jami’ Sakinah & Sebomenggalan
๐ŸƒGrup Whasctapp Ahlus Sunnah Purworejo-Dakwah dan Bimbingan Islam
didukung oleh:

KEPOLISIAN RESORT PURWOREJO

~~~~~~~~~~~~~~~~~

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

Silakan disebarkan

————
Biodata singkat ustadz Firanda.ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Nama: Firanda Andirja bin Abidin .ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Pendidikan terakhir:

saat ini beliau sedang mengenyam pendidikan jenjang Doktor bidang Aqidah di universitas yang sama.

Menjadi pengajar berbahasa Indonesia di masjid Nabawi Madinah.

Guru-guru beliau:
1. Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad al badr
2. Syaikh Soleh Al-Suhaimi
3. Syaikh Abdurrazzaq bin abdul muhsin al abbad al badr- hafidhahumullahu jamii’an
Dan masyaikh lainnya
ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู…

Kajian Ustadz Firanda di Purworejo

Donasi Pembangunan Gedung Sekolah Rintisan Sunnah di Purworejo


Donasi Pembangunan Gedung TK Mutiara Islam Purworejo

Kajian Keluarga: Tak Ada Sofa Tikarpun Jadi – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA


HUKUM BERHARI RAYA DENGAN PEMERINTAH


FATWA-FATWA SEPUTAR BERHARI RAYA DENGAN PEMERINTAH

Oleh
Ustadz Armen Halim Naro

FATWA SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya : Tentang sebagian penduduk sebuah kota melihat hilal Dzul Hijjah. Tetapi tidak diakui oleh pemerintah kota. Apakah mereka berpuasa yang zhahirnya tanggal 9 (Dzul Hijjah), padahal yang sebenarnya 10 (Dzul Hijjah)?

Syaikhul Islam menjawab :Benar. Mereka harus berpuasa pada (tanggal) 9 yang secara zhahir diketahui mereka, sekalipun hakikatnya pada (hari tersebut) adalah 10 (Dzul Hijjah), jika memang ruโ€™yah mereka benar. Sesungguhnya di dalam Sunnah (disebutkan) dari Abu Hurairah, dari Nabi, Beliau bersabda.

ุตูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุตููˆู’ู…ููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽููุทู’ุฑููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽูุทูุฑููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุถู’ุญูŽุงูƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุถูŽุญู‘ููˆู’ู†ูŽ

โ€œPuasa kalian adalah pada hari kalian berpuasa. Dan berbuka kalian, ialah pada hari kalian berbuka. Dan hari penyembelihan kalian, ialah hari ketika kalian (semua) menyembelih [1] [Dikeluarkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan dishahihkannya]

Dari Aisyah Radhiyallahu โ€˜anha, beliau berkata : Rasulullah telah bersabda, โ€œ(Idul) Fitri, (yaitu) ketika semua manusia berbuka. Dan Idul Adha, (yaitu) ketika semua orang menyembelihโ€ [Diriwayatkan oleh Tirmidzi]

Dan perbuatan ini yang berlaku di semua kalangan imam kaum muslimin [2]

Dalam permasalahan puasa, Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata : Saya berpendapat bahwa masyarakat di setiap negeri berpuasa dengan pemerintahnya, tidak berpecah belah, sebagian berpuasa dengan negaranya dan sebagian (lainnya) berpuasa dengan negara lain โ€“baik puasanya tersebut mendahului yang lainnya atau terlambat- karena akan memperluas perselisihan di masyarakat, sebagaimana yang terjadi di disebagian negara Arab. Wallahull Mustaโ€™an. [3]

FATWA SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ RAHIMAHULLAH
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya dari Asia Tenggara. Tahun Hijriah kami terlambat satu hari dibandingkan dengan Kerajaan Arab Saudi. Dan kami para mahasiswa- akan bersafar pada bulan Ramadhan tahun ini. Rasulullah bersabda : โ€œPuasalah kalian dengan melihatnya (hilal, -pen) dan berbukalah kalian dengan melihatnya โ€ฆ.โ€ Sampai akhir hadits. Kami telah memulai puasa di Kerajaan Arab Saudi, kemudian akan bersafar ke negara kami pada bulan Ramadhan. Dan di penghujung Ramadhan, puasa kami menjadi 31 hari. Pertanyaan kami, bagaimana hukum puasa kami dan berapa hari kami harus berpuasa ?

Beliau (Syaikh) menjawab : Jika anda berpuasa di Saudi atau di tempat lainnya, kemudian sisanya berpuasa di negara anda, maka berbukalah bersama mereka (yaitu berhari raya bersama mereka, pen), sekalipun berlebih dari tiga puluh hari. (Ini) sesuai dengan sabda Rasulullah.

ุตูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุตููˆู’ู…ููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽููุทู’ุฑููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽูุทูุฑููˆู’ู†ูŽ

โ€œPuasa adalah hari semua kalian berpuasa. Dan berbuka adalah ketika semua kalian berbukaโ€

Akan tetapi jika tidak sampai 29 hari, maka hendaklah disempurnakan, karena bulan tidak akan kurang dari 29 hari. Wallahu Waliyyut Taufiq [4]

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Jika telah pasti masuk bulan Ramadhan di salah satu negara Islam, seperti Kerajaan Arab Saudi, dan selanjutnya negara tersebut mengumumkannya, akan tetapi di negara yang saya tempati belum diumumkan masuknya bulan Ramadhan, bagaimanakah hukumnya ? Apakah kami berpuasa cukup dengan terlihatnya di Saudi ? Atau kami berbuka dan berpuasa dengan mereka (negara saya, red), ketika mereka mengumumkan masuknya bulan Ramadhan ? Begitu juga denan permasalahan masuknya bulan Syawal, yaitu hari โ€˜Ied. Bagaimana hukumnya jika dua negara berselisih. Semoga Allah membalas dengan sebaik balasan dari kami dan dari kaum muslimin.

Beliau (Syaikh) menjawab : Setiap muslim, hendaklah berpuasa bersama dengan negara tempat ia tinggal, dan berbuka dengannya, sesuai sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

ุตูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุตููˆู’ู…ููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽููุทู’ุฑููƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽูุทูุฑููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุถู’ุญูŽุงูƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุถูŽุญู‘ููˆู’ู†ูŽ

โ€œPuasa kalian adalah pada hari kalian berpuasa. Dan berbuka kalian, ialah pada hari kalian berbuka. Dan hari penyembelihan kalian, ialah hari ketika kalian (semua) menyembelihโ€

Wa Billahi Taufiq [5]

FATWA SYAIKH SHALIH AL-FAUZAN HAFIZHAHULLAH
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan ditanya : Jika telah pasti masuknya bulan Ramadhan di suatu negara Islam, seperti kerajaan Arab Saudi, sedangkan di negara lain belum diumumkan tentang masuknya, bagaimana hukumnya? Apakah kami berpuasa dengan kerajaan ? Bagaimana permasalahan ini. Jika terjadi perbedaan pada dua negara?

Beliau (Syaikh) menjawab : Setiap muslim berpuasa dan berbuka bersama dengan kaum muslimin yang ada di negaranya. Hendaklah kaum muslimin memperhatikan ruโ€™yah hilal di negara tempat mereka tinggal di sana, dan agar tidak berpuasa dengan ruโ€™yah negara yang jauh dari negara mereka, karena mathlaโ€™ berbeda-beda. Jika misalkan sebagian muslimin berada di negara yang bukan Islam dan di sekitar mereka tidak ada yang memperhatikan ruโ€™yah hilal โ€“maka dalam hal ini- tidak mengapa mereka berpuasa dengan kerajaan Arab Saudi.[6]

FATWA LAJNAH DAโ€™IMAH LIL BUHUTS ILMIAH WAL IFTWA ARAB SAUDI
Lajnah Daโ€™imah Lil Buhuts Ilmiah Wal Ifta ditanya : Bagaimana pendapat Islam tentang perselisihan hari raya kaum muslimin, yaitu Idul Fithri dan Iedul Adha ? Perlu diketahui, hal ini dapat menyebabkan berpuasa pada hari yang diharamkan berpuasa, yaitu hari raya Iedul Fithri atau berbuka pada hari diwajibkan berpuasa? Kami mengharapkan jawaban tuntas tentang permasalahan yang penting ini, yang dapat kami jadikan alasan di hadapan Allah. Jika terjadi perselisihan, kemungkinan bisa dua hari, (atau) kemungkinan tiga hari. Seandainya Islam menolak perselisihan, bagaimana jalan yang benar untuk menyatukan hari raya kaum Muslimin ?

Dijawab : Para ulama sepakat bahwa Mathlaโ€™ Hilal berbeda-beda. Dan hal itu diketahui dengan panca indera dan akal. Akan tetapi mereka berselisih dalam memberlakukan atau tidaknya dalam memulai puasa Ramadhan dan mengakhirinya. Ada dua pendapat :

Pertama : Diantara imam fiqih berpendapat, bahwa berbedanya Mathla berlaku dalam menentukan permulaan puasa dan penghabisannya.

Kedua : Diantara mereka tidak memberlakukannya, dan setiap kelompok berdalil dengan Kitab, Sunnah serta Qias. Dan kadang-kadang, kedua kelompok berdalil dengan satu nash, karena ada persamaan dalam beristidlal (berdalil), seperti firman Allah Taโ€™ala. โ€œBarangsiapa diantara kalian yang menyaksikan bulan, maka berpuasalahโ€ (al-Baqarah : 185). FirmanNya. โ€œMereka bertanya tentang hilal. Katakanlah : Sesungguhnya ia adalah penentu waktu bagi manusiaโ€ (al-Baqarah : 189). Dan sabda Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam : โ€œBerpuasalah kalian dengan melihatnya, dan berbukalah dengan melihatnyaโ€

Itu semua karena perbedaan mereka dalam memahami nash dalam mengambil istidlal dengannya.

Kesimpulannya.
Permasalahan yang ditanyakan masuk ke dalam wilayah ijtihad. Oleh karenanya, para ulama -baik yang terdahulu maupun yang sekarang- telah berselisih. Dan tidak mengapa, bagi penduduk negeri manapun, jika tidak melihat hilal pada malam ketiga puluh untuk mengambil hilal yang bukan mathla mereka, jika kiranya mereka benar-benar telah melihatnya.

Jika sesama mereka berselisih juga, maka hendaklah mereka mengambil keputusan pemerintah negaranya โ€“jika seandainya pemerintah mereka Muslim-. Karena, keputusannya dengan mengambil salah satu dari dua pendapat, akan mengangkat perselisihan. Dalam hal ini umat wajib mengamalkannya. Dan jika pemerintahannya tidak muslim, maka mereka mengambil pendapat Majlis Islamic Center yanga ada di Negara mereka, untuk menjaga persatuan dalam berpuasa Ramadhan dan shalat โ€˜Ied.

Semoga Allah memberi taufiq, dan semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi, keluarga dan para sahabatnya.

Tertanda : Wakil Ketua : Abdur Razzaq Afifi. Anngota ; Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Mani. [7]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun VIII/1425H/2004M, Dikutip Dari Fatwa-Fatwa Seputar Hari Raya Dengan Pemerintah, Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah, Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km 8, Selokaton Gondangrejo – Solo]
_______
Footnote
[1]. HR Tirmidzi, Bab Ma Ja-a Annal Fithra Yauma Tafthurun, Sunan dengan Tuhfah (3/382, 383
[2]. Majmu Fatawa (25/202)
[3]. Tamamul Minnah, hal. 398
[4]. Fatawa Ramadhan 1/145
[5]. Fatawa Ramadhan 1/112
[6]. Al-Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih bin Fauzan 3/124
[7]. Fatawa Ramadhan 1/117

sumber : almanhaj.or.id

Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya


Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya

mendoakanoranglain1

Allah Taโ€™ala berfirman:
ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฌูŽุงุคููˆุง ู…ูู† ุจูŽุนู’ุฏูู‡ูู…ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุณูŽุจูŽู‚ููˆู†ูŽุง ุจูุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ูˆูŽู„ุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุง ุบูู„ุงู‘ู‹ ู„ู‘ูู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆ
โ€œDan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: โ€œYa Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.โ€ (QS. Al-Hasyr: 10)
Allah Taโ€™ala berfirman tentang doa Ibrahim -alaihishshalatu wassalam-:
ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู…ู ุงู„ู’ุญูุณูŽุงุจู
โ€œWahai Rabb kami, beri ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan semua orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).โ€ (QS. Ibrahim: 41)
Allah Taโ€™ala juga berfirman tentang Nuh -alaihishshalatu wassalam- bahwa beliau berdoa:
ุฑูŽุจู‘ู ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽู„ูู…ูŽู† ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุจูŽูŠู’ุชููŠูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ู‹ุง ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู
โ€œWahai Rabbku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke dalam rumahku dalam keadaan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.โ€ (QS. Nuh: 28)
Dan juga tentang Nabi Muhammad -alaihishshalatu wassalam- dimana beliau diperintahkan dengan ayat:
ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูุฐูŽู†ุจููƒูŽ ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู
โ€œDan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.โ€ (QS. Muhammad: 19)
Dari Abu Ad-Dardaโ€™ ๏ด dia berkata: Rasulullah -shallallahu โ€˜alaihi wasallam- bersabda:
ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ุจูุธูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุจูู…ูุซู’ู„ู
โ€œTidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, โ€œDan bagimu juga kebaikan yang sama.โ€ (HR. Muslim no. 4912)
Dalam riwayat lain dengan lafazh:
ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ุจูุธูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ู…ูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ู…ูŽู„ูŽูƒูŒ ู…ููˆูŽูƒู‘ูŽู„ูŒ ูƒูู„ู‘ูŽู…ูŽุง ุฏูŽุนูŽุง ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ุจูุฎูŽูŠู’ุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู ุงู„ู’ู…ููˆูŽูƒู‘ูŽู„ู ุจูู‡ู ุขู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุจูู…ูุซู’ู„ู
โ€œDoa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, โ€œAmin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.โ€

Penjelasan ringkas:
Mendoakan sesama muslim tanpa sepengatahuan orangnya termasuk dari sunnah hasanah yang telah diamalkan turun-temurun oleh para Nabi -alaihimushshalatu wassalam- dan juga orang-orang saleh yang mengikuti mereka. Mereka senang kalau kaum muslimin mendapatkan kebaikan, sehingga merekapun mendoakan saudaranya di dalam doa mereka tatkala mereka mendoakan diri mereka sendiri. Dan ini di antara sebab terbesar tersebarnya kasih sayang dan kecintaan di antara kaum muslimin, serta menunjukkan kesempuraan iman mereka. Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda, โ€œTidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.โ€ (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

Karenanya Allah dan Rasul-Nya memotifasi kaum muslimin untuk senantiasa mendoakan saudaranya, sampai-sampai Allah Taโ€™ala mengutus malaikat yang khusus bertugas untuk mengโ€™aminโ€™kan setiap doa seorang muslim untuk saudaranya dan sebagai balasannya malaikat itupun diperintahkan oleh Allah untuk mendoakan orang yang berdoa tersebut. Berhubung doa malaikat adalah mustajabah, maka kita bisa menyatakan bahwa mendoakan sesama muslim tanpa sepengetahuannya termasuk dari doa-doa mustajabah. Karenanya jika dia mendoakan untuk saudaranya -dan tentu saja doa yang sama akan kembali kepadanya- maka potensi dikabulkannya akan lebih besar dibandingkan dia mendoakan untuk dirinya sendiri.

Hanya saja satu batasan yang disebutkan dalam hadits -agar malaikat mengโ€™aminโ€™kan- adalah saudara kita itu tidak mengetahui kalau kita sedang mendoakan kebaikan untuknya. Jika dia mengetahui bahwa dirinya didoakan maka lahiriah hadits menunjukkan malaikat tidak mengโ€™aminโ€™kan, walaupun tetap saja orang yang berdoa mendapatkan keutamaan karena telah mendoakan saudaranya. Hanya saja kita mendoakannya tanpa sepengetahuannya lebih menjaga keikhlasan dan lebih berpengaruh dalam kasih sayang dan kecintaan.

Read the rest of this entry

Safari dakwah KAJIAN ISLAM 2 Kota, Insya Allah…


dr ali musri di purworejo

Bersama Al Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra,MA
Pemateri Kajian di Rodja TV
Doktor Bidang Aqidah Universitas Islam MAdinah,Dosen STDI(sekolah Tinggi Dirosat Islam) Imam Syafiโ€™i Jember Jawa Timur

TABLIGH AKBAR KULON PROGO ::
โ€œHAKIKAT CINTA NABI Shallallahu โ€˜alaihi Wa Sallamโ€
Insya Allah pada:
Sabtu 17 Januari 2015 jam 18.00 (bakda Magrib) sd 20.30 WIB
DI MASJID BAITURROHMAN DESA Soropadan, Tawangsari, Pengasih Kulon progo.
Informasi:08157997364, 081802748560

TABLIGH AKBAR PURWOREJO
โ€œMembentengi Diri dari FITNAH AKHIR ZAMANโ€
– Fitnah akhir zaman yang paling besar adalah Munculnya Dajjal-
Insya Allah Pada: Ahad 18 Januari 2015 Jam 08.30 sd Dzhuhur
Di Masjid Jamiโ€™ As Sakinah Prayan Loano Purworejo (Pinggir Jl raya Purworejo-Magelang)

Taushiyah Shubuh
โ€œPetaka dan Bahaya Kesyirikanโ€
Ahad,18 Januari 2015 jam Bakda Shubuh sd Selesai
Di Masjid Sebomenggalan Purworejo
Kajian Ilmiyyah
โ€œAqidah Islam Tentang Ahlul Bait Nabiโ€
Ahad,18 Januari 2015 jam 18.00. sd Selesai
Di Masjid Darul Muhlisin Pituruh Purworejo(sebelah Barat Kecamatan Pituruh/Utara SMK Patriot) Inforrmasi: 085716544953, 081228248636

โ€œBarangsiapa keluar Mencari Jalan dalam rangka Menuntu Ilmu, Niscaya Allah Akan Memudahkan baginya Jalan Ke Surga.โ€ (HR. Muslim)

DISELENGGARAKAN BERSAMA:
Yayasan Lajnah Istiqomah Purworejo @ Takmir Masjid Baiturrahman Soropadan @Takmir Masjid Jamiโ€™ Sakinah @Takmir Masjid Sebomenggalan@ Muslim.or.id @grup Watssapp Ahlussunnah Purworejo 085729912875

Saudariku, Hijab Syarโ€™i Itulah Pelindungmu


niqob1

Saudariku, terkadang aku merenung, mengapa akhir-akhir ini banyak sekali kasus yang menjadikan wanita sebagai korbannya, entah itu perkosaan, pelecehan seksual, perzinaan, dan lain sebagainya yangโ€ฆ ah, miris! Sangat-sangat melecehkan dan merendahkan kehormatan wanita. Apakah memang laki-laki zaman sekarang sudah sedemikian bejat dan kurang ajar sehingga menghinakan wanita? Apakah mereka hanya berpikiran bahwa wanita adalah tempat pelampiasan nafsu mereka semata? Apakah mereka mengira wanita itu bagaikan bunga di tepi jalan yang bisa dipetik setiap saat kemudian dicampakkan begitu saja? Atau mereka pikir wanita ibarat rokok yang setelah sarinya habis mereka hisap lantas puntungnya mereka buang dan diinjak-injak dengan kaki mereka? Huh, biadab sekali laki-laki itu!

Tunggu dulu, jangan gegabah menuduh mereka wahai Saudariku.. Pernahkah engkau berpikir dan merenung dalam-dalam mengapa pria-pria itu berbuat demikian? Apakah hal itu murni kesalahan mereka atau jangan-jangan ada faktor lainnya yang mendorong mereka melakukan pelecehan terhadap kita? Renungilah sejenakโ€ฆ

Nah, sudahkah kau temukan jawabannya? Jika belum, baiklah mari kita cari jawabannya. Aku yakin sebagian besar wanita menyukai bunga-bunga mekar yang cantik, mewangi, dan beraneka warna. Lihatlah bebungaan yang indah itu, dia menarik perhatian kumbang untuk menghisap madunya, bahkan menarik perhatian manusia untuk memetiknya. Ketika bunga itu mekar maka tampaklah kecantikannya oleh sang kumbang. Sang kumbang pun tertarik untuk mendekatinya dan merampas madu bunga, lantas setelah puas, sang kumbang akan meninggalkan bunga itu begitu saja. Dan bunga itupun akhirnya layu dengan cepatโ€ฆ Habis manis, sepah dibuang. Lain halnya dengan bunga cantik yang terlindungi dari pandangan kumbang. Bunga itu tidak akan terjamah oleh kumbang-kumbang yang tidak bertanggung jawab.

Ya, wanita ibarat bunga yang cantik itu. Jika seorang wanita menampakkan kecantikan wajah dan kemolekan tubuhnya, sungguh, kebanyakan dari para lelaki akan terpesona karenanya. Hawa nafsunya akan menyuruhnya untuk menikmati sang wanita cantik itu, entah itu dengan memandangi wajah dan tubuh sang wanita terus-menerus, entah dengan menyentuhnya, atauโ€ฆ entah dengan tindakan bejat lainnya. Hanya lelaki hidung belang dan kurang imannya yang akan memuaskan hawa nafsunya dengan hal yang haram tersebut. Duhai Saudariku, apakah engkau mau menjadi korban para lelaki itu? Tentunya sebagai wanita yang berpikiran sehat, jelas kita tidak akan sudi, benar kan?

Lalu mengapa engkau pamerkan bagian tubuhmu? Keuntungan apakah yang engkau dapatkan dari membuka auratmu? Kebebasan? Bahagia karena dipuji orang sebagai wanita seksi? Biar laris jodoh? Gampang dapat pekerjaan? Dapat tawaran jadi model atau artis? Atau seribu satu kenikmatan hidup lainnya? Jika engkau berpikir bahwa engkau akan mendapatkan keuntungan yang besar dari membuka auratmu maka engkau telah salah besar. Kesenangan hidup yang kau peroleh itu hanyalah kesenangan semu. Sungguh, tidaklah akan engkau dapati dari membuka auratmu kecuali kerugian yang besar. Dengan membuka aurat maka turunlah harga diri dan kehormatanmu sebagai muslimah. Hilanglah kemuliaan dan rasa malumu seiring dengan tersingkapnya auratmu. Dan engkau pun rentan menjadi korban pelampiasan nafsu para pria hidung belang dan mata keranjang.. Lalu ke manakah perginya rasa aman ituโ€ฆ?

Hijab, perintah Allah untuk wanita muslimah

Read the rest of this entry

Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal?


Alhamdulillahi robbil โ€˜alamin, wa shalaatu wa salaamu โ€˜ala nabiyyina Muhammad wa โ€˜ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nashrani. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani, sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca: cendekiawan), sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani tidaklah mengapa (alias โ€˜boleh-boleh sajaโ€™). Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan.
Namun untuk mengetahui manakah yang benar, tentu saja kita harus merujuk pada Al Qurโ€™an dan As Sunnah, juga pada ulama yang mumpuni, yang betul-betul memahami agama ini. Ajaran islam ini janganlah kita ambil dari sembarang orang, walaupun mungkin orang-orang yang diambil ilmunya tersebut dikatakan sebagai cendekiawan. Namun sayang seribu sayang, sumber orang-orang semacam ini kebanyakan merujuk pada perkataan orientalis barat yang ingin menghancurkan agama ini. Mereka berusaha mengutak-atik dalil atau perkataan para ulama yang sesuai dengan hawa nafsunya. Mereka bukan karena ingin mencari kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya, namun sekedar mengikuti hawa nafsu. Jika sesuai dengan pikiran mereka yang sudah terkotori dengan paham orientalis, barulah mereka ambil. Namun jika tidak bersesuaian dengan hawa nafsu mereka, mereka akan tolak mentah-mentah. Ya Allah, tunjukilah kami kepada kebenaran dari berbagai jalan yang diperselisihkan โ€“dengan izin-Mu-

Semoga dengan berbagai fatwa dari ulama yang mumpuni, kita mendapat titik terang mengenai permasalahan ini.

Fatwa Pertama: Mengucapkan Selamat Natal dan Merayakan Natal Bersama

Berikut adalah fatwa ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah, dari kumpulan risalah (tulisan) dan fatwa beliau (Majmuโ€™ Fatawa wa Rosail Ibnu โ€˜Utsaimin), 3/28-29, no. 404.

Beliau rahimahullah pernah ditanya,
โ€œApa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmas) pada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi, tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, karena malu, karena kondisi tertekan, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?โ€

Beliau rahimahullah menjawab:
Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijmaโ€™ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah. Beliau rahimahullah mengatakan, โ€œAdapun memberi ucapan selamat pada syiโ€™ar-syiโ€™ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijmaโ€™ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, โ€˜Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimuโ€™, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bidโ€™ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Taโ€™ala.โ€ โ€“Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah-

Dari penjelasan di atas, maka dapat kita tangkap bahwa mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan. Alasannya, ketika mengucapkan seperti ini berarti seseorang itu setuju dan ridho dengan syiar kekufuran yang mereka perbuat. Meskipun mungkin seseorang tidak ridho dengan kekufuran itu sendiri, namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk ridho terhadap syiar kekufuran atau memberi ucapan selamat pada syiar kekafiran lainnya karena Allah Taโ€™ala sendiri tidaklah meridhoi hal tersebut. Allah Taโ€™ala berfirman,

ุฅูู†ู’ ุชูŽูƒู’ููุฑููˆุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุบูŽู†ููŠูŒู‘ ุนูŽู†ู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ุถูŽู‰ ู„ูุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุงู„ู’ูƒููู’ุฑูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุดู’ูƒูุฑููˆุง ูŠูŽุฑู’ุถูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’

โ€œJika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.โ€ (Qs. Az Zumar [39]: 7)

Allah Taโ€™ala juga berfirman,

ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู’ุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุชู’ู…ูŽู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููŠ ูˆูŽุฑูŽุถููŠุชู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ูŽ ุฏููŠู†ู‹ุง

โ€œPada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu niโ€™mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.โ€ (Qs. Al Maidah [5]: 3)

Apakah Perlu Membalas Ucapan Selamat Natal?

Read the rest of this entry