Arsip Blog

Info Kajian untuk Umum ๐Ÿ‚ *PURWOREJO* Bersama: ๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)


๐Ÿƒ Info Kajian untuk Umum
๐Ÿ‚ *PURWOREJO*
Majelis Ilmu…Taman Taman Surga…
ุงู ู†ู’ ุดูŽุข ุกูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุชุนุงู„ู‰

Bersama:
๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)

๐Ÿ“– MATERI:
MERAIH KHUSNUL KHATIMAH

๐Ÿ—“Sabtu,25 Syawal 1437/
30 Juli 2016

๐Ÿ•ฐbakda maghrib sd jam 21.00

๐Ÿ•Œ Masjid Sebomenggalan Kota Purworejo
_________________๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด
KAJIAN AKBAR
๐Ÿ“—NASEHAT BUAT SI KAYA DAN SI MISKIN

๐Ÿ“… WAKTU
Hari ahad,26 Syawal 1437 H / 31 Juli 2016
Jam 08.30 – dhuhur

๐ŸšฉTEMPAT
Masjid Jami As Sakinah Prayan Loano purworejo

๐ŸŽ™Sambutan: AKP Markotip,Kapolsek Loano (Mewakili Kapolres Purworejo)

๐Ÿ“ž CP / Info
085729912875

Present by:
๐Ÿš“Komunitas Masyarakat Cinta Polri KOMASCIPOL PURWOREJO
๐Ÿ€Yayasan Lajnah Istiqomah Purworejo
๐ŸŒ™Takmir Masjid Jami’ Sakinah & Sebomenggalan
๐ŸƒGrup Whasctapp Ahlus Sunnah Purworejo-Dakwah dan Bimbingan Islam
didukung oleh:

KEPOLISIAN RESORT PURWOREJO

~~~~~~~~~~~~~~~~~

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

Silakan disebarkan

————
Biodata singkat ustadz Firanda.ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Nama: Firanda Andirja bin Abidin .ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Pendidikan terakhir:

saat ini beliau sedang mengenyam pendidikan jenjang Doktor bidang Aqidah di universitas yang sama.

Menjadi pengajar berbahasa Indonesia di masjid Nabawi Madinah.

Guru-guru beliau:
1. Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad al badr
2. Syaikh Soleh Al-Suhaimi
3. Syaikh Abdurrazzaq bin abdul muhsin al abbad al badr- hafidhahumullahu jamii’an
Dan masyaikh lainnya
ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู…

Kajian Ustadz Firanda di Purworejo

Iklan

Kajian Keluarga: Tak Ada Sofa Tikarpun Jadi – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA


Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya


Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya

mendoakanoranglain1

Allah Taโ€™ala berfirman:
ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฌูŽุงุคููˆุง ู…ูู† ุจูŽุนู’ุฏูู‡ูู…ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุณูŽุจูŽู‚ููˆู†ูŽุง ุจูุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ูˆูŽู„ุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุง ุบูู„ุงู‘ู‹ ู„ู‘ูู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆ
โ€œDan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: โ€œYa Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.โ€ (QS. Al-Hasyr: 10)
Allah Taโ€™ala berfirman tentang doa Ibrahim -alaihishshalatu wassalam-:
ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู…ู ุงู„ู’ุญูุณูŽุงุจู
โ€œWahai Rabb kami, beri ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan semua orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).โ€ (QS. Ibrahim: 41)
Allah Taโ€™ala juga berfirman tentang Nuh -alaihishshalatu wassalam- bahwa beliau berdoa:
ุฑูŽุจู‘ู ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽู„ูู…ูŽู† ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุจูŽูŠู’ุชููŠูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ู‹ุง ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู
โ€œWahai Rabbku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke dalam rumahku dalam keadaan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.โ€ (QS. Nuh: 28)
Dan juga tentang Nabi Muhammad -alaihishshalatu wassalam- dimana beliau diperintahkan dengan ayat:
ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูุฐูŽู†ุจููƒูŽ ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู
โ€œDan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.โ€ (QS. Muhammad: 19)
Dari Abu Ad-Dardaโ€™ ๏ด dia berkata: Rasulullah -shallallahu โ€˜alaihi wasallam- bersabda:
ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ุจูุธูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุจูู…ูุซู’ู„ู
โ€œTidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, โ€œDan bagimu juga kebaikan yang sama.โ€ (HR. Muslim no. 4912)
Dalam riwayat lain dengan lafazh:
ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ุจูุธูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ู…ูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ู…ูŽู„ูŽูƒูŒ ู…ููˆูŽูƒู‘ูŽู„ูŒ ูƒูู„ู‘ูŽู…ูŽุง ุฏูŽุนูŽุง ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ุจูุฎูŽูŠู’ุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู ุงู„ู’ู…ููˆูŽูƒู‘ูŽู„ู ุจูู‡ู ุขู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุจูู…ูุซู’ู„ู
โ€œDoa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, โ€œAmin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.โ€

Penjelasan ringkas:
Mendoakan sesama muslim tanpa sepengatahuan orangnya termasuk dari sunnah hasanah yang telah diamalkan turun-temurun oleh para Nabi -alaihimushshalatu wassalam- dan juga orang-orang saleh yang mengikuti mereka. Mereka senang kalau kaum muslimin mendapatkan kebaikan, sehingga merekapun mendoakan saudaranya di dalam doa mereka tatkala mereka mendoakan diri mereka sendiri. Dan ini di antara sebab terbesar tersebarnya kasih sayang dan kecintaan di antara kaum muslimin, serta menunjukkan kesempuraan iman mereka. Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda, โ€œTidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.โ€ (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

Karenanya Allah dan Rasul-Nya memotifasi kaum muslimin untuk senantiasa mendoakan saudaranya, sampai-sampai Allah Taโ€™ala mengutus malaikat yang khusus bertugas untuk mengโ€™aminโ€™kan setiap doa seorang muslim untuk saudaranya dan sebagai balasannya malaikat itupun diperintahkan oleh Allah untuk mendoakan orang yang berdoa tersebut. Berhubung doa malaikat adalah mustajabah, maka kita bisa menyatakan bahwa mendoakan sesama muslim tanpa sepengetahuannya termasuk dari doa-doa mustajabah. Karenanya jika dia mendoakan untuk saudaranya -dan tentu saja doa yang sama akan kembali kepadanya- maka potensi dikabulkannya akan lebih besar dibandingkan dia mendoakan untuk dirinya sendiri.

Hanya saja satu batasan yang disebutkan dalam hadits -agar malaikat mengโ€™aminโ€™kan- adalah saudara kita itu tidak mengetahui kalau kita sedang mendoakan kebaikan untuknya. Jika dia mengetahui bahwa dirinya didoakan maka lahiriah hadits menunjukkan malaikat tidak mengโ€™aminโ€™kan, walaupun tetap saja orang yang berdoa mendapatkan keutamaan karena telah mendoakan saudaranya. Hanya saja kita mendoakannya tanpa sepengetahuannya lebih menjaga keikhlasan dan lebih berpengaruh dalam kasih sayang dan kecintaan.

Read the rest of this entry

Ketika Marah Melanda ….


Manajemen Marah

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู

Jangan kamu marah

Marah, adalah suatu keadaan yang terkadang ada dalam diri setiap orang, tak terkecuali orang-orang yang mulia, hanya saja yang membedakan adalah sebab-sebab kemarahan dan cara-cara dalam mengatasinya. Oleh karena itu perlu dipahami, kemarahan ada tiga bentuk:

Pertama: Kemarahan yang Terpuji

Marah yang terpuji adalah marah karena Allah, yaitu marah ketika terjadi pelanggaran terhadap syariโ€™at Allah taโ€™ala, bahkan Allah taโ€™ala pun marah karena hal tersebut, sebagaimana firman-Nya,

ูˆูŽูŠูุนูŽุฐูู‘ุจูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒูŽุงุชู ุงู„ุธูŽู‘ุงู†ูู‘ูŠู†ูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุธูŽู†ูŽู‘ ุงู„ุณูŽู‘ูˆู’ุกู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุฏูŽุงุฆูุฑูŽุฉู ุงู„ุณูŽู‘ูˆู’ุกู ูˆูŽุบูŽุถูุจูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุนูŽู†ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุนูŽุฏูŽู‘ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฌูŽู‡ูŽู†ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽุณูŽุงุกุชู’ ู…ูŽุตููŠุฑู‹ุง

โ€œDan supaya Dia mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah marah kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahanam. Dan (neraka Jahanam) itulah sejelek-jeleknya tempat kembali.โ€ [Al-Fath: 6]

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahuโ€™anha bercerita tentang kemarahan Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam,

ู…ูŽุง ุถูŽุฑูŽุจูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู‚ูŽุทูู‘ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ูˆูŽู„ุงูŽ ุฎูŽุงุฏูู…ู‹ุง ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฌูŽุงู‡ูุฏูŽ ููู‰ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู†ููŠู„ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ู‚ูŽุทูู‘ ููŽูŠูŽู†ู’ุชูŽู‚ูู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุตูŽุงุญูุจูู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู†ู’ุชูŽู‡ูŽูƒูŽ ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุญูŽุงุฑูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽูŠูŽู†ู’ุชูŽู‚ูู…ูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘

โ€œRasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam tidak pernah memukul apa pun dengan tangannya sama sekali, tidak istri dan tidak pula pembantu, kecuali ketika beliau berjihad di jalan Allah. Dan tatkala beliau disakiti, maka tidak pernah beliau membalas pelakunya sedikit pun, kecuali apabila dilanggar satu hal yang Allah haramkan, maka beliau membalas karena Allah โ€˜azza wa jalla.โ€ [HR. Muslim]

Maka seorang mukmin harus marah kepada orang-orang kafir disebabkan kekafiran mereka, demikian pula marah kepada pelaku bidโ€™ah dan maksiat sesuai kadar bidโ€™ah dan maksiatnya. Ini adalah marah yang terpuji.

Sebaliknya, jika seorang mukmin malah senang dengan pelaku syirik, atau tidak marah terhadap pelaku bidโ€™ah dan maksiat, maka itu adalah sikap yang jelek, bahkan senang dengan pelaku syirik karena kesyirikannya adalah kekafiran kepada Allah taโ€™ala.

Kedua: Kemarahan yang Tercela

Marah yang tercela adalah marah yang bukan karena Allah, yang berdasarkan pada sesuatu yang tercela, seperti marah karena kesombongan, hizbiyyah (fanatisme golongan), dan berbagai sebab yang tercela lainnya.

Ketiga: Kemarahan yang Mubah

Marah yang mubah adalah marah karena tabiat (sifat dasar manusia), seperti marah karena disakiti atau dihina, hukum asalnya mubah, namun dapat menjadi haram apabila mengantarkan kepada yang haram, seperti berbuat zalim, mencaci, mengghibah, bahkan memukul dan membunuh.

Dan sebaliknya, marah karena tabiat ini dapat menjadi kebaikan yang besar apabila dikelola secara benar, yaitu sesuai tuntunan agama yang mulia ini.

Cara Mengelola Kemarahan

Dari sahabat yang mulia Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu,

ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃูŽูˆู’ุตูู†ููŠ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ ููŽุฑูŽุฏูŽู‘ุฏูŽ ู…ูุฑูŽุงุฑู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’

โ€œBahwasannya seseorang berkata kepada Nabi shallallahuโ€™alaihi wa sallam: Berilah aku wasiat. Beliau bersabda: Jangan marah. Orang tersebut meminta wasiat sampai beberapa kali. Beliau pun bersabda: Jangan marah.โ€ [HR. Al-Bukhari]

Para ulama menjelaskan, makna โ€œJangan marahโ€ dalam hadits di atas mencakup lima makna:

Pertama: Menghilangkan amarah dengan memaafkan. Makna ini yang diisyaratkan oleh Ibnu Baththol rahimahullah, beliau berkata ketika menjelaskan hadits ini,

ู…ุฏุญ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุงู„ุฐูŠู† ูŠุบูุฑูˆู† ุนู†ุฏ ุงู„ุบุถุจ ูˆุฃุซู†ู‰ ุนู„ูŠู‡ู…ุŒ ูˆุฃุฎุจุฑ ุฃู† ู…ุงุนู†ุฏู‡ ุฎูŠุฑ ูˆุฃุจู‚ู‰ ู„ู‡ู… ู…ู† ู…ุชุงุน ุงู„ุญูŠุงุฉ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุฒูŠู†ุชู‡ุงุŒ ูˆุฃุซู†ู‰ ุนู„ู‰ ุงู„ูƒุงุธู…ูŠู† ุงู„ุบูŠุธ ูˆุงู„ุนุงููŠู† ุนู† ุงู„ู†ุงุณุŒ ูˆุฃุฎุจุฑ ุฃู†ู‡ ูŠุญุจู‡ู… ุจุฅุญุณุงู†ู‡ู… ูู‰ ุฐู„ูƒ

โ€œAllah telah memuji orang-orang yang memaafkan ketika marah dan menyanjung mereka, dan Dia mengabarkan bahwa apa yang ada di sisi-Nya lebih baik dan lebih kekal bagi mereka dibanding kesenangan dunia dan perhiasannya. Dan Allah telah menyanjung orang-orang yang menahan marah serta memaafkan manusia, dan Dia mengabarkan bahwa Dia mencintai mereka disebabkan perbuatan baik mereka dalam hal tersebut.โ€ [Syarhu Shahihil Bukhari, 9/296]

Memberi Maaf Saat Marah

Kedua: Jangan mudah marah atau cepat marah. Asy-Syaikh Ibnul โ€˜Utsaimin rahimahullah berkata,

ูˆุงู„ู…ุนู†ูŠ ู„ุง ุชูƒู† ุณุฑูŠุน ุงู„ุบุถุจ ูŠุณุชุซูŠุฑูƒ ูƒู„ ุดูŠุก ุจู„ ูƒู† ู…ุทู…ุฆู†ุง ู…ุชุฃู†ูŠุง ู„ุฃู† ุงู„ุบุตุจ ุฌู…ุฑุฉ ูŠู„ู‚ูŠู‡ุง ุงู„ุดูŠุทุงู† ููŠ ู‚ู„ุจ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุญุชู‰ ูŠุบู„ูŠ ุงู„ู‚ู„ุจ ูˆู„ู‡ุฐุง ุชู†ุชูุฎ ุงู„ุฃูˆุฏุงุฌ โ€“ ุนุฑูˆู‚ ุงู„ุฏู… โ€“ ูˆุชุญู…ุฑ ุงู„ุนูŠู† ุซู… ูŠู†ูุนู„ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุญุชู‰ ูŠูุนู„ ุดูŠุฆุง ูŠู†ุฏู… ุนู„ูŠู‡

โ€œMakna hadits ini adalah, janganlah engkau cepat marah, yaitu janganlah segala sesuatu dapat membuatmu marah, akan tetapi jadilah orang yang tenang serta menahan diri, sebab kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh setan ke hati manusia agar agar hati menjadi panas, oleh karena itu urat-urat leher pun mengembang dan mata memerah, pada akhirnya manusia kehilangan kendali hingga ia melakukan sesuatu yang kelak ia sesali.โ€ [Syarah Riyadhis Shalihin]

Ketiga: Menjauhi sebab-sebab kemarahan. Al-Khattabi rahimahullah berkata

ู…ุนู†ู‰ ู‚ูˆู„ู‡ ู„ุง ุชุบุถุจ ุงุฌุชู†ุจ ุฃุณุจุงุจ ุงู„ุบุถุจ ูˆู„ุง ุชุชุนุฑุถ ู„ู…ุง ูŠุฌู„ุจู‡

โ€œMakna ucapan beliau โ€œJangan marahโ€ adalah, jauhilah sebab-sebab kemarahan, dan jangan mendekati sesuatu yang dapat memunculkannya.โ€ [Fathul Bari, 10/520]

Keempat: Menghilangkan sifat sombong, karena itulah sebab kemarahan terbesar. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

ูˆู‚ูŠู„ ู…ุนู†ุงู‡ ู„ุง ุชุบุถุจ ู„ุฃู† ุฃุนุธู… ู…ุง ูŠู†ุดุฃ ุนู†ู‡ ุงู„ุบุถุจ ุงู„ูƒุจุฑ ู„ูƒูˆู†ู‡ ูŠู‚ุน ุนู†ุฏ ู…ุฎุงู„ูุฉ ุฃู…ุฑ ูŠุฑูŠุฏู‡ ููŠุญู…ู„ู‡ ุงู„ูƒุจุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุบุถุจ ูุงู„ุฐูŠ ูŠุชูˆุงุถุน ุญุชู‰ ูŠุฐู‡ุจ ุนู†ู‡ ุนุฒุฉ ุงู„ู†ูุณ ูŠุณู„ู… ู…ู† ุดุฑ ุงู„ุบุถุจ

โ€œDan dikatakan maknanya, jangan marah karena penyebab kemarahan terbesar adalah kesombongan, oleh karena kemarahan itu muncul ketika menyelisihi seseuatu yang diinginkan oleh seseorang, maka kesombongan membawanya pada kemarahan. Sehingga orang yang merendahkan diri (tidak sombong) akan hilang darinya sifat tinggi hati dan selamat dari jeleknya kemarahan.โ€ [Fathul Bari, 10/520]

Kelima: Tidak menuruti amarah atau melampiaskannya dengan cara yang salah. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

ูˆู‚ูŠู„ ู…ุนู†ุงู‡ ู„ุง ุชูุนู„ ู…ุง ูŠุฃู…ุฑูƒ ุจู‡ ุงู„ุบุถุจ

โ€œDan dikatakan maknanya, janganlah engkau menuruti perintah amarahmu.โ€ [Fathul Bari, 10/520]

Ibnu Hibban rahimahullah berkata,

ุฃุฑุงุฏ ู„ุง ุชุนู…ู„ ุจุนุฏ ุงู„ุบุถุจ ุดูŠุฆุง ู…ู…ุง ู†ู‡ูŠุช ุนู†ู‡

โ€œBeliau menginginkan, janganlah engkau melakukan sesuatu yang aku larang ketika marah.โ€ [Fathul Bari, 10/520]

Demikianlah cara mengelola kemarahan yang terkandung dalam satu hadits di atas, cara yang lainnya:

Keenam: Meminta perlindungan kepada Allah taโ€™ala dari setan. Sahabat yang mulia Sulaiman bin Shurod radhiyallahuโ€™anhu berkata,

ุงุณู’ุชูŽุจูŽู‘ ุฑูŽุฌูู„ุงูŽู†ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูู‘ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ูŽุง ุชูŽุญู’ู…ูŽุฑูู‘ ุนูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ู ูˆูŽุชูŽู†ู’ุชูŽููุฎู ุฃูŽูˆู’ุฏูŽุงุฌูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฅูู†ูู‘ู‰ ู„ุฃูŽุนู’ุฑููู ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู‹ ู„ูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ูŠูŽุฌูุฏู ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌููŠู…ูย 

โ€œAda dua orang saling mencaci di sisi Nabi shallallahuโ€™alaihi wa sallam, maka salah seorang dari mereka telah memerah kedua matanya dan mengembang urat-urat lehernya. Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam pun bersabda: Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat, andaikan ia mengucapkannya maka akan hilang amarahnya, yaitu:

ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌููŠู…ู

โ€œ Aโ€™uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiimโ€

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.โ€ [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Ketujuh: Berwudhu. Dalam sebuah hadits yang didhaโ€™ifkan oleh sejumlah ulama,

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุบูŽุถูŽุจูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ุฎูู„ูู‚ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุชูุทู’ููŽุฃู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ููŽุฅูุฐูŽุง ุบูŽุถูุจูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฃู’

โ€œSesungguhnya kemarahan itu dari setan, dan sesungguhnya setan tercipta dari api, dan hanyalah api itu dapat dimatikan dengan air, maka jika seorang dari kalian marah, hendaklah ia berwudhu.โ€ [HR. Ahmad dan Abu Daud dari โ€˜Athiyah radhiyallahuโ€™anhu, didhaโ€™ifkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Adh-Dhaโ€™ifah: 582]

Walaupun hadits ini dhaโ€™if namun maknanya shahih dan terbukti bahwa kemarahan itu dari setan (sebagaimana dalam hadits Sulaiman bin Shurod di atas) dan dengan berwudhu dapat menghilangkannya. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

ูˆุฃู† ูŠุณุชุนูŠุฐ ู…ู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ูƒู…ุง ุชู‚ุฏู… ููŠ ุญุฏูŠุซ ุณู„ูŠู…ุงู† ุจู† ุตุฑุฏ ูˆุฃู† ูŠุชูˆุถุฃ ูƒู…ุง ุชู‚ุฏู…ุช ุงู„ุฅุดุงุฑุฉ ุฅู„ูŠู‡ ููŠ ุญุฏูŠุซ ุนุทูŠุฉ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…

โ€œDan hendaklah orang yang marah memohon perlindungan dari setan sebagaimana telah berlalu dalam hadits Sulaiman bin Shurod, dan hendaklah ia berwudhu sebagaimana telah berlalu isyarat kepadanya dalam hadits โ€˜Athiyyah, wallahu aโ€™lam.โ€ [Fathul Bari, 10/521]

Kedelapan: Diam, tidak berbicara apalagi berdebat dan saling mencaci. Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ุนูŽู„ูู‘ู…ููˆุง ูˆูŽูŠูŽุณูู‘ุฑููˆุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุนูŽุณูู‘ุฑููˆุง ุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุบูŽุถูุจูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุณู’ูƒูุช

โ€œAjarilah, mudahkanlah dan jangan mempersulit, dan apabila seorang dari kalian marah hendaklah ia diam.โ€ [HR. Ahmad dari Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahuโ€™anhuma, Ash-Shahihah: 1375]

Kesembilan: Merubah posisi. Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูุฐูŽุง ุบูŽุถูุจูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ูŒ ููŽู„ู’ูŠูŽุฌู’ู„ูุณู’ ููŽุฅูู†ู’ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงู„ู’ุบูŽุถูŽุจู ูˆูŽุฅูู„ุงูŽู‘ ููŽู„ู’ูŠูŽุถู’ุทูŽุฌูุนู’

โ€œApabila seorang dari kalian marah dan ia dalam keadaan berdiri hendaklah ia duduk, jika kemarahannya belum mereda maka hendaklah ia berbaring.โ€ [HR. Abu Daud dari Abu Dzar radhiyallahuโ€™anhu, Al-Misykaah: 5114]

Kesepuluh: Melatih diri untuk tidak marah dan menahan emosi. Menahan marah adalah akhlak yang terpuji, dan akhlak yang terpuji terkadang dimiliki seseorang sebagai sifat dasarnya, dan terkadang ia perlu berjuang dan melatih diri untuk dapat memilikinya.

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุนู’ูููู’ ูŠูุนูููŽู‘ู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ู†ู ูŠูุบู’ู†ูู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุตู’ุจูุฑู’ ูŠูุตูŽุจูู‘ุฑู’ู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูุนู’ุทููŠูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ู…ูู†ู’ ุนูŽุทูŽุงุกู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ุณูŽุนู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ุจู’ุฑู

โ€œBarangsiapa yang berusaha menjaga kesucian dirinya maka Allah akan menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup maka Allah akan mencukupkannya dan barangsiapa yang berusaha sabar maka Allah akan menyabarkannya, dan tidaklah seseorang dianugerahkan sebuah pemberian yang lebih baik dan lebih luas dibanding kesabaran.โ€ [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Saโ€™id Al-Khudri radhiyallahuโ€™anhu]

Orang yang Kuat

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda,

ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุฏูŠุฏู ุจุงู„ุตูู‘ุฑูŽุนูŽุฉู ุŒ ุฅู†ูŽู‘ู…ุง ุงู„ุดูŽู‘ุฏูŠุฏู ุงู„ูŽู‘ุฐูŠ ูŠูŽู…ู„ููƒู ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ุนู†ุฏูŽ ุงู„ุบูŽุถูŽุจู

โ€œBukanlah orang yang kuat itu yang dapat memenangkan pertarungan, akan tetapi orang yang kuat itu adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.โ€ [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu]

Kesebelas: Mengedepankan prasangka baik kepada saudara kita yang telah membuat marah, karena sesungguhnya prasangka baik dapat melapangkan hati dan menghilangkan kemarahan terhadap orang yang menyakiti kita.

Dalam hal ini generasi Salaf adalah sebaik-baiknya teladan. Al-Mawardi rahimahullah berkata,

ูˆูŽุญููƒููŠูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูู†ู’ุชู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจู’ู†ู ู…ูุทููŠุนู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู„ูุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ุทูŽู„ู’ุญูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽูˆู’ูู ุงู„ุฒูู‘ู‡ู’ุฑููŠูŽู‘ ุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุฌู’ูˆูŽุฏูŽ ู‚ูุฑูŽูŠู’ุดู ูููŠ ุฒูŽู…ูŽุงู†ูู‡ู : ู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุช ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุฃูŽู„ู’ุฃูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฅุฎู’ูˆูŽุงู†ููƒ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู‡ู’ ูˆูŽู„ูู…ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ : ุฃูŽุฑูŽุงู‡ูู…ู’ ุฅุฐูŽุง ุฃูŽูŠู’ุณูŽุฑู’ุช ู„ูŽุฒูู…ููˆูƒ ุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุนู’ุณูŽุฑู’ุช ุชูŽุฑูŽูƒููˆูƒ . ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ูƒูŽุฑูŽู…ูู‡ูู…ู’ ุŒ ูŠูŽุฃู’ุชููˆู†ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุญูŽุงู„ู ุงู„ู’ู‚ููˆูŽู‘ุฉู ุจูู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุŒ ูˆูŽูŠูŽุชู’ุฑููƒููˆู†ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุญูŽุงู„ู ุงู„ุถูŽู‘ุนู’ูู ุจูู†ูŽุง ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ . ููŽุงู†ู’ุธูุฑู’ ูƒูŽูŠู’ููŽ ุชูŽุฃูŽูˆูŽู‘ู„ูŽ ุจููƒูŽุฑู’ู…ูู‡ู ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุชูŽู‘ุฃู’ูˆููŠู„ูŽ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ู‚ูŽุจููŠุญูŽ ููุนู’ู„ูู‡ูู…ู’ ุญูŽุณูŽู†ู‹ุง ุŒ ูˆูŽุธูŽุงู‡ูุฑูŽ ุบูŽุฏู’ุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽููŽุงุกู‹ .

โ€œDan dihikayatkan dari Bintu โ€˜Abdillah bin Muthiโ€™, bahwa ia berkata kepada suaminya Thalhah bin Abdur Rahman bin Auf Az-Zuhri, seorang yang paling dermawan pada suku Qurays di masanya. Maka suatu hari istrinya berkata kepadanya: Aku tidak melihat suatu kaum yang lebih tercela dari Ikhwanmu. Beliau berkata: Kenapa bisa begitu? Istrinya berkata: Aku lihat mereka selalu bersamamu saat kamu kaya, dan mereka meninggalkanmu saat kamu miskin. Beliau berkata: Ini demi Allah termasuk kemuliaan akhlak mereka, karena mereka hanya datang kepada kami saat kami mampu memuliakan mereka, dan mereka meninggalkan kami saat kami tidak mampu menunaikan hak mereka.โ€

(Al-Mawardi rahimahullah mengomentari), โ€œLihatlah bagaimana beliau melakukan penafsiran ini karena kemuliaan sifatnya, sehingga ia memandang jeleknya perbuatan mereka sebagai kebaikan dan jelasnya pengkhianatan mereka sebagai kesetiaan.โ€ [Adabud Dunya wad Diin, hal. 180]

Keduabelas: Senantiasa mengingat keutamaan menahan marah. Allah taโ€™ala telah mengabarkan kepada kita bahwa menahan marah dan memaafkan adalah akhlak yang utama, diantara keutamaannya:

Memberi Maaf Beroleh Ampunan

Satu: Memaafkan adalah sifat orang-orang yang beriman. Allah taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุง ุบูŽุถูุจููˆุง ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุบู’ููุฑููˆู†ูŽ

โ€œDan apabila mereka marah maka mereka memberi maaf.โ€ [Asy-Syuro: 37]

Ibrahim rahimahullah berkata,

ูƒุงู† ุงู„ู…ุคู…ู†ูˆู† ูŠูƒุฑู‡ูˆู† ุฃู† ูŠุณุชุฐู„ูˆุงุŒ ูˆูƒุงู†ูˆุง ุฅุฐุง ู‚ุฏุฑูˆุง ุนููˆุง

โ€œKaum mukminin tidak suka menjadi hina, namun apabila mereka mampu membalas maka mereka memaafkan.โ€ [Tafsir Ibnu Katsir, 7/210]

Dua: Menahan marah dan memaafkan adalah sifat orang-orang yang bertakwa. Allah taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุงุธูู…ููŠู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุธูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงูููŠู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูŠูุญูุจูู‘ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุณูู†ููŠู†ูŽ

โ€œDan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.โ€ [Ali Imron: 134]

Tiga: Sebab meraih ampunan. Allah taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู„ู’ูŠูŽุนู’ูููˆุง ูˆูŽู„ู’ูŠูŽุตู’ููŽุญููˆุง ุฃูŽู„ุง ุชูุญูุจูู‘ูˆู†ูŽ ุฃูŽู† ูŠูŽุบู’ููุฑูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽู‘ุญููŠู…ูŒย ย 

โ€œDan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.โ€ [An-Nur: 22]

Empat: Sebab meraih surga. Dari sahabat yang mulia Abu Ad-Darda radhiyallahuโ€™anhu, ia berkata, aku pernah berkata,

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ุฏูู„ูŽู‘ู†ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู…ูŽู„ู ูŠูุฏู’ุฎูู„ูู†ููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ:โ€ู„ุง ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู

โ€œWahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku satu amalan yang dapat memasukkan aku ke surga. Beliau bersabda: Jangan marah, dan bagimu surga.โ€ [HR. Ath-Thabrani, Shahihut Targhib: 2749]

Lima: Memilih bidadari sesuai selera. Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุธูŽู…ูŽ ุบูŽูŠู’ุธู‹ุง โ€“ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฏูุฑูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู†ู’ููุฐูŽู‡ู โ€“ ุฏูŽุนูŽุงู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุกููˆุณู ุงู„ู’ุฎูŽู„ุงูŽุฆูู‚ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุฎูŽูŠูู‘ุฑูŽู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุญููˆุฑู ู…ูŽุง ุดูŽุงุกูŽ

โ€œBarangsiapa yang menahan marah, padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka Allah akan menyerunya di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, hingga ia dipersilahkan oleh Allah taโ€™ala untuk memilih bidadari mana saja yang ia kehendaki.โ€ [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Muโ€™adz bin Anas radhiyallahuโ€™anhu, Shahihut Targhib: 2753]

Ingat Bidadari Saat Marah Read the rest of this entry

Bahaya Asal-Asalan Sharing Dan Menyebarkan Berita Di Internet


adab menyebarkan berita

 

Beberapa media tidak bertanggung jawab, mereka asal saja memberitakan sesuatu tanpa tahu kebenarannya. Bagi media yang penting โ€œhebohโ€ dulu, โ€œrating viewโ€ mereka yang penting naik dan melonjak dahulu. Masalah klarifikasi, masalah belakangan yang penting โ€œheboh dan meraih keuntunganโ€.

Masih teringat beberapa berita yang ternyata faktanya sangat terbalik dengan kenyataan, akibatnya beberapa pihak dirugikan bahkan nama baiknya tercemar dan yang lebih parahnya beberapa dari mereka yang difitnah bisa di โ€œbullyโ€ dan diolok-olok oleh seantero penduduk dunia maya di internet.

Kita ambil contoh misalnya yang baru saja hangat:

-program pekan kondom nasional, dimana media memberitakan seolah-olah itu adalah program resmi dari kemenkes padahal bukan

-kemudian pernyataan kemenkes bahwa โ€œsemua obat mengandung babi dan tidak ada setifikat halalโ€, padahal kemenkes tidak pernah membuat pernyataan tersebut.

Akibatnya kemenkes di โ€œbullyโ€™, dicerca dan diolok-olok di seantero dunia maya. Dan tidak banyak ini dilakukan oleh saudara kita kaum muslimin.

Dan banya itu saja, masih banyak contoh kasus yang lainnya.

 

Larangan asal-asalan menyebarkan berita sebelum mengeceknya

Islam mengajarkan kita agar jangan setiap ada berita atau isu langsung diekspos ke masyarakat secara luas. Hendaklah kita jangan mudah termakan berita yang kurang jelas atau isu murahan kemudian ikut-kutan menyabarkannya padahal ilmu kita terbatas mengenai hal tersebut. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกู‡ูู…ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูŒ ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽู…ู’ู†ู ุฃูŽูˆู ุงู„ู’ุฎูŽูˆู’ูู ุฃูŽุฐูŽุงุนููˆุงู’ ุจูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฑูŽุฏู‘ููˆู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ูˆูŽุฅูู„ูŽู‰ ุฃููˆู’ู„ููŠ ุงู„ุฃูŽู…ู’ุฑู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูู…ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽู†ุจูุทููˆู†ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ู„ุงูŽ ููŽุถู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู ู„ุงูŽุชู‘ูŽุจูŽุนู’ุชูู…ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู‚ูŽู„ููŠู„ุงู‹

โ€œDan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri) . Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).โ€ (An-Nisa: 83)

 

Syaikh Abdurrahman bin Nasir As-Saโ€™diy rahimahullah menfsirkan ayat ini,

ู‡ุฐุง ุชุฃุฏูŠุจ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ู„ุนุจุงุฏู‡ ุนู† ูุนู„ู‡ู… ู‡ุฐุง ุบูŠุฑ ุงู„ู„ุงุฆู‚. ูˆุฃู†ู‡ ูŠู†ุจุบูŠ ู„ู‡ู… ุฅุฐุง ุฌุงุกู‡ู… ุฃู…ุฑ ู…ู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ุงู„ู…ู‡ู…ุฉ ูˆุงู„ู…ุตุงู„ุญ ุงู„ุนุงู…ุฉ ู…ุง ูŠุชุนู„ู‚ ุจุงู„ุฃู…ู† ูˆุณุฑูˆุฑ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู†ุŒ ุฃูˆ ุจุงู„ุฎูˆู ุงู„ุฐูŠ ููŠู‡ ู…ุตูŠุจุฉ ุนู„ูŠู‡ู… ุฃู† ูŠุชุซุจุชูˆุง ูˆู„ุง ูŠุณุชุนุฌู„ูˆุง ุจุฅุดุงุนุฉ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฎุจุฑุŒ ุจู„ ูŠุฑุฏูˆู†ู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฑุณูˆู„ ูˆุฅู„ู‰ ุฃูˆู„ูŠ ุงู„ุฃู…ุฑ ู…ู†ู‡ู…ุŒ ุฃู‡ู„ู ุงู„ุฑุฃูŠ ูˆุงู„ุนู„ู… ูˆุงู„ู†ุตุญ ูˆุงู„ุนู‚ู„ ูˆุงู„ุฑุฒุงู†ุฉุŒ ุงู„ุฐูŠู† ูŠุนุฑููˆู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ูˆูŠุนุฑููˆู† ุงู„ู…ุตุงู„ุญ ูˆุถุฏู‡ุง. ูุฅู† ุฑุฃูˆุง ููŠ ุฅุฐุงุนุชู‡ ู…ุตู„ุญุฉ ูˆู†ุดุงุทุง ู„ู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูˆุณุฑูˆุฑุง ู„ู‡ู… ูˆุชุญุฑุฒุง ู…ู† ุฃุนุฏุงุฆู‡ู… ูุนู„ูˆุง ุฐู„ูƒ. ูˆุฅู† ุฑุฃูˆุง ุฃู†ู‡ ู„ูŠุณ ููŠู‡ ู…ุตู„ุญุฉ ุฃูˆ ููŠู‡ ู…ุตู„ุญุฉ ูˆู„ูƒู† ู…ุถุฑุชู‡ ุชุฒูŠุฏ ุนู„ู‰ ู…ุตู„ุญุชู‡ุŒ ู„ู… ูŠุฐูŠุนูˆู‡

โ€œini adalah pengajaran dari Allah kepada Hamba-Nya bahwa perbuatan mereka [menyebarkan berita tidak jelas] tidak selayaknya dilakukan. Selayaknya jika datang kepada mereka suatu perkara yang penting, perkara kemaslahatan umum yang berkaitan dengan keamanan dan ketenangan kaum mukminin, atau berkaitan dengan ketakutan akan musibah pada mereka, agar mencari kepastian dan tidak terburu-buru menyebarkan berita tersebut. Bahkan mengembalikanย  perkara tersebut kepada Rasulullah [pemerintah] dan yang berwenang mengurusi perkara tersebut yaitu cendikiawan, ilmuan, peneliti, penasehat dan pembuat kebijaksanan. Merekalah yang mengetahui berbagai perkara dan mengetahui kemaslahatan dan kebalikannya. Jika mereka melihat bahwa dengan menyebarkannya ada kemaslahatan, kegembiraan dan kebahagiaan bagi kaum mukminin serta menjaga dari musuh, maka mereka akan menyebarkannya. Dan jika mereka melihat tidak ada kemaslahatan [menyebarkannya] atau ada kemaslahatan tetapi madharatnya lebih besar, maka mereka tidak menyebarkannya.[1]

 

Sebaiknya kita menyaring dulu berita yang sampai kepada kita dan tidak semua berita yang kita dapat kemudian kita sampaikan semuanya.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ูƒูŽุฐูุจู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญูŽุฏู‘ูุซูŽ ุจููƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ุณูŽู…ูุนูŽ

โ€œCukuplah sebagai bukti kedustaan seseorang bila ia menceritakan segala hal yang ia dengar.โ€[2]

 

Ancaman Hukuman terhadap mereka yang suka asal-asalan menyebarkan berita

Hukuman diakhirat yaitu mulut dan pipinya akan dirobek-robek. Sebagaimana dalam hadits berikut.

Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu โ€˜anhu, bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menceritakan mimpi beliau,

ุฑุฃูŠุช ุงู„ู„ูŠู„ุฉ ุฑุฌู„ูŠู† ุฃุชูŠุงู†ูŠุŒ ูุฃุฎุฐุง ุจูŠุฏูŠุŒ ูุฃุฎุฑุฌุงู†ูŠ ุฅู„ู‰ ุฃุฑุถ ูุถุงุกุŒ ุฃูˆ ุฃุฑุถ ู…ุณุชูˆูŠุฉุŒ ูู…ุฑุง ุจูŠ ุนู„ู‰ ุฑุฌู„ุŒ ูˆุฑุฌู„ ู‚ุงุฆู… ุนู„ู‰ ุฑุฃุณู‡ ุจูŠุฏู‡ ูƒู„ูˆุจ ู…ู† ุญุฏูŠุฏุŒ ููŠุฏุฎู„ู‡ ููŠ ุดุฏู‚ู‡ุŒ ููŠุดู‚ู‡ุŒ ุญุชู‰ ูŠุจู„ุบ ู‚ูุงู‡ุŒ ุซู… ูŠุฎุฑุฌู‡ ููŠุฏุฎู„ู‡ ููŠ ุดุฏู‚ู‡ ุงู„ุขุฎุฑุŒ ูˆูŠู„ุชุฆู… ู‡ุฐุง ุงู„ุดุฏู‚ุŒ ูู‡ูˆ ูŠูุนู„ ุฐู„ูƒ ุจู‡

Tadi malam saya melihat ada dua orang yang mendatangiku, lalu mereka memegang lenganku, kemudian mengajakku keluar ke tanah lapang. Kemudian kami melewati dua orang, yang satu berdiri di dekat kepala temannya dengan membawa gancu besi. Gancu itu dimasukkan ke dalam mulutnya, kemudian ditarik hingga robek pipinya sampai ke tengkuk. Dia tarik, lalu dia masukkan lagi ke dalam mulut dan dia tarik hingga robek pipi sisi satunya. Kemudian bekas pipi robek tadi kembali pulih dan dirobek lagi, dan begitu seterusnya.

Di akhir hadis, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dijelaskan Malaikat, apa maksud kejadian yang beliau lihat

ุฃู…ุง ุงู„ุฑุฌู„ ุงู„ุฃูˆู„ ุงู„ุฐูŠ ุฑุฃูŠุช ูุฅู†ู‡ ุฑุฌู„ ูƒุฐุงุจุŒ ูŠูƒุฐุจ ุงู„ูƒุฐุจุฉ ูุชุญู…ู„ ุนู†ู‡ ููŠ ุงู„ุขูุงู‚ุŒ ูู‡ูˆ ูŠุตู†ุน ุจู‡ ู…ุง ุฑุฃูŠุช ุฅู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉุŒ ุซู… ูŠุตู†ุน ุงู„ู„ู‡ ุจู‡ ู…ุง ุดุงุก

Orang pertama yang kamu lihat, itu adalah seorang pendusta. Dia membuat kedustaan dan dia sebarkan ke seluruh penjuru dunia. Dia dihukum seperti itu sampai kiamat, kemudian Allah sikapi sesuai yang Dia kehendaki.[3]

 

Semoga kita termasuk orang yang bisa selalu mengklarifikasi berita dan tidak termasuk orang yang menyebarkan berita-berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Demikian semoga bermanfaat.

 

Alhamdulillahilladzi bi niโ€™matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu โ€˜ala nabiyyina Muhammad wa โ€˜ala alihi wa shahbihi wa sallam

 

@RS Mitra Sehat, Wates, Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Sumber : Artikel www.muslimafiyah.com

[1] Taisir Karimir Rahmah hal 170, Daru Ibnu Hazm, Beirut, cetakan pertama, 1424 H

[2]ย  HR. Muslim

[3] HR. Ahmad 20165 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth

PUISI POLIGAMI


aku siap dipoligami

Rayuan SUAMI :
Istriku…,
jika engkau bumi, akulah mentari… Aku menyinari kamu
Dan dikau selalu mengharapkan hangatnya sinarku…
Lalu terbesik dlm hatiku… bukankah Tuhan menciptakan aku bukan hanya untuk bumi??
Ternyata ada planet-planet lain yang juga mengharap hangatnya sinarku

JADI…
Relakanlah aku menyinari planet lain, merasakan hangatnya sinarku, merasakan faedah keberadaanku, karena sudah kodrati.. dan Tuhan pun tak marahโ€ฆ

Balasan Puisi sang ISTRI :
Suamiku, bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya, aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yang pernah Tuhan ciptakan, karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran, dan akupun juga tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu

TAPIIIIIIII..

Bila kau hanya sejengkal lilin yang berkekuatan 5 watt,
jangan bermimpi menyinari planet lain!!! Karena kamar kita yang kecil pun belum sanggup kau terangi…

Oleh: Ust. Firanda Andirja

 

Hukum Merayakan Tahun Baru


0happy_new_year

Sejarah Tahun Baru Masehi

Beberapa hari lagi kita akan menyaksikan perayaan besar, perayaan yang dilangsungkan secara massif oleh masyarakat di seluruh dunia. Ya, itulah perayaan tahun baru yang secara rutin disambut dan dimeriahkan dengan berbagai acara dan kemeriahan.

Perayaan tahun baru masehi memiliki sejarah panjang. Banyak di antara orang-orang yang ikut merayakan hari itu tidak mengetahui kapan pertama kali acara tersebut diadakan dan latar belakang mengapa hari itu dirayakan. Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama Janus, The God of Gates, Doors, and Beeginnings. Janus adalah seorang dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville โ€œLes รฉpithetes cultuels de Janusโ€ inMรฉlanges de lโ€™รฉcole franรงaise de Rome (Antiquitรฉ), hal.ย 399-400)

Fakta ini menyimpulkan bahwa perayaan tahun baru sama sekali tidak berasal dari budaya kaum muslimin. Pesta tahun baru masehi, pertama kali dirayakan orang kafir, yang notabene masyarakat paganis Romawi.

Acara ini terus dirayakan oleh masyarakt modern dewasa ini, walaupun mereka tidak mengetahui spirit ibadah pagan adalah latar belakang diadakannya acara ini. Mereka menyemarakkan hari ini dengan berbagai macam permainan, menikmati indahnya langit dengan semarak cahaya kembang api, dsb.

Tahun Baru = Hari Raya Orang Kafir

Turut merayakan tahun baru statusnya sama dengan merayakan hari raya orang kafir. Dan ini hukumnya terlarang. Di antara alasan statement ini adalah:

Pertama, turut merayakan tahun baru sama dengan meniru kebiasaan mereka. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarang kita untuk meniru kebiasaan orang jelek, termasuk orang kafir. Beliau bersabda,

ู…ู† ุชุดุจู‡ ุจู‚ูˆู… ูู‡ูˆ ู…ู†ู‡ู…

โ€œSiapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.โ€ (Hadis shahih riwayat Abu Daud)

Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan,

ู…ู† ุจู†ู‰ ุจุฃุฑุถ ุงู„ู…ุดุฑูƒูŠู† ูˆุตู†ุน ู†ูŠุฑูˆุฒู‡ู… ูˆู…ู‡ุฑุฌุงู†ุงุชู‡ู… ูˆุชุดุจู‡ ุจู‡ู… ุญุชู‰ ูŠู…ูˆุช ุฎุณุฑ ููŠ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ

โ€œSiapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majusi), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat.โ€

Kedua, mengikuti hari raya mereka termasuk bentuk loyalitas dan menampakkan rasa cinta kepada mereka. Padahal Allah melarang kita untuk menjadikan mereka sebagai kekasih (baca: memberikan loyalitas) dan menampakkan cinta kasih kepada mereka. Allah berfirman,

ูŠุง ุฃูŠู‡ุง ุงู„ุฐูŠู† ุขู…ู†ูˆุง ู„ุง ุชุชุฎุฐูˆุง ุนุฏูˆูŠ ูˆุนุฏูˆูƒู… ุฃูˆู„ูŠุงุก ุชู„ู‚ูˆู† ุฅู„ูŠู‡ู… ุจุงู„ู…ูˆุฏุฉ ูˆู‚ุฏ ูƒูุฑูˆุง ุจู…ุง ุฌุงุกูƒู… ู…ู† ุงู„ุญู‚ โ€ฆ

โ€œHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (rahasia), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu..โ€ (QS. Al-Mumtahanan: 1)

Ketiga, Hari raya merupakan bagian dari agama dan doktrin keyakinan, bukan semata perkara dunia dan hiburan. Ketika Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam datang di kota Madinah, penduduk kota tersebut merayakan dua hari raya, Nairuz dan Mihrajan. Beliau pernah bersabda di hadapan penduduk madinah,

ู‚ุฏู…ุช ุนู„ูŠูƒู… ูˆู„ูƒู… ูŠูˆู…ุงู† ุชู„ุนุจูˆู† ููŠู‡ู…ุง ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆ ุฌู„ ุฃุจุฏู„ูƒู… ุจู‡ู…ุง ุฎูŠุฑุง ู…ู†ู‡ู…ุง ูŠูˆู… ุงู„ูุทุฑ ูˆูŠูˆู… ุงู„ู†ุญุฑ

โ€œSaya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; idul fitri dan idul adha.โ€ (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasaโ€™i).

Perayaan Nairuz dan Mihrajan yang dirayakan penduduk madinah, isinya hanya bermain-main dan makan-makan. Sama sekali tidak ada unsur ritual sebagaimana yang dilakukan orang majusi, sumber asli dua perayaan ini. Namun mengingat dua hari tersebut adalah perayaan orang kafir, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarangnya. Sebagai gantinya, Allah berikan dua hari raya terbaik: Idul Fitri dan Idul Adha.
Untuk itu, turut bergembira dengan perayaan orang kafir, meskipun hanya bermain-main, tanpa mengikuti ritual keagamaannya, termasuk perbuatan yang telarang, karena termasuk turut mensukseskan acara mereka.

Keempat, Allah berfirman menceritakan keadaan โ€˜ibadur rahman (hamba Allah yang pilihan),

ูˆ ุงู„ุฐูŠู† ู„ุง ูŠุดู‡ุฏูˆู† ุงู„ุฒูˆุฑ โ€ฆ

โ€œDan orang-orang yang tidak turut dalam kegiatan az-Zuurโ€ฆโ€
Sebagian ulama menafsirkan kata โ€˜az-Zuurโ€™ pada ayat di atas dengan hari raya orang kafir. Artinya berlaku sebaliknya, jika ada orang yang turut melibatkan dirinya dalam hari raya orang kafir berarti dia bukan orang baik.

Artikel http://www.KonsultasiSyariah.com

Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal?


Alhamdulillahi robbil โ€˜alamin, wa shalaatu wa salaamu โ€˜ala nabiyyina Muhammad wa โ€˜ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nashrani. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani, sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca: cendekiawan), sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani tidaklah mengapa (alias โ€˜boleh-boleh sajaโ€™). Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan.
Namun untuk mengetahui manakah yang benar, tentu saja kita harus merujuk pada Al Qurโ€™an dan As Sunnah, juga pada ulama yang mumpuni, yang betul-betul memahami agama ini. Ajaran islam ini janganlah kita ambil dari sembarang orang, walaupun mungkin orang-orang yang diambil ilmunya tersebut dikatakan sebagai cendekiawan. Namun sayang seribu sayang, sumber orang-orang semacam ini kebanyakan merujuk pada perkataan orientalis barat yang ingin menghancurkan agama ini. Mereka berusaha mengutak-atik dalil atau perkataan para ulama yang sesuai dengan hawa nafsunya. Mereka bukan karena ingin mencari kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya, namun sekedar mengikuti hawa nafsu. Jika sesuai dengan pikiran mereka yang sudah terkotori dengan paham orientalis, barulah mereka ambil. Namun jika tidak bersesuaian dengan hawa nafsu mereka, mereka akan tolak mentah-mentah. Ya Allah, tunjukilah kami kepada kebenaran dari berbagai jalan yang diperselisihkan โ€“dengan izin-Mu-

Semoga dengan berbagai fatwa dari ulama yang mumpuni, kita mendapat titik terang mengenai permasalahan ini.

Fatwa Pertama: Mengucapkan Selamat Natal dan Merayakan Natal Bersama

Berikut adalah fatwa ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah, dari kumpulan risalah (tulisan) dan fatwa beliau (Majmuโ€™ Fatawa wa Rosail Ibnu โ€˜Utsaimin), 3/28-29, no. 404.

Beliau rahimahullah pernah ditanya,
โ€œApa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmas) pada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi, tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, karena malu, karena kondisi tertekan, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?โ€

Beliau rahimahullah menjawab:
Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijmaโ€™ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah. Beliau rahimahullah mengatakan, โ€œAdapun memberi ucapan selamat pada syiโ€™ar-syiโ€™ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijmaโ€™ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, โ€˜Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimuโ€™, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bidโ€™ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Taโ€™ala.โ€ โ€“Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah-

Dari penjelasan di atas, maka dapat kita tangkap bahwa mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan. Alasannya, ketika mengucapkan seperti ini berarti seseorang itu setuju dan ridho dengan syiar kekufuran yang mereka perbuat. Meskipun mungkin seseorang tidak ridho dengan kekufuran itu sendiri, namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk ridho terhadap syiar kekufuran atau memberi ucapan selamat pada syiar kekafiran lainnya karena Allah Taโ€™ala sendiri tidaklah meridhoi hal tersebut. Allah Taโ€™ala berfirman,

ุฅูู†ู’ ุชูŽูƒู’ููุฑููˆุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุบูŽู†ููŠูŒู‘ ุนูŽู†ู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ุถูŽู‰ ู„ูุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุงู„ู’ูƒููู’ุฑูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุดู’ูƒูุฑููˆุง ูŠูŽุฑู’ุถูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’

โ€œJika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.โ€ (Qs. Az Zumar [39]: 7)

Allah Taโ€™ala juga berfirman,

ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู’ุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุชู’ู…ูŽู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููŠ ูˆูŽุฑูŽุถููŠุชู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ูŽ ุฏููŠู†ู‹ุง

โ€œPada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu niโ€™mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.โ€ (Qs. Al Maidah [5]: 3)

Apakah Perlu Membalas Ucapan Selamat Natal?

Read the rest of this entry

Hakikat Jilbab


( sebuah kisah yang wajib kamu bacaย )

JILBAB

Kisah ini saya dapat dari sahabatku yang bekerja di salah satu perusahaan asing. Disini saya kutipkan kisah nyata seorang gadis yang menginjak remaja atau kerennya jaman sekarang (ABG) yang sebelumnya tidak karuan tingkah lakunya, namun setelah sadar akan kekeliruannya dan sudah mengerti โ€œHIKMAH MEMAKAI JILBABโ€ Allah Taโ€™ala memanggilnya.

Kisah nyata ini dari kawan saya bekerja. Kisah nyata ini semoga berguna bagi yang membacanya, terutama kaum Hawa, juga bagi yang punya istri, yang punya anak perempuan, adik perempuan, saudara perempuan, kakak perempuan, yang masih punya Ibu, yang punya keponakan perempuanโ€ฆโ€ฆ..

Sahabatku menceritakan: Ini cerita tentang adikku Nur Annisa , gadis yang baru beranjak dewasa namun rada Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku , banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji.

Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran pertengkaran kecil diantara mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang rada keras: โ€œMama coba lihat deh , tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun kelakuannya ngga beda beda ama kita kita , malah teman teman Ani yang disekolah pake jilbab dibawa om om , sering jalan jalan , masih mending Ani, walaupun begini-gini ani nggak pernah ma kaya gituan โ€ , bila sudah seperti itu ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis , lirih terdengar doanya: โ€œYa Allah , kenalkan Ani dengan hukum Engkau ya Allah โ€œ.

Pada satu hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri ,(entah nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu di masjid.

Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas desus mengenai istri dari Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah , hingga dijuluki si buta , bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku , dan dia bertanya sama aku: โ€œKak , memang yang baru pindah itu istrinya buta , bisu dan tuli ? โ€œ..hus aku jawab sambil laluโ€ kalau kamu mau tau datangin aja langsung kerumahnyaโ€.

Eehhh tuuh, anak benar benar datang kerumah tetangga baru. Sekembalinya dari rumah tetanggaku , kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah muram atau lesu mejadi pucat pasiโ€ฆ.entah apa yang terjadi.?

Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan Jilbab ..yang panjang, lagi..rok panjang, lengan panjangโ€ฆaku sendiri jadi bingungโ€ฆ.aku tambah bingung campur syukur kepada Allah ย karena kulihat perubahan yang ajaib..yah kubilang ajaib karena dia berubah total..tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau teman teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuanโ€ฆkulihat dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam yang biasanya dia suka beli majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti jadi majalah majalah islam , dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku โ€ฆtak ketinggalan tahajudnya, baca Qurโ€™annya, sholat sunat nyaโ€ฆdan yang lebih menakjubkan lagiโ€ฆ.bila teman ku datang dia menundukkan pandanganโ€ฆSegala puji bagi Engkau ya Allah ย jerit hatiku..

Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan asing (PMA). Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah (rumahku di Madiun). Di pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah ย agar Adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha, ketika aku tiba di rumah, didepan pintu sudah banyak orang, tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis, aku langsung menghampiri dan memeluk ibuku, sambil tersendat sendat ibuku bilang sama aku: โ€œDhi, adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir hidupnya โ€œ..Tak dapat kutahan air mata iniโ€ฆ

Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat Diary diatas mejanya..diary yang selalu dia tulis, Diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu adikku-rahimahullah masih hidup, kemudian kubuka selembar demi selembarโ€ฆhingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hatiku..perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiriโ€ฆdisitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini :

Tanya jawab ( kulihat dilembaran itu banyak bekas tetesan airmata ):

Annisa : Aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari), ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.

Istri tetanggaku : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.

Annisa : Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik.

Istri tetanggaku : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah dan bila Allah ย berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya.

Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab, hingga aku nggak pernah mau untuk pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?

Istri tetanggaku : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Taโ€™ala diakhirat nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita.

Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.

Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.

Annisa : Apa itu hakekat jilbab ?

Istri Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin. Hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu. Hijab lidah kamu dari berghibah (ghosib) dan kesia-siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah . Hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat. Hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk. Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh. Hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat.

Hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu. Hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah , bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu, itulah hakekat jilbab.

Annisa : Ibu aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah mudahan aku bisa pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya.

Istri tetanggaku : Duhai Anisa bila kamu memakai jilbab itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah ย yang Maha Pemberi Rahmat, yang Maha Penyayang, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah .

Duhai Anisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.

Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita. Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada dialam ini.

Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allahย  murka, belum pernah Allah ย murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah ย dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab.

Read the rest of this entry

PENGEBOMAN DAN PENGRUSAKAN BUKAN JIHAD


Oleh
Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd al-โ€˜Abbad Al-Badr
Bom bunuh diri

Sungguh mengagetkan ketika berbagai media menyiarkan berita pengeboman atau bom bunuh diri yang dilakukan oleh seseorang di masjid di Cirebon saat kaum Muslimin menjalankan ibadah Jumโ€™at di sana. Yang lebih mengagetkan lagi, ada sebagian kaum Muslimin yang menganggap itu sebagai jihad, dengan alasan mereka (para polisi) yang shalat di sana itu adalah thagut yang harus diperangi. Melihat fakta ini, kami merasa perlu menghadirkan sebuah pembahasan yang disampaikan oleh salah seorang Ulama di Madinah. Sebuah pembahasan singkat yang penuh dengan dalil. Namun karena keterbatasan halaman, maka yang kami hadirkan di sini adalah rangkuman dari pembahasan tersebut. Kami berharap, semoga tulisan singkat ini bisa semakin memahamkan kita tentang agama yang hanif ini. -red

DUA JALAN SETAN MENYESATKAN MANUSIA
Sesungguhnya setan memiliki dua jalan untuk menyesatkan kaum muslimin :

a. Jika seorang muslim itu termasuk orang yang meremehkan kewajiban dan pelaku maksiat, setan akan menjadikan kemaksiatan dan syahwat menjadi tampak indah baginya, agar tetap jauh dari ketaatan kepada Allรขh dan Rasul-Nya.

b. Jika seorang muslim itu termasuk orang yang taat dan rajib beribadah, setan akan menghiasi sikap berlebihan dan melewati batas kepadanya, agar setan bisa merusakkan agamanya.

Diantara tipu daya setan kepada orang-orang yang bersikap melewati batas adalah setan menjadikan perbuatan mengikuti hawa nafsu, tinggi hati dan pemahaman agama mereka yang buruk menjadi indah bagi mereka. Setan juga menuntun mereka agar berpandangan tidak perlu merujuk kepada para Ulama, supaya Ulama tidak bisa membimbing mereka menuju jalan kebenaran sehingga mereka tetap sesat.

Diantara akibat dari buruknya pemahaman terhadap agama ini adalah timbulnya pemberontakan yang dilakukan oleh (kelompok) Khawarij terhadap pemerintahan Ali Radhiyallahu anhu . (Ini mereka lakukan, -red) karena mereka memahami nash-nash syariโ€™at dengan pemahaman salah yang menyelisihi pemahaman sahabat Radhiyallahu anhum . Oleh karena itu, ketika Ibnu โ€˜Abbรขs Radhiyallahu anhu berdiskusi dengan mereka, beliau Radhiyallahu anhu menjelaskan pemahaman yang benar terhadap nash-nash syariโ€™at kepada mereka, sehingga sebagian mereka rujuโ€™ (kembali ke jalan yang kebenaran), namun sebagian mereka tetap berada di dalam kesesatannya. Kisah diskusi Ibnu Abbรขs Radhiyallahu anhu dengan Khawรขrij diriwayatkan dalam Mustadrak karya al-Hรขkim 2/150-152 dengan sanad shahih menurut syarat Muslim.

Di antara yang menunjukkan bahwa merujuk Ulama itu akan mendatangkan kebaikan bagi kaum Muslimin dalam urusan agama dan dunia mereka adalah adanya sekelompok orang (di zaman dahulu -red) yang mengagumi pemikiran Khawarij, berupa penyematan vonis kafir kepada pelaku dosa besar dan menganggap mereka itu kekal dalam neraka. Ketika kelompok ini bertemu dengan Jรขbir Radhiyallahu anhu dan mendapatkan penjelasan darinya, mereka mengikuti bimbingannya dan meninggalkan kebatilan yang mereka fahami, dan mereka membatalkan niatan mereka untuk memberontak yang sedianya mereka lakukan usai ibadah haji. Inilah manfaat terbesar yang didapatkan oleh seorang muslim ketika merujuk kepada para Ulama.

Bahaya ghuluw (melewati batas) dalam agama, menyimpang dari kebenaran, dan menjauhi jalan Ahlus Sunnah, juga ditunjukkan oleh sabda Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu :

ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุฎู’ูˆูŽููŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุฎูŽุงูู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฑูุฆููŠูŽุชู’ ุจูŽู‡ู’ุฌูŽุชูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูุฏู’ุฆู‹ุง ู„ูู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ูุŒ ุงู†ู’ุณูŽู„ูŽุฎูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽู†ูŽุจูŽุฐูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุงุกูŽ ุธูŽู‡ู’ุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽุณูŽุนูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูŽุงุฑูู‡ู ุจูุงู„ุณู‘ูŽูŠู’ููุŒ ูˆูŽุฑูŽู…ูŽุงู‡ู ุจูุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูยปุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูู„ู’ุชู: ูŠูŽุง ู†ูŽุจููŠู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุจูุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูุŒ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ู…ููŠู‘ู ุฃูŽู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุงู…ููŠุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุจูŽู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุงู…ููŠยป

โ€œSesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qurโ€™รขn, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qurโ€™รขn dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qurโ€™รขn, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrikโ€. Aku (Hudzaifah) bertanya, โ€œWahai nabi Allรขh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?โ€. Beliau menjawab, โ€œPenuduhnyaโ€. [HR. Bukhรขri dalam at-Tรขrรฎkh, Abu Yaโ€™la, Ibnu Hibbรขn dan al-Bazzรขr. Lihat ash-Shahรฎhah, no. 3201, karya al-Albรขni]

Dan Usia muda berpotensi besar disemayami pemahaman yang buruk.

DENGAN AKAL DAN AGAMA MANA, PENGEBOMAN DAN PENGRUSAKAN SEBAGAI JIHAD?
Alangkah serupanya hari ini dengan hari kemarin! Peristiwa pengeboman dan pengrusakan yang terjadi di kota Riyadh di awal tahun ini (1424 H) adalah buah dari usaha setan dalam menyesatkan dan menghiasi sikap ghuluw (melewati batas) dalam beragama. Ini termasuk kejahatan dan pengrusakan di muka bumi yang paling keji. Parahnya lagi, setan menghiasi bagi pelakunya bahwa itu merupakan jihad. Dengan akal dan agama mana (pengeboman dan pengrusakan) itu sebagai jihad ?! Membunuh jiwa kaum muslimin dan orang-orang kafir muโ€™ahad (dalam perjanjian damai), menjadikan orang-orang yang aman menjadi takut, menjadikan wanita-wanita menjadi janda, menjadikan anak-anak menjadi yatim, dan menghancurkan bangunan-bangunan beserta para penghuninya ?!

Saya merasa perlu membawakan nash-nash al-Qurโ€™รขn dan as-Sunnah tentang besarnya urusan (dosa) pembunuhan dan bahayanya, tentang bunuh diri, membunuh seorang Muslim, membunuh kafir muโ€™ahad, baik sengaja atau tidak sengaja. Tujuannya yaitu untuk menegakkan hujjah dan menjelaskan jalan yang lurus.

Saya mohon kepada Allรขh Subhanahu wa Taโ€™ala agar memberi petunjuk kepada orang-orang yang sesat menuju kebenaran dan mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya, dan semoga Allรขh Subhanahu wa Taโ€™ala menjaga kaum Muslimin dari keburukan pelaku kejahatan. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Mengabulkan doa.

BAHAYA PEMBUNUHAN DALAM SYARIโ€™AT-SYARIโ€™AT TERDAHULU
Allรขh Azza wa Jalla berfirman:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ู†ูŽูู’ุณู‹ุง ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ู†ูŽูู’ุณู ุฃูŽูˆู’ ููŽุณูŽุงุฏู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ููŽูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงู‡ูŽุง ููŽูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ูŠูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง

Barangsiapa membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Dan barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. [al-Mรขidah/5: 32]

Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ู„ุงูŽ ุชูู‚ู’ุชูŽู„ู ู†ูŽูู’ุณูŒ ุธูู„ู’ู…ู‹ุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ุงู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ูƒููู’ู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุฏูŽู…ูู‡ูŽุง ุŒ ู„ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุชู’ู„ูŽ

Tidak ada satu jiwapun yang dibunuh secara zhalim kecuali anak Adam yang pertama menanggung bagian dosa dari darahnya (pembunuhannya), karena dia adalah orang yang pertama kali melakukan pembunuhan. [HR. Bukhรขri, no. 3335; Muslim, no. 1677]

Allรขh Azza wa Jalla berfirman tentang rasul-Nya, Nabi Musa Alaihissallam, yang berkata kepada Khidhir :

ุฃูŽู‚ูŽุชูŽู„ู’ุชูŽ ู†ูŽูู’ุณู‹ุง ุฒูŽูƒููŠู‘ูŽุฉู‹ ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ู†ูŽูู’ุณู ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูุฆู’ุชูŽ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู†ููƒู’ุฑู‹ุง

Musa berkata, “Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain ? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar”. [al-Kahfi/18: 74]

BAHAYA BUNUH DIRI, SENGAJA ATAU TIDAK SENGAJA
Allรขh Azza wa Jalla berfirman :

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุชูู„ููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’ š ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจููƒูู…ู’ ุฑูŽุญููŠู…ู‹ุง

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allรขh Maha Penyayang kepadamu. [an-Nisรขโ€™/4: 29]

Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ุจูุดูŽู‰ู’ุกู ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุนูุฐู‘ูุจูŽ ุจูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู

Barangsiapa membunuh dirinya dengan sesuatu di dunia, dia akan disiksa dengannya pada hari kiamat. [HR. Bukhรขri, no. 6047; Muslim, no. 176; dari Tsรขbit bin Dhahhak]

Dari al-Hasan, dia berkata, โ€œJundub Radhiyallahu anhu telah bercerita kepada kami dalam masjid ini, kami tidak lupa, dan kami tidak khawatir akan lupa, dan kami tidak khawatir Jundub akan berdusta atas Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูุฑูŽุฌูู„ู ุฌูุฑูŽุงุญูŒ ููŽู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูŽุฏูŽุฑูŽู†ูู‰ ุนูŽุจู’ุฏูู‰ ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ุญูŽุฑู‘ูŽู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ

Dahulu ada seseorang laki-laki yang menderita bisul, lalu dia bunuh diri, maka Allรขh berkata, โ€œHamba-Ku ini mendahului-Ku terhadap dirinya, maka Aku mengharamkan surga atasnyaโ€. [HR. Bukhรขri, no. 1364; Muslim, no. 180]

Namun orang yang membunuh dirinya dengan tidak sengaja maka dia dimaafkan, tidak berdosa, berdasarkan firman Allรขh Azza wa Jalla :

ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฌูู†ูŽุงุญูŒ ูููŠู…ูŽุง ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃู’ุชูู…ู’ ุจูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูฐูƒูู†ู’ ู…ูŽุง ุชูŽุนูŽู…ู‘ูŽุฏูŽุชู’ ู‚ูู„ููˆุจููƒูู…ู’

Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. [al-Ahzรขb/33:5]

MEMBUNUH MUSLIM DENGAN TANPA HAK, SECARA SENGAJA ATAU KELIRU
Membunuh seorang Muslim, adakalanya dengan alasasan yang dibenarkan syariโ€™at dan adakalanya tidak dibenarkan syariโ€™at. Pembunuhan itu dibenarkan syariโ€™at bila dilakukan karena menjalankan qishรขsh atau had. Sedangkan tanpa kebenaran bisa karena sengaja atau keliru (tidak sengaja).

Allรขh Azza wa Jalla berfirman tentang pembunuhan dengan sengaja :

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ู’ุชูู„ู’ ู…ูุคู’ู…ูู†ู‹ุง ู…ูุชูŽุนูŽู…ู‘ูุฏู‹ุง ููŽุฌูŽุฒูŽุงุคูู‡ู ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ู ุฎูŽุงู„ูุฏู‹ุง ูููŠู‡ูŽุง ูˆูŽุบูŽุถูุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุนูŽู†ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุนูŽุฏู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ุนูŽุฐูŽุงุจู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง

Barangsiapa yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, dia kekal di dalamnya dan Allรขh murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan adzab yang besar baginya.[an-Nisรขโ€™/4: 93]

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, beliau Radhiyallahu anhuma mengatakan, โ€œRasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ู„ูŽู†ู’ ูŠูŽุฒูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ููู‰ ููุณู’ุญูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฏููŠู†ูู‡ู ุŒ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุตูุจู’ ุฏูŽู…ู‹ุง ุญูŽุฑูŽุงู…ู‹ุง

Seorang Mukmin selalu dalam kelonggaran dalam agamanya selama dia tidak menumpahkan darah yang haram. (tidak membunuh jiwa yang diharamkan) [HR. Bukhรขri, no. 6862]

Sedangkan pembunuhan terhadap seorang mukmin secara tidak sengaja, maka Allรขh Azza wa Jalla telah mewajibkan diyat (denda) dan kaffarah (penebus dosa) padanya. Allรขh Azza wa Jalla berfirman.

ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูู…ูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ู’ุชูู„ูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฎูŽุทูŽุฃู‹ š ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ู‹ุง ุฎูŽุทูŽุฃู‹ ููŽุชูŽุญู’ุฑููŠุฑู ุฑูŽู‚ูŽุจูŽุฉู ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุฉู ูˆูŽุฏููŠูŽุฉูŒ ู…ูุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุฉูŒ ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตู‘ูŽุฏู‘ูŽู‚ููˆุง š ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุฏููˆู‘ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ูŒ ููŽุชูŽุญู’ุฑููŠุฑู ุฑูŽู‚ูŽุจูŽุฉู ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุฉู – ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ู…ููŠุซูŽุงู‚ูŒ ููŽุฏููŠูŽุฉูŒ ู…ูุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุฉูŒ ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ูˆูŽุชูŽุญู’ุฑููŠุฑู ุฑูŽู‚ูŽุจูŽุฉู ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุฉู – ููŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู’ ููŽุตููŠูŽุงู…ู ุดูŽู‡ู’ุฑูŽูŠู’ู†ู ู…ูุชูŽุชูŽุงุจูุนูŽูŠู’ู†ู ุชูŽูˆู’ุจูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู — ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ููŠู…ู‹ุง ุญูŽูƒููŠู…ู‹ุง

โ€œDan tidak layak bagi seorang Mukmin membunuh seorang Mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja). Barangsiapa membunuh seorang Mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. [an-Nisรขโ€™/4: 92]

MEMBUNUH MUโ€™AHAD SECARA SENGAJA ATAU KELIRU
Membunuh orang kafir dzimmi, muโ€™รขhad, dan mustaโ€™man, haram (hukumnya). Dalam masalah ini, ada ancaman yang keras.

Dari Abdullah bin โ€˜Amr, dia berkata, โ€œNabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ู…ูุนูŽุงู‡ูŽุฏู‹ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูŽุญู’ ุฑูŽุงุฆูุญูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุง ุชููˆุฌูŽุฏู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณููŠุฑูŽุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‹ุง

Barangsiapa membunuh orang kafir muโ€™ahad, dia tidak akan mencium bau surga, padahal baunya di dapati dari jarak perjalanan 40 tahun. [HR. Bukhรขri, no. 3166]

al-Hรขfizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, โ€œYang dimaksudkan adalah orang (kafir) yang memiliki perjanjian dengan kaum muslimin, baik dengan membayar jizyah (kafir dzimmi -red), perjanjian damai dari pemerintah (kafir muโ€™ahad โ€“red), atau jaminan keamanan dari seorang muslim (mustaโ€™man โ€“red)โ€. [Fathul Bari, 12/259]

Dari Abu Bakrah Radhiyallahu anhu , dia berkata: Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ู…ูุนูŽุงู‡ูุฏู‹ุง ููู‰ ุบูŽูŠู’ุฑู ูƒูู†ู’ู‡ูู‡ู ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ

Barangsiapa membunuh orang kafir muโ€™ahad bukan pada waktunya, Allรขh haramkan sorga atasnya. [HR. Abu Dawud, no. 2760; Nasai, no. 4747]

Dikatakan oleh imam al-Mundziri rahimahullah bahwa makna โ€˜bukan pada waktunyaโ€™ adalah bukan pada waktu yang dibolehkan untuk membunuhnya, yaitu pada waktu tidak ada perjanjian baginya. [at-Targhib, 2/635]

Pembunuhan terhadap orang kafir muโ€™ahad secara keliru (tidak sengaja), diwajibkan diyรขt (denda) oleh Allรขh Azza wa Jalla dan kaffarah (penebus dosa). Allรขh Azza wa Jalla berfirman:

ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ู…ููŠุซูŽุงู‚ูŒ ููŽุฏููŠูŽุฉูŒ ู…ูุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุฉูŒ ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ูˆูŽุชูŽุญู’ุฑููŠุฑู ุฑูŽู‚ูŽุจูŽุฉู ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุฉู – ููŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู’ ููŽุตููŠูŽุงู…ู ุดูŽู‡ู’ุฑูŽูŠู’ู†ู ู…ูุชูŽุชูŽุงุจูุนูŽูŠู’ู†ู ุชูŽูˆู’ุจูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู — ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ููŠู…ู‹ุง ุญูŽูƒููŠู…ู‹ุง

Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allรขh. Dan adalah Allรขh Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. [an-Nisรขโ€™/4:92]

PENUTUP
Sebagai penutup saya katakan :
1. Bertaqwalah kepada Allรขh wahai para pemuda pada diri kalian! Janganlah kamu menjadi mangsa setan yang menggabungkan kehinaan dunia dan siksaan akhirat bagi kamu.
2. Bertaqwalah kepada Allรขh pada (urusan) kaum Muslimin, baik yang tua maupun yang muda.
3. Bertaqwalah kepada Allรขh pada (urusan) kaum muslimat, baik yang ibu-ibu, anak-anak, saudari ataupun bibi.
4. Bertaqwalah kepada Allรขh pada (urusan) orang-orang tua yang sedang rukuโ€™ dan bayi-bayi yang masih menyusu.
5. Bertaqwalah kepada Allรขh pada (urusan) darah yang harus dijaga dan harta yang harus dihormati.

ููŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ูˆูŽู‚ููˆุฏูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽุงู„ู’ุญูุฌูŽุงุฑูŽุฉู

Jagalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. [al-Baqarah/2:24]

ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุชูุฑู’ุฌูŽุนููˆู†ูŽ ูููŠู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู – ุซูู…ู‘ูŽ ุชููˆูŽูู‘ูŽู‰ูฐ ูƒูู„ู‘ู ู†ูŽูู’ุณู ู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽุชู’ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠูุธู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

Jagalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allรขh. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). [al-Baqarah/2:281]

ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุฌูุฏู ูƒูู„ู‘ู ู†ูŽูู’ุณู ู…ูŽุง ุนูŽู…ูู„ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูุญู’ุถูŽุฑู‹ุง ูˆูŽู…ูŽุง ุนูŽู…ูู„ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ุณููˆุกู ุชูŽูˆูŽุฏู‘ู ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ุฃูŽู…ูŽุฏู‹ุง ุจูŽุนููŠุฏู‹ุง

Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh.[Ali-โ€˜Imrรขn/3:30]

ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูŽููุฑู‘ู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ๏ดฟูฃูค๏ดพ ูˆูŽุฃูู…ู‘ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุจููŠู‡ู ๏ดฟูฃูฅ๏ดพ ูˆูŽุตูŽุงุญูุจูŽุชูู‡ู ูˆูŽุจูŽู†ููŠู‡ู ๏ดฟูฃูฆ๏ดพ ู„ููƒูู„ู‘ู ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ุดูŽุฃู’ู†ูŒ ูŠูุบู’ู†ููŠู‡ู

Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. [โ€˜Abasa/80: 34-37]

Bangunlah dari tidur-mu, sadarlah dari kelalaian-mu !
Janganlah kamu menjadi kendaraan setan untuk berbuat kerusakan di muka bumi !

Aku memohon kepada Allรขh Subhanahu wa Taโ€™ala agar memahamkan kaum muslimin terhadap agama mereka, dan menjaga mereka dari ujian-ujian yang menyesatkan, yang nampak atau yang tersembunyi.

Semoga Allรขh menganugerahkan shalawat, salam, dan berkah kepada hamba-Nya, nabi-Nya, Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya.

(Diringkas oleh Abu Ismaโ€™il Muslim al-Atsari dari kitab โ€˜Bi Ayyi โ€˜Aqlin wa Diinin Yakuunu at-Tafjiir wad Tadmiir Jihaadanโ€™, karya syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-Abbรขd)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun XV/1432H/2011. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo โ€“ Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]

Sumber : http://almanhaj.or.id/content/3634/slash/0/pengeboman-dan-pengrusakan-bukan-jihad/