*”Surga atau Neraka Wahai _Pembom_???”*


*”Surga atau Neraka Wahai _Pembom_???”*
โœDitulis oleh:
๐Ÿ‘คDR Firanda Andirja Lc., MA
Ketua Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad

_Di share ulang oleh_ *Yayasan Lajnah Istiqomah* Purworejo

๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จKomunitas Sahabat TNI-POLRI *(KOMBATPOL)* Purworejo

๐Ÿ“– *Majelis Ta’lim Nurus Sunnah* Purworejo

Kejadian pengeboman yang akhir-akhir ini kembali marak terjadi tentu sangat buruk dan menyedihkanโ€ฆtidak perlu dilihat dari kacamata Islam, bahkan dari kacamata kemanusiaan, apalagi dari kacamata Islam agama yang penuh rahmatโ€ฆ.

Mengapa dahulu banyak orang tetap masuk Islam meski Nabi ๏ทบ dan para sahabat berjihad? Karena jihad mereka bukan dengan hawa nafsu, akan tetapi sesuai dengan syariat Islam yang penuh rahmat.

Dahulu tidak ada yang mencela Islam dengan menuduh bahwa Islam sadis, islam agama terorโ€ฆ.kenapa? Karena mereka tahu Islam -bahkan dalam kondisi perang pun- tetap penuh rahmat.
Dalam kondisi perang Nabi ๏ทบ melarang membunuh anak-anak, orang tua, orang yang sedang beribadah di tempat ibadahnyaโ€ฆkenapa? Karena mereka tidak ikut berperang.
Dalam kondisi perang Nabi ๏ทบ melarang merusak tempat ibadah, apalagi dalam kondisi damai?

Mereka -para pengebom- menganggap bahwa seluruh orang kafir boleh dibunuh, bahkan boleh disiksa dan dicincang?

Tidaklah demikianโ€ฆ
Tidakkah mereka mendengar hadits Nabi ๏ทบ :

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ู…ูุนูŽุงู‡ูŽุฏู‹ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูุญู’ ุฑูŽุงุฆูุญูŽุฉูŽ ุงู„ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุง ุชููˆุฌูŽุฏู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณููŠุฑูŽุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‹ุง

โ€œSiapa yang membunuh kafir muโ€™ahad (Orang kafir yang punya perjanjian damai dengan orang islam) ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.โ€ (HR. Bukhari no. 3166)

Tidakkah mereka mendengar sabda Nabi ๏ทบ :

ุฃู„ุง ู…ู† ุธู„ู… ู…ุนุงู‡ุฏุงุŒ ุฃูˆ ุงู†ุชู‚ุตู‡ุŒ ุฃูˆ ูƒู„ูู‡ ููˆู‚ ุทุงู‚ุชู‡ุŒ ุฃูˆ ุฃุฎุฐ ู…ู†ู‡ ุดูŠุฆุง ุจุบูŠุฑ ุทูŠุจ ู†ูุณ ูุฃู†ุง ุญุฌูŠุฌู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ

โ€œIngatlah, siapa yang mendzalimi seorang kafir muโ€™ahad, merendahkannya, membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya, maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamatโ€ (HR. Abu Daud, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jamiโ€™).

Apakah mereka tidak pernah mengetahui bahwa Nabi ๏ทบ pernah punya pembantu seorang yahudi?
Bayangkan seorang Nabi Muhammad ๏ทบ punya pembantu yahudiโ€ฆ bahkan Nabi ๏ทบ menjenguknya tatkala sakit.

ูกูฃูฉูงูง โ€“ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ุณูู„ูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ู ุจู’ู†ู ุญูŽุฑู’ุจูุŒ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ุญูŽู…ูŽู‘ุงุฏู ุจู’ู†ู ุฒูŽูŠู’ุฏูุŒ ุนูŽู†ู’ ุซูŽุงุจูุชูุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒูุŒ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุบูู„ูŽุงู…ู‹ุง ูŠูŽู‡ููˆุฏููŠู‹ู‘ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฎู’ุฏูู…ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽุŒ ููŽู…ูŽุฑูุถูŽุŒ ููŽุฃูŽุชูŽุงู‡ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุนููˆุฏูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุนูŽุฏูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู: โ€ ุฃูŽุณู’ู„ูู…ู’ โ€œุŒ ููŽู†ูŽุธูŽุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุจููŠู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฃูŽุทูุนู’ ุฃูŽุจูŽุง ุงู„ู’ู‚ูŽุงุณูู…ูุŒ ููŽุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽุŒ ููŽุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูู†ู’ุฏูู‡ู(ูฃ) ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: โ€ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฃูŽู†ู’ู‚ูŽุฐูŽู‡ู ุจููŠ (ูค) ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู โ€œ(ูฅ)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu: โ€œSesungguhnya, seorang anak Yahudi yang biasa melayani Nabi shallallahu alaihi wa sallam menderita sakit. Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam membesuknya, kemudian dia duduk di sisi kepalanya. Lalu berkata, โ€˜Masuk Islamlah.โ€ Sang anak memandangi bapaknya yang ada di sisi kepalanya. Maka sang bapak berkata kepadanya, โ€œTaatilah Abal Qasim shallallahu alaihi wa sallam.โ€ Maka anak tersebut masuk Islam. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam keluar seraya berkata, โ€œSegala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka.โ€ (HR. Bukhari, no. 1356)

Bayangkan seorang kepala negara Islam menjenguk pembantunya Yahudi?

Apakah mereka tidak pernah tahu bahwa Nabi ๏ทบ dahulu tinggal bersama kaum Yahudi dalam kota Madinah dan Nabi ๏ทบ sama sekali tidak mendzalimi mereka? Nabi ๏ทบ membiarkan mereka tetap beribadah dalam keyakinan mereka

Apakah mereka tidak pernah dengar bahkan Nabi ๏ทบ ketika meninggal masih punya hutang sama seorang yahudi?

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู‡ุงุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ยซุชููˆูููู‘ูŠูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽุฏูุฑู’ุนูู‡ู ู…ูŽุฑู’ู‡ููˆู†ูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ูŠูŽู‡ููˆุฏููŠูู‘ุŒ ุจูุซูŽู„ุงูŽุซููŠู†ูŽ ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุดูŽุนููŠุฑูยป

Dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata:โ€œRasulullah wafat, sedangkan baju perang beliau masih digadaikan kepada seorang Yahudi dengan nilai tiga puluh shaโ€™ gandum. โ€ (HR Bukhari)

Tidakkah mereka pernah dengar bahwa Nabi ๏ทบ pernah memerintahkan para sahabatnya untuk bernaung di Habasyah sebuah negeri Nashrani?

Wahai para pembom anda ingin surga dengan membunuh? Dengan menteror?
โ€“ Sementara Nabi ๏ทบ bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ู…ูุนูŽุงู‡ูŽุฏู‹ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูุญู’ ุฑูŽุงุฆูุญูŽุฉูŽ ุงู„ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุง ุชููˆุฌูŽุฏู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณููŠุฑูŽุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‹ุง

โ€œSiapa yang membunuh kafir muโ€™ahad ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.โ€ (HR. Bukhari no. 3166)

โ€“ Sementara seorang wanita divonis masuk neraka hanya karena tidak memberi makan kepada seekor kucing hingga mati?

ยซุนูุฐูู‘ุจูŽุชู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŒ ูููŠ ู‡ูุฑูŽู‘ุฉู ุญูŽุจูŽุณูŽุชู’ู‡ูŽุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ู…ูŽุงุชูŽุชู’ ุฌููˆุนู‹ุงุŒ ููŽุฏูŽุฎูŽู„ูŽุชู’ ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑูŽยป

โ€œSeorang perempuan disiksa gara-gara seekor kucing. Dia mengurung kucing itu sampai mati kelaparan. Karena itulah dia masuk neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)

โ€“ Sementara sebagian polisi yang anda bunuh dan anda anggap thogut itu juga seorang muslim yang mengucapkan Laa ilaaha illallah.

Tahukah anda bahwa Nabi ๏ทบ pernah murka kepada Usamah bin Zaid yang membunuh seorang musyrik dalam keadaan perang setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallahu, beliau berkata :

ูŠูŽุง ุฃูุณูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ุฃูŽู‚ูŽุชูŽู„ู’ุชูŽู‡ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ูุŸ

โ€œApakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan Laa ilaaha illallah?โ€ (HR Muslim)

Ini orang musyrik yang hanya sekali mengucapkan Laa ilaaha illallah dan dibunuh dalam kondisi perang.

Lantas bagaimana pembunuhan para polisi atau pun tentara dalam kondisi damai bukan sedang berperang dan mereka sejak kecil selalu mengucapkan Laa ilaaha illallah? yang sholat dan berpuasa karena Allah?

โ€“ Sementara anda telah menjadikan sebagian anak menjadi yatim, sebagian wanita menjadi janda, sebagian orang tua kehilangan anaknya.

โ€“ Sementara anda telah mencoreng citra Islam, betapa banyak orang tidak jadi masuk Islam karena menyangka Islam agama teror? Betapa banyak orang yang mencela Islam karena perbuatan anda?

โ€“ Sementara anda telah membunuh diri sendiri
Padahal Nabi ๏ทบ bersabda:

( ู…ูŽู† ู‚ุชู„ ู†ูุณู‡ ุจุดูŠุก ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุนุฐุจ ุจู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ )

ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ( 5700 ) ูˆู…ุณู„ู… ( 110 )

Barang siapa membunuh dirinya dengan sesuatu, dia akan disiksa dengan sesuatu itu dalam neraka Jahannam (HR. Bukhari dan Muslim)

Islam sampai kepada anda dan orang tua anda di tanah air tercinta ini adalah dengan rahmat dan akhlak mulia para pendakwah di tengah-tengah nenek moyang anda yang notabene beragama non muslim.

Apakah anda mau merusaknya dengan kegiatan teror ?

Betapa banyak non muslim di negeri-negeri Eropa masuk Islam karena melihat akhlak yang indah dari kaum muslimin, apakah anda ingin mencoreng dakwah mereka?

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayahnya dan membimbing kita di atas kebenaran dan menjauhkan kita dari kesesatan.

๐ŸŒhttp://mediaalirsyad.com/masuk-surga-atau-neraka-pembom.html

Iklan

Info Kajian untuk Umum ๐Ÿ‚ *PURWOREJO* Bersama: ๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)


๐Ÿƒ Info Kajian untuk Umum
๐Ÿ‚ *PURWOREJO*
Majelis Ilmu…Taman Taman Surga…
ุงู ู†ู’ ุดูŽุข ุกูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุชุนุงู„ู‰

Bersama:
๐ŸŽ™Al Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 bidang Aqidah univ.Islam Madinah,Pengajar Tetap Di Masjid Nabawi)

๐Ÿ“– MATERI:
MERAIH KHUSNUL KHATIMAH

๐Ÿ—“Sabtu,25 Syawal 1437/
30 Juli 2016

๐Ÿ•ฐbakda maghrib sd jam 21.00

๐Ÿ•Œ Masjid Sebomenggalan Kota Purworejo
_________________๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด
KAJIAN AKBAR
๐Ÿ“—NASEHAT BUAT SI KAYA DAN SI MISKIN

๐Ÿ“… WAKTU
Hari ahad,26 Syawal 1437 H / 31 Juli 2016
Jam 08.30 – dhuhur

๐ŸšฉTEMPAT
Masjid Jami As Sakinah Prayan Loano purworejo

๐ŸŽ™Sambutan: AKP Markotip,Kapolsek Loano (Mewakili Kapolres Purworejo)

๐Ÿ“ž CP / Info
085729912875

Present by:
๐Ÿš“Komunitas Masyarakat Cinta Polri KOMASCIPOL PURWOREJO
๐Ÿ€Yayasan Lajnah Istiqomah Purworejo
๐ŸŒ™Takmir Masjid Jami’ Sakinah & Sebomenggalan
๐ŸƒGrup Whasctapp Ahlus Sunnah Purworejo-Dakwah dan Bimbingan Islam
didukung oleh:

KEPOLISIAN RESORT PURWOREJO

~~~~~~~~~~~~~~~~~

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

Silakan disebarkan

————
Biodata singkat ustadz Firanda.ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Nama: Firanda Andirja bin Abidin .ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Pendidikan terakhir:

saat ini beliau sedang mengenyam pendidikan jenjang Doktor bidang Aqidah di universitas yang sama.

Menjadi pengajar berbahasa Indonesia di masjid Nabawi Madinah.

Guru-guru beliau:
1. Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad al badr
2. Syaikh Soleh Al-Suhaimi
3. Syaikh Abdurrazzaq bin abdul muhsin al abbad al badr- hafidhahumullahu jamii’an
Dan masyaikh lainnya
ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู…

Kajian Ustadz Firanda di Purworejo

Amalan Sunnah di Bulan Sya’ban


perbanyak puasa di bulan sya'ban

Pertanyaan:
Assalamuโ€™alaikum

Apakah ada amalan khusus ketika Syaโ€™ban? Mohon pencerahannya.

Dari: Ariqqa

Jawaban:
Waโ€™alaikumussalam

Ada beberapa hadis shahih yang menunjukkan anjuran amal tertentu di bulan Syaโ€™ban, di antara amalan tersebut adalah:

Pertama, memperbanyak puasa sunnah selama bulan Syaโ€™ban
Ada banyak dalil yang menunjukkan dianjurkannya memperbanyak puasa di bulan Syaโ€™ban. Di antara hadis tersebut adalah:

Dari Aisyah radhiallahu โ€˜anha, beliau mengatakan,

ูŠูŽุตููˆู…ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ู†ูŽู‚ููˆู„ูŽ: ู„ุงูŽ ูŠููู’ุทูุฑูุŒ ูˆูŽูŠููู’ุทูุฑู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ู†ูŽู‚ููˆู„ูŽ: ู„ุงูŽ ูŠูŽุตููˆู…ูุŒ ููŽู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุงุณู’ุชูŽูƒู’ู…ูŽู„ูŽ ุตููŠูŽุงู…ูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู‡ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ุตููŠูŽุงู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ู ูููŠ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ

โ€œTerkadang Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, โ€˜Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Syaโ€™ban.โ€ (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Aisyah mengatakan,

ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ูƒูู„ูŽู‘ู‡ู

โ€œBelum pernah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Syaโ€™ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Syaโ€™ban sebulan penuh.โ€ (H.R. Al Bukhari dan Msulim)

Aisyah mengatakan,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุชูŽุญูŽููŽู‘ุธู ู…ูู†ู’ ู‡ูู„ูŽุงู„ู ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽุญูŽููŽู‘ุธู ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูุŒ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽุตููˆู…ู ู„ูุฑูุคู’ูŠูŽุฉู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุบูู…ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ุนูŽุฏูŽู‘ ุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุงุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุตูŽุงู…ูŽ

โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap hilal bulan Syaโ€™ban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan Syaโ€™ban sampai 30 hari.โ€ (HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasaโ€™i dan sanad-nya disahihkan Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth)

Ummu Salamah radhiallahu โ€˜anha mengatakan,

ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽุŒ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽุตููˆู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู†ูŽุฉู ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ุชูŽุงู…ู‹ู‘ุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุตูู„ู ุจูู‡ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

โ€œBahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Syaโ€™ban, kemudian beliau sambung dengan Ramadhan.โ€ (HR. An Nasaโ€™i dan disahihkan Al Albani)

Hadis-hadis di atas merupakan dalil keutamaan memperbanyak puasa di bulan Syaโ€™ban, melebihi puasa di bulan lainnya.
Apa Hikmahnya?

Ulama berselisih pendapat tentang hikmah dianjurkannya memperbanyak puasa di bulan Syaโ€™ban, mengingat adanya banyak riwayat tentang puasa ini.

Pendapat yang paling kuat adalah keterangan yang sesuai dengan hadis dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya: โ€œWahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Syaโ€™ban. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ุฐูŽู„ููƒูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ูŠูŽุบู’ููู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฑูŽุฌูŽุจู ูˆูŽุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ุชูุฑู’ููŽุนู ูููŠู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽุŒ ููŽุฃูุญูุจูู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฑู’ููŽุนูŽ ุนูŽู…ูŽู„ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุตูŽุงุฆูู…ูŒ

โ€œIni adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.โ€ (HR. An Nasaโ€™i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani)

Kedua, memperbanyak ibadah di malam nishfu Syaโ€™ban
Ulama berselisish pendapat tentang status keutamaan malam nishfu Syaโ€™ban. Setidaknya ada dua pendapat yang saling bertolak belakang dalam masalah ini. Berikut keterangannya:

Pendapat pertama, tidak ada keuatamaan khusus untuk malam nishfu Syaโ€™ban. Statusnya sama dengan malam-malam biasa lainnya. Mereka menyatakan bahwa semua dalil yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Syaโ€™ban adalah hadis lemah. Al Hafidz Abu Syamah mengatakan: Al Hafidz Abul Khithab bin Dihyah โ€“dalam kitabnya tentang bulan Syaโ€™banโ€“ mengatakan, โ€œPara ulama ahli hadis dan kritik perawi mengatakan, โ€˜Tidak terdapat satupun hadis shahih yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Syaโ€™banโ€™.โ€ (Al Baโ€™its โ€˜ala Inkaril Bidaโ€™, Hal. 33).

Syaikh Abdul Aziz bin Baz juga mengingkari adanya keutamaan bulan Syaโ€™ban dan nishfu Syaโ€™ban. Beliau mengatakan, โ€œTerdapat beberapa hadis dhaif tentang keutamaan malam nishfu Syaโ€™ban, yang tidak boleh dijadikan landasan. Adapun hadis yang menyebutkan keutamaan shalat di malam nishfu Syaโ€™ban, semuanya statusnya palsu, sebagaimana keterangan para ulama (pakar hadis).โ€ (At Tahdzir min Al Bidaโ€™, Hal. 11)

Pendapat kedua, terdapat keutamaan khusus untuk malam nishfu Syaโ€™ban. Pendapat ini berdasarkan hadis shahih dari Abu Musa Al Asyโ€™ari radhiallahu โ€˜anhu, dimana Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œSesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaโ€™ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.โ€ (HR. Ibn Majah, At Thabrani, dan dishahihkan Al Albani).

Setelah menyebutkan beberapa waktu yang utama, Syaikhul Islam mengatakan, โ€œโ€ฆpendapat yang dipegangi mayoritas ulama dan kebanyakan ulama dalam Madzhab Hambali adalah meyakini adanya keutamaan malam nishfu Syaโ€™ban. Ini juga sesuai keterangan Imam Ahmad. Mengingat adanya banyak hadis yang terkait masalah ini, serta dibenarkan oleh berbagai riwayat dari para sahabat dan tabiโ€™inโ€ฆโ€ (Majmuโ€™ Fatawa, 23:123)

Ibn Rajab mengatakan, โ€œTerkait malam nishfu Syaโ€™ban, dulu para tabiโ€™in penduduk Syam, seperti Khalid bin Maโ€™dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabiโ€™in lainnya, mereka memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam ituโ€ฆโ€ (Lathaiful Maโ€™arif, Hal. 247).

Keterangan lebih lengkap tentang amalan malam nisfu Syaโ€™ban, bisa anda simak di: Shalat Nishfu Syaโ€™ban

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel http://www.KonsultasiSyariah.com

Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya


Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya

mendoakanoranglain1

Allah Taโ€™ala berfirman:
ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฌูŽุงุคููˆุง ู…ูู† ุจูŽุนู’ุฏูู‡ูู…ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุณูŽุจูŽู‚ููˆู†ูŽุง ุจูุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ูˆูŽู„ุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุง ุบูู„ุงู‘ู‹ ู„ู‘ูู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆ
โ€œDan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: โ€œYa Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.โ€ (QS. Al-Hasyr: 10)
Allah Taโ€™ala berfirman tentang doa Ibrahim -alaihishshalatu wassalam-:
ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู…ู ุงู„ู’ุญูุณูŽุงุจู
โ€œWahai Rabb kami, beri ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan semua orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).โ€ (QS. Ibrahim: 41)
Allah Taโ€™ala juga berfirman tentang Nuh -alaihishshalatu wassalam- bahwa beliau berdoa:
ุฑูŽุจู‘ู ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽู„ูู…ูŽู† ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุจูŽูŠู’ุชููŠูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ู‹ุง ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู
โ€œWahai Rabbku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke dalam rumahku dalam keadaan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.โ€ (QS. Nuh: 28)
Dan juga tentang Nabi Muhammad -alaihishshalatu wassalam- dimana beliau diperintahkan dengan ayat:
ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูุฐูŽู†ุจููƒูŽ ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู
โ€œDan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.โ€ (QS. Muhammad: 19)
Dari Abu Ad-Dardaโ€™ ๏ด dia berkata: Rasulullah -shallallahu โ€˜alaihi wasallam- bersabda:
ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ุจูุธูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุจูู…ูุซู’ู„ู
โ€œTidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, โ€œDan bagimu juga kebaikan yang sama.โ€ (HR. Muslim no. 4912)
Dalam riwayat lain dengan lafazh:
ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ุจูุธูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ู…ูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ู…ูŽู„ูŽูƒูŒ ู…ููˆูŽูƒู‘ูŽู„ูŒ ูƒูู„ู‘ูŽู…ูŽุง ุฏูŽุนูŽุง ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ุจูุฎูŽูŠู’ุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู ุงู„ู’ู…ููˆูŽูƒู‘ูŽู„ู ุจูู‡ู ุขู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุจูู…ูุซู’ู„ู
โ€œDoa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, โ€œAmin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.โ€

Penjelasan ringkas:
Mendoakan sesama muslim tanpa sepengatahuan orangnya termasuk dari sunnah hasanah yang telah diamalkan turun-temurun oleh para Nabi -alaihimushshalatu wassalam- dan juga orang-orang saleh yang mengikuti mereka. Mereka senang kalau kaum muslimin mendapatkan kebaikan, sehingga merekapun mendoakan saudaranya di dalam doa mereka tatkala mereka mendoakan diri mereka sendiri. Dan ini di antara sebab terbesar tersebarnya kasih sayang dan kecintaan di antara kaum muslimin, serta menunjukkan kesempuraan iman mereka. Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda, โ€œTidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.โ€ (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

Karenanya Allah dan Rasul-Nya memotifasi kaum muslimin untuk senantiasa mendoakan saudaranya, sampai-sampai Allah Taโ€™ala mengutus malaikat yang khusus bertugas untuk mengโ€™aminโ€™kan setiap doa seorang muslim untuk saudaranya dan sebagai balasannya malaikat itupun diperintahkan oleh Allah untuk mendoakan orang yang berdoa tersebut. Berhubung doa malaikat adalah mustajabah, maka kita bisa menyatakan bahwa mendoakan sesama muslim tanpa sepengetahuannya termasuk dari doa-doa mustajabah. Karenanya jika dia mendoakan untuk saudaranya -dan tentu saja doa yang sama akan kembali kepadanya- maka potensi dikabulkannya akan lebih besar dibandingkan dia mendoakan untuk dirinya sendiri.

Hanya saja satu batasan yang disebutkan dalam hadits -agar malaikat mengโ€™aminโ€™kan- adalah saudara kita itu tidak mengetahui kalau kita sedang mendoakan kebaikan untuknya. Jika dia mengetahui bahwa dirinya didoakan maka lahiriah hadits menunjukkan malaikat tidak mengโ€™aminโ€™kan, walaupun tetap saja orang yang berdoa mendapatkan keutamaan karena telah mendoakan saudaranya. Hanya saja kita mendoakannya tanpa sepengetahuannya lebih menjaga keikhlasan dan lebih berpengaruh dalam kasih sayang dan kecintaan.

Baca lebih lanjut

Ketika Marah Melanda ….


Manajemen Marah

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู

Jangan kamu marah

Marah, adalah suatu keadaan yang terkadang ada dalam diri setiap orang, tak terkecuali orang-orang yang mulia, hanya saja yang membedakan adalah sebab-sebab kemarahan dan cara-cara dalam mengatasinya. Oleh karena itu perlu dipahami, kemarahan ada tiga bentuk:

Pertama: Kemarahan yang Terpuji

Marah yang terpuji adalah marah karena Allah, yaitu marah ketika terjadi pelanggaran terhadap syariโ€™at Allah taโ€™ala, bahkan Allah taโ€™ala pun marah karena hal tersebut, sebagaimana firman-Nya,

ูˆูŽูŠูุนูŽุฐูู‘ุจูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒูŽุงุชู ุงู„ุธูŽู‘ุงู†ูู‘ูŠู†ูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุธูŽู†ูŽู‘ ุงู„ุณูŽู‘ูˆู’ุกู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุฏูŽุงุฆูุฑูŽุฉู ุงู„ุณูŽู‘ูˆู’ุกู ูˆูŽุบูŽุถูุจูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุนูŽู†ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุนูŽุฏูŽู‘ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฌูŽู‡ูŽู†ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽุณูŽุงุกุชู’ ู…ูŽุตููŠุฑู‹ุง

โ€œDan supaya Dia mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah marah kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahanam. Dan (neraka Jahanam) itulah sejelek-jeleknya tempat kembali.โ€ [Al-Fath: 6]

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahuโ€™anha bercerita tentang kemarahan Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam,

ู…ูŽุง ุถูŽุฑูŽุจูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู‚ูŽุทูู‘ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ูˆูŽู„ุงูŽ ุฎูŽุงุฏูู…ู‹ุง ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฌูŽุงู‡ูุฏูŽ ููู‰ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู†ููŠู„ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ู‚ูŽุทูู‘ ููŽูŠูŽู†ู’ุชูŽู‚ูู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุตูŽุงุญูุจูู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู†ู’ุชูŽู‡ูŽูƒูŽ ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุญูŽุงุฑูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽูŠูŽู†ู’ุชูŽู‚ูู…ูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘

โ€œRasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam tidak pernah memukul apa pun dengan tangannya sama sekali, tidak istri dan tidak pula pembantu, kecuali ketika beliau berjihad di jalan Allah. Dan tatkala beliau disakiti, maka tidak pernah beliau membalas pelakunya sedikit pun, kecuali apabila dilanggar satu hal yang Allah haramkan, maka beliau membalas karena Allah โ€˜azza wa jalla.โ€ [HR. Muslim]

Maka seorang mukmin harus marah kepada orang-orang kafir disebabkan kekafiran mereka, demikian pula marah kepada pelaku bidโ€™ah dan maksiat sesuai kadar bidโ€™ah dan maksiatnya. Ini adalah marah yang terpuji.

Sebaliknya, jika seorang mukmin malah senang dengan pelaku syirik, atau tidak marah terhadap pelaku bidโ€™ah dan maksiat, maka itu adalah sikap yang jelek, bahkan senang dengan pelaku syirik karena kesyirikannya adalah kekafiran kepada Allah taโ€™ala.

Kedua: Kemarahan yang Tercela

Marah yang tercela adalah marah yang bukan karena Allah, yang berdasarkan pada sesuatu yang tercela, seperti marah karena kesombongan, hizbiyyah (fanatisme golongan), dan berbagai sebab yang tercela lainnya.

Ketiga: Kemarahan yang Mubah

Marah yang mubah adalah marah karena tabiat (sifat dasar manusia), seperti marah karena disakiti atau dihina, hukum asalnya mubah, namun dapat menjadi haram apabila mengantarkan kepada yang haram, seperti berbuat zalim, mencaci, mengghibah, bahkan memukul dan membunuh.

Dan sebaliknya, marah karena tabiat ini dapat menjadi kebaikan yang besar apabila dikelola secara benar, yaitu sesuai tuntunan agama yang mulia ini.

Cara Mengelola Kemarahan

Dari sahabat yang mulia Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu,

ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃูŽูˆู’ุตูู†ููŠ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ ููŽุฑูŽุฏูŽู‘ุฏูŽ ู…ูุฑูŽุงุฑู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’

โ€œBahwasannya seseorang berkata kepada Nabi shallallahuโ€™alaihi wa sallam: Berilah aku wasiat. Beliau bersabda: Jangan marah. Orang tersebut meminta wasiat sampai beberapa kali. Beliau pun bersabda: Jangan marah.โ€ [HR. Al-Bukhari]

Para ulama menjelaskan, makna โ€œJangan marahโ€ dalam hadits di atas mencakup lima makna:

Pertama: Menghilangkan amarah dengan memaafkan. Makna ini yang diisyaratkan oleh Ibnu Baththol rahimahullah, beliau berkata ketika menjelaskan hadits ini,

ู…ุฏุญ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุงู„ุฐูŠู† ูŠุบูุฑูˆู† ุนู†ุฏ ุงู„ุบุถุจ ูˆุฃุซู†ู‰ ุนู„ูŠู‡ู…ุŒ ูˆุฃุฎุจุฑ ุฃู† ู…ุงุนู†ุฏู‡ ุฎูŠุฑ ูˆุฃุจู‚ู‰ ู„ู‡ู… ู…ู† ู…ุชุงุน ุงู„ุญูŠุงุฉ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุฒูŠู†ุชู‡ุงุŒ ูˆุฃุซู†ู‰ ุนู„ู‰ ุงู„ูƒุงุธู…ูŠู† ุงู„ุบูŠุธ ูˆุงู„ุนุงููŠู† ุนู† ุงู„ู†ุงุณุŒ ูˆุฃุฎุจุฑ ุฃู†ู‡ ูŠุญุจู‡ู… ุจุฅุญุณุงู†ู‡ู… ูู‰ ุฐู„ูƒ

โ€œAllah telah memuji orang-orang yang memaafkan ketika marah dan menyanjung mereka, dan Dia mengabarkan bahwa apa yang ada di sisi-Nya lebih baik dan lebih kekal bagi mereka dibanding kesenangan dunia dan perhiasannya. Dan Allah telah menyanjung orang-orang yang menahan marah serta memaafkan manusia, dan Dia mengabarkan bahwa Dia mencintai mereka disebabkan perbuatan baik mereka dalam hal tersebut.โ€ [Syarhu Shahihil Bukhari, 9/296]

Memberi Maaf Saat Marah

Kedua: Jangan mudah marah atau cepat marah. Asy-Syaikh Ibnul โ€˜Utsaimin rahimahullah berkata,

ูˆุงู„ู…ุนู†ูŠ ู„ุง ุชูƒู† ุณุฑูŠุน ุงู„ุบุถุจ ูŠุณุชุซูŠุฑูƒ ูƒู„ ุดูŠุก ุจู„ ูƒู† ู…ุทู…ุฆู†ุง ู…ุชุฃู†ูŠุง ู„ุฃู† ุงู„ุบุตุจ ุฌู…ุฑุฉ ูŠู„ู‚ูŠู‡ุง ุงู„ุดูŠุทุงู† ููŠ ู‚ู„ุจ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุญุชู‰ ูŠุบู„ูŠ ุงู„ู‚ู„ุจ ูˆู„ู‡ุฐุง ุชู†ุชูุฎ ุงู„ุฃูˆุฏุงุฌ โ€“ ุนุฑูˆู‚ ุงู„ุฏู… โ€“ ูˆุชุญู…ุฑ ุงู„ุนูŠู† ุซู… ูŠู†ูุนู„ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุญุชู‰ ูŠูุนู„ ุดูŠุฆุง ูŠู†ุฏู… ุนู„ูŠู‡

โ€œMakna hadits ini adalah, janganlah engkau cepat marah, yaitu janganlah segala sesuatu dapat membuatmu marah, akan tetapi jadilah orang yang tenang serta menahan diri, sebab kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh setan ke hati manusia agar agar hati menjadi panas, oleh karena itu urat-urat leher pun mengembang dan mata memerah, pada akhirnya manusia kehilangan kendali hingga ia melakukan sesuatu yang kelak ia sesali.โ€ [Syarah Riyadhis Shalihin]

Ketiga: Menjauhi sebab-sebab kemarahan. Al-Khattabi rahimahullah berkata

ู…ุนู†ู‰ ู‚ูˆู„ู‡ ู„ุง ุชุบุถุจ ุงุฌุชู†ุจ ุฃุณุจุงุจ ุงู„ุบุถุจ ูˆู„ุง ุชุชุนุฑุถ ู„ู…ุง ูŠุฌู„ุจู‡

โ€œMakna ucapan beliau โ€œJangan marahโ€ adalah, jauhilah sebab-sebab kemarahan, dan jangan mendekati sesuatu yang dapat memunculkannya.โ€ [Fathul Bari, 10/520]

Keempat: Menghilangkan sifat sombong, karena itulah sebab kemarahan terbesar. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

ูˆู‚ูŠู„ ู…ุนู†ุงู‡ ู„ุง ุชุบุถุจ ู„ุฃู† ุฃุนุธู… ู…ุง ูŠู†ุดุฃ ุนู†ู‡ ุงู„ุบุถุจ ุงู„ูƒุจุฑ ู„ูƒูˆู†ู‡ ูŠู‚ุน ุนู†ุฏ ู…ุฎุงู„ูุฉ ุฃู…ุฑ ูŠุฑูŠุฏู‡ ููŠุญู…ู„ู‡ ุงู„ูƒุจุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุบุถุจ ูุงู„ุฐูŠ ูŠุชูˆุงุถุน ุญุชู‰ ูŠุฐู‡ุจ ุนู†ู‡ ุนุฒุฉ ุงู„ู†ูุณ ูŠุณู„ู… ู…ู† ุดุฑ ุงู„ุบุถุจ

โ€œDan dikatakan maknanya, jangan marah karena penyebab kemarahan terbesar adalah kesombongan, oleh karena kemarahan itu muncul ketika menyelisihi seseuatu yang diinginkan oleh seseorang, maka kesombongan membawanya pada kemarahan. Sehingga orang yang merendahkan diri (tidak sombong) akan hilang darinya sifat tinggi hati dan selamat dari jeleknya kemarahan.โ€ [Fathul Bari, 10/520]

Kelima: Tidak menuruti amarah atau melampiaskannya dengan cara yang salah. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

ูˆู‚ูŠู„ ู…ุนู†ุงู‡ ู„ุง ุชูุนู„ ู…ุง ูŠุฃู…ุฑูƒ ุจู‡ ุงู„ุบุถุจ

โ€œDan dikatakan maknanya, janganlah engkau menuruti perintah amarahmu.โ€ [Fathul Bari, 10/520]

Ibnu Hibban rahimahullah berkata,

ุฃุฑุงุฏ ู„ุง ุชุนู…ู„ ุจุนุฏ ุงู„ุบุถุจ ุดูŠุฆุง ู…ู…ุง ู†ู‡ูŠุช ุนู†ู‡

โ€œBeliau menginginkan, janganlah engkau melakukan sesuatu yang aku larang ketika marah.โ€ [Fathul Bari, 10/520]

Demikianlah cara mengelola kemarahan yang terkandung dalam satu hadits di atas, cara yang lainnya:

Keenam: Meminta perlindungan kepada Allah taโ€™ala dari setan. Sahabat yang mulia Sulaiman bin Shurod radhiyallahuโ€™anhu berkata,

ุงุณู’ุชูŽุจูŽู‘ ุฑูŽุฌูู„ุงูŽู†ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูู‘ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ูŽุง ุชูŽุญู’ู…ูŽุฑูู‘ ุนูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ู ูˆูŽุชูŽู†ู’ุชูŽููุฎู ุฃูŽูˆู’ุฏูŽุงุฌูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฅูู†ูู‘ู‰ ู„ุฃูŽุนู’ุฑููู ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู‹ ู„ูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ูŠูŽุฌูุฏู ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌููŠู…ูย 

โ€œAda dua orang saling mencaci di sisi Nabi shallallahuโ€™alaihi wa sallam, maka salah seorang dari mereka telah memerah kedua matanya dan mengembang urat-urat lehernya. Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam pun bersabda: Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat, andaikan ia mengucapkannya maka akan hilang amarahnya, yaitu:

ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌููŠู…ู

โ€œ Aโ€™uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiimโ€

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.โ€ [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Ketujuh: Berwudhu. Dalam sebuah hadits yang didhaโ€™ifkan oleh sejumlah ulama,

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุบูŽุถูŽุจูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ุฎูู„ูู‚ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุชูุทู’ููŽุฃู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ููŽุฅูุฐูŽุง ุบูŽุถูุจูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฃู’

โ€œSesungguhnya kemarahan itu dari setan, dan sesungguhnya setan tercipta dari api, dan hanyalah api itu dapat dimatikan dengan air, maka jika seorang dari kalian marah, hendaklah ia berwudhu.โ€ [HR. Ahmad dan Abu Daud dari โ€˜Athiyah radhiyallahuโ€™anhu, didhaโ€™ifkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Adh-Dhaโ€™ifah: 582]

Walaupun hadits ini dhaโ€™if namun maknanya shahih dan terbukti bahwa kemarahan itu dari setan (sebagaimana dalam hadits Sulaiman bin Shurod di atas) dan dengan berwudhu dapat menghilangkannya. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

ูˆุฃู† ูŠุณุชุนูŠุฐ ู…ู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ูƒู…ุง ุชู‚ุฏู… ููŠ ุญุฏูŠุซ ุณู„ูŠู…ุงู† ุจู† ุตุฑุฏ ูˆุฃู† ูŠุชูˆุถุฃ ูƒู…ุง ุชู‚ุฏู…ุช ุงู„ุฅุดุงุฑุฉ ุฅู„ูŠู‡ ููŠ ุญุฏูŠุซ ุนุทูŠุฉ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…

โ€œDan hendaklah orang yang marah memohon perlindungan dari setan sebagaimana telah berlalu dalam hadits Sulaiman bin Shurod, dan hendaklah ia berwudhu sebagaimana telah berlalu isyarat kepadanya dalam hadits โ€˜Athiyyah, wallahu aโ€™lam.โ€ [Fathul Bari, 10/521]

Kedelapan: Diam, tidak berbicara apalagi berdebat dan saling mencaci. Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ุนูŽู„ูู‘ู…ููˆุง ูˆูŽูŠูŽุณูู‘ุฑููˆุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุนูŽุณูู‘ุฑููˆุง ุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุบูŽุถูุจูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุณู’ูƒูุช

โ€œAjarilah, mudahkanlah dan jangan mempersulit, dan apabila seorang dari kalian marah hendaklah ia diam.โ€ [HR. Ahmad dari Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahuโ€™anhuma, Ash-Shahihah: 1375]

Kesembilan: Merubah posisi. Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูุฐูŽุง ุบูŽุถูุจูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ูŒ ููŽู„ู’ูŠูŽุฌู’ู„ูุณู’ ููŽุฅูู†ู’ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงู„ู’ุบูŽุถูŽุจู ูˆูŽุฅูู„ุงูŽู‘ ููŽู„ู’ูŠูŽุถู’ุทูŽุฌูุนู’

โ€œApabila seorang dari kalian marah dan ia dalam keadaan berdiri hendaklah ia duduk, jika kemarahannya belum mereda maka hendaklah ia berbaring.โ€ [HR. Abu Daud dari Abu Dzar radhiyallahuโ€™anhu, Al-Misykaah: 5114]

Kesepuluh: Melatih diri untuk tidak marah dan menahan emosi. Menahan marah adalah akhlak yang terpuji, dan akhlak yang terpuji terkadang dimiliki seseorang sebagai sifat dasarnya, dan terkadang ia perlu berjuang dan melatih diri untuk dapat memilikinya.

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุนู’ูููู’ ูŠูุนูููŽู‘ู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ู†ู ูŠูุบู’ู†ูู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุตู’ุจูุฑู’ ูŠูุตูŽุจูู‘ุฑู’ู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูุนู’ุทููŠูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ู…ูู†ู’ ุนูŽุทูŽุงุกู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ุณูŽุนู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ุจู’ุฑู

โ€œBarangsiapa yang berusaha menjaga kesucian dirinya maka Allah akan menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup maka Allah akan mencukupkannya dan barangsiapa yang berusaha sabar maka Allah akan menyabarkannya, dan tidaklah seseorang dianugerahkan sebuah pemberian yang lebih baik dan lebih luas dibanding kesabaran.โ€ [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Saโ€™id Al-Khudri radhiyallahuโ€™anhu]

Orang yang Kuat

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda,

ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุฏูŠุฏู ุจุงู„ุตูู‘ุฑูŽุนูŽุฉู ุŒ ุฅู†ูŽู‘ู…ุง ุงู„ุดูŽู‘ุฏูŠุฏู ุงู„ูŽู‘ุฐูŠ ูŠูŽู…ู„ููƒู ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ุนู†ุฏูŽ ุงู„ุบูŽุถูŽุจู

โ€œBukanlah orang yang kuat itu yang dapat memenangkan pertarungan, akan tetapi orang yang kuat itu adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.โ€ [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu]

Kesebelas: Mengedepankan prasangka baik kepada saudara kita yang telah membuat marah, karena sesungguhnya prasangka baik dapat melapangkan hati dan menghilangkan kemarahan terhadap orang yang menyakiti kita.

Dalam hal ini generasi Salaf adalah sebaik-baiknya teladan. Al-Mawardi rahimahullah berkata,

ูˆูŽุญููƒููŠูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูู†ู’ุชู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจู’ู†ู ู…ูุทููŠุนู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู„ูุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ุทูŽู„ู’ุญูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽูˆู’ูู ุงู„ุฒูู‘ู‡ู’ุฑููŠูŽู‘ ุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุฌู’ูˆูŽุฏูŽ ู‚ูุฑูŽูŠู’ุดู ูููŠ ุฒูŽู…ูŽุงู†ูู‡ู : ู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุช ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุฃูŽู„ู’ุฃูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฅุฎู’ูˆูŽุงู†ููƒ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู‡ู’ ูˆูŽู„ูู…ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ : ุฃูŽุฑูŽุงู‡ูู…ู’ ุฅุฐูŽุง ุฃูŽูŠู’ุณูŽุฑู’ุช ู„ูŽุฒูู…ููˆูƒ ุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุนู’ุณูŽุฑู’ุช ุชูŽุฑูŽูƒููˆูƒ . ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ูƒูŽุฑูŽู…ูู‡ูู…ู’ ุŒ ูŠูŽุฃู’ุชููˆู†ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุญูŽุงู„ู ุงู„ู’ู‚ููˆูŽู‘ุฉู ุจูู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุŒ ูˆูŽูŠูŽุชู’ุฑููƒููˆู†ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุญูŽุงู„ู ุงู„ุถูŽู‘ุนู’ูู ุจูู†ูŽุง ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ . ููŽุงู†ู’ุธูุฑู’ ูƒูŽูŠู’ููŽ ุชูŽุฃูŽูˆูŽู‘ู„ูŽ ุจููƒูŽุฑู’ู…ูู‡ู ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุชูŽู‘ุฃู’ูˆููŠู„ูŽ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ู‚ูŽุจููŠุญูŽ ููุนู’ู„ูู‡ูู…ู’ ุญูŽุณูŽู†ู‹ุง ุŒ ูˆูŽุธูŽุงู‡ูุฑูŽ ุบูŽุฏู’ุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽููŽุงุกู‹ .

โ€œDan dihikayatkan dari Bintu โ€˜Abdillah bin Muthiโ€™, bahwa ia berkata kepada suaminya Thalhah bin Abdur Rahman bin Auf Az-Zuhri, seorang yang paling dermawan pada suku Qurays di masanya. Maka suatu hari istrinya berkata kepadanya: Aku tidak melihat suatu kaum yang lebih tercela dari Ikhwanmu. Beliau berkata: Kenapa bisa begitu? Istrinya berkata: Aku lihat mereka selalu bersamamu saat kamu kaya, dan mereka meninggalkanmu saat kamu miskin. Beliau berkata: Ini demi Allah termasuk kemuliaan akhlak mereka, karena mereka hanya datang kepada kami saat kami mampu memuliakan mereka, dan mereka meninggalkan kami saat kami tidak mampu menunaikan hak mereka.โ€

(Al-Mawardi rahimahullah mengomentari), โ€œLihatlah bagaimana beliau melakukan penafsiran ini karena kemuliaan sifatnya, sehingga ia memandang jeleknya perbuatan mereka sebagai kebaikan dan jelasnya pengkhianatan mereka sebagai kesetiaan.โ€ [Adabud Dunya wad Diin, hal. 180]

Keduabelas: Senantiasa mengingat keutamaan menahan marah. Allah taโ€™ala telah mengabarkan kepada kita bahwa menahan marah dan memaafkan adalah akhlak yang utama, diantara keutamaannya:

Memberi Maaf Beroleh Ampunan

Satu: Memaafkan adalah sifat orang-orang yang beriman. Allah taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุง ุบูŽุถูุจููˆุง ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุบู’ููุฑููˆู†ูŽ

โ€œDan apabila mereka marah maka mereka memberi maaf.โ€ [Asy-Syuro: 37]

Ibrahim rahimahullah berkata,

ูƒุงู† ุงู„ู…ุคู…ู†ูˆู† ูŠูƒุฑู‡ูˆู† ุฃู† ูŠุณุชุฐู„ูˆุงุŒ ูˆูƒุงู†ูˆุง ุฅุฐุง ู‚ุฏุฑูˆุง ุนููˆุง

โ€œKaum mukminin tidak suka menjadi hina, namun apabila mereka mampu membalas maka mereka memaafkan.โ€ [Tafsir Ibnu Katsir, 7/210]

Dua: Menahan marah dan memaafkan adalah sifat orang-orang yang bertakwa. Allah taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุงุธูู…ููŠู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุธูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงูููŠู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูŠูุญูุจูู‘ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุณูู†ููŠู†ูŽ

โ€œDan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.โ€ [Ali Imron: 134]

Tiga: Sebab meraih ampunan. Allah taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู„ู’ูŠูŽุนู’ูููˆุง ูˆูŽู„ู’ูŠูŽุตู’ููŽุญููˆุง ุฃูŽู„ุง ุชูุญูุจูู‘ูˆู†ูŽ ุฃูŽู† ูŠูŽุบู’ููุฑูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽู‘ุญููŠู…ูŒย ย 

โ€œDan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.โ€ [An-Nur: 22]

Empat: Sebab meraih surga. Dari sahabat yang mulia Abu Ad-Darda radhiyallahuโ€™anhu, ia berkata, aku pernah berkata,

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ุฏูู„ูŽู‘ู†ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู…ูŽู„ู ูŠูุฏู’ุฎูู„ูู†ููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ:โ€ู„ุง ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู

โ€œWahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku satu amalan yang dapat memasukkan aku ke surga. Beliau bersabda: Jangan marah, dan bagimu surga.โ€ [HR. Ath-Thabrani, Shahihut Targhib: 2749]

Lima: Memilih bidadari sesuai selera. Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุธูŽู…ูŽ ุบูŽูŠู’ุธู‹ุง โ€“ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฏูุฑูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู†ู’ููุฐูŽู‡ู โ€“ ุฏูŽุนูŽุงู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุกููˆุณู ุงู„ู’ุฎูŽู„ุงูŽุฆูู‚ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุฎูŽูŠูู‘ุฑูŽู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุญููˆุฑู ู…ูŽุง ุดูŽุงุกูŽ

โ€œBarangsiapa yang menahan marah, padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka Allah akan menyerunya di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, hingga ia dipersilahkan oleh Allah taโ€™ala untuk memilih bidadari mana saja yang ia kehendaki.โ€ [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Muโ€™adz bin Anas radhiyallahuโ€™anhu, Shahihut Targhib: 2753]

Ingat Bidadari Saat Marah Baca lebih lanjut